Haunted by Police,,,, – part 1-

Kali ini bukan gw yang harus mengalaminya…(huff, akhirnya…)

Kisah ini adalah nyata belaka. Apabila terjadi kesamaan nama tokoh, tempat, maupun waktu kejadian hal itu bukan kebetulan karena memang begitulah adanya…
Yang berkecimpung :

Astri : Sahabat gw sejak SMU. seorang gadis Jawa solo asli yang saking asli solonya, kalo pertama kali kenal pasti akan berpikir, gadis ini lagi main Wayang Orang yah? Bicaranya yg halus dan lembut beneerr..
Fathoni : Temen saya juga waktu di SMU, sekarang dia jadi suaminya Astri. Fathoni skg bekerja di salah satu BUMN bidang perminyakan…(
Bapak2 Polisi dan Ibu2 Perawat yg turut menyemarakkan cerita ini..
* Intinya mereka sudah menikah awal tahun 2007 ini dan skg mereka telah memiliki seorang bayi laki2 lucuu*

Back to few months ago

***

Jln. HANG TUAH RAYA & PERTEMUAN DENGAN SI PAK POLISI..

Astri, seorang Auditor – dgn kandungannya yang berusia 8 bulan – saat ini sedang mengaudit di Manggala Wanabakti, Slipi. Karena rumahnya yang ada di Jatiasih Bekasi, setiap hari ia selalu diantar jemput oleh Fathoni.

Seperti hari-hari biasanya berkantor, rute hari ini dia dijemput Fathoni melalui Manggala Wanabakti – Senayan – Hang Tuah – Fatmawati / Arteri – lanjut dengan tol JORR. Sore itu, kendaraan cukup pamer paha, Toni melaju mobilnya dengan kecepatan sedang, pasutri muda ini sedang membahas kejadian sehari-hari …

Karena keasyikan mengobrol, tanpa sadar mobil Xenia yang dikendarai Fathoni telah sampai di perempatan Hang Tuah Raya..

~~Sebagai catatan, pengendara lalu lintas di Jakarta tidak bisa disamakan dengan pengendara di kota2 lain, di mana di beberapa perempatan tertentu, kalau kita berada agak ke kanan sedikit atau agak gak jelas arahnya, padahal rencananya akhirnya kita mau lurus & tidak bebarengan dengan antrian mobil yg dibelakangnya .. 100% bisa dipastikan kita akan di stop oleh polisi…~~

Dan Astri pun punya pikiran yang sama”Mas Toni, kayaknya kamu salah ambil jalur deh” sambil mengelus-elus perutnya yang buncit..”Mosok sih? Ra popo ah”

Lampu sebentar lagi akan mengarah ke hijau..
MObil-mobil mulai bergerak belok ke kanan, dan karena tujuan Xenia Astri dan Fathoni adalah lurus, dengan perlahan mobil ini mengambil jalur melaju lurus yang sepertinya sedikit menghambat mobil-mobil yang antri di belakangnya..
Selanjutnya, bapak polisi yang sedang stand by mulai ancang-ancang seakan-akan melihat mangsa empuk….dimulai dengan berjalan perlahan ke tengah jalan seperti sesosok super hero yang akan berganti kostum dibalik semak-semak..

…Ia mulai mengacung-acungkan pentungan hitamnya ke arah mobil Xenia itu agar mereka segera menepi…

Jeddug .. jeddug .. sirrr .. deg .. deg … deg … siir ,, deg ,, deg ,, siiir ,,, ddegg .. deeg .. tak .. dung .. dung .. tak .. taak … dung ..

“Aduuuh, mas Toni…tuh kan bener, polisinya uwis meh niiilang kiii ..piyeee nooo, mosok harus mbayar tilangane..?” Astri sudah mulai panik..
“Sik..sik, tenango wae Tri, mugo2 wae ora nganti ngono” 2)

Sebenarnya Toni mulai panik, tapi harus tetap tenaaang…gak lucu lah ya, masak berdua bebarengan paniknya..

Dengan berusaha memiliki keahlian seperti seorang supir handal, Toni mulai mempercepat laju mobilnya dan menghindari pak polisi yang sudah ndhaplang-ndhaplang itu…

Kemudian, Pak Polisi yg telah ndhaplang-dhaplang itu hanya melongo karena ditinggal melaju oleh Xenia calon sergapannya..

Xeniaa pun melaju kencaaang, Setelah berhasil melewati satu dua mobil, Toni dan Astri sedikit bernafas lega.. tapi ternyata, terdengar satu dua detik bunyi sirene POlisi … dan ketika Toni melirik ke kaca spion, huaaaalaaaah ,,, ternyata Bapak Polisi yang ndhaplang-ndhaplang di tengah jalan tadi, telah bertransformasi menjadi POlisi Chips dan sekarang dengan nafas memburu sedang berusaha mengejar Xenia pasutri itu dengan kendaraan Tiger-nya..

Adrenalin kembali berpacu,,

Bukannya melambat..Toni malah mempercepat lajunya, potong mobil dari arah kanan, mengepot sedikit di dari arah kiri, memotong lagi mobil didepannya, tiga – empat mobil telah dilewati sambil sesekali melirik kearah Astri, istrinya yang hanya mengelus-elus perut buncitnya (iiyaa..masih buncit, gak mgkn sudah rata)..

Ketika berhasil melirik kaca spion, ternyata si Polisi Chips sudah tida mengikuti dari belakang,,, sedikiit tenaang, tapi ketika pandangan Toni kembali mengarah ke depan,

“HWAALLLAAH DALAH,,JABANG BAYIIII, kageet akuu!!”

POlisi sudah ada disamping kanannya-sambil mengacung-acungkan pentungan hitamnya untuk segera memberhentikan mobilnya……

Akhirnya Pak POlisi tadi dapat berhasil mengagetkan pasangan ini karena berhenti di depan Mobil Xenia tersebut..

 

 

 

– to be continued-

 

Catatan kaki dikit2 :
1) “Masak sih dhek? Nggak papa kali ya?”
2) Sepertinya cape kalo setiap ucapan ditranslate

Iklan

Satu pemikiran pada “Haunted by Police,,,, – part 1-

  1. Ping-balik: Solo, Mei 1998.. – Jerapah Keriting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s