My pet’s story ….’Episode Menil the Cat’

Sepertinya saat ini gw ingin bercerita tentang salah satu penghuni di rumah gw dulu…

Data Diri
Nama                  : Menil
Jenis Kelamin      : Laki-laki
Usia                    : 7 bulan
Tempat Tanggal Lahir : Deket Stasiun Cikini, mungkin Januari 2006
Suku Bangsa       : Kucing Kampung Made in Cikini
Pekerjaan            : Hewan Peliharaan
Hobby dan Interest    : Makan, tidur, main, makan lagi, tidur lagi, mengasah kuku, mejeng di depan pagar, nongkrong di atas meja teras, makan lagi..tidur lagi
 

Di tahun 2006 yg lalu, Menil ini menjabat sebagai satu-satunya hewan peliharaan di rumah gw (secara nyamuk, semut, kecoak, cicak, kucing2 tetangga yg cuma mampir aja, tidak dihitung sebagai hewan peliharaan). Manil jg mjd generasi muda hewan peliharaan di rumah gw yg mengikuti jejak para pendahulunya, seperti alumni :
  • rombongan ayam kampung gw masih bingung, knp dulu nyokap melihara ayam2 ini..bikin sebel, krn tiap maghrib yg ada ribet manggilin ayam2 itu utk pada pulang),
  • rombongan burung perkutut dan tekukur  sama spt diatas, krn gw gak gitu suka unggas sih… jadi kesan gw biasa2 aja
  • Floody-the-cat  Floody yaitu kucing hitam putih pertama gw, yg kerjaannya tidak banyak (emang kerjaan kucing itu apa sih?) .. SI Floody ini hanya mengeong, berjalan mondar – mandir di ruang tamu, mijet2in badan, dan menebarkan benihnya ke kucing2 cewek di kampung.. di floddy ini nih yg menciptakan cikal bakal, begitu bejibunnya kucing kampung-hitam-putih di jalanan depan rumah gw)

 

diatas ini adl salah dua keturunan Floody dr istri pertamanya … 
 
 
Kembali ke Menil ajah..
 
(sebelumnya melalui blog ini gw ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar2nya kepada mamak dan saudara kandung nya si Menil, karena telah membawanya ketika tenga main2 di pinggir jalan dengan penuh semangat.. alasan waktu itu, adl demi keselamatan dia spy tidak ketubruk mobil… *pdh emang pgn gw ambil sih *)

 

Sebenarnya gw gak mau ngasih nama Menil .,,maunya ngasih nama yang agak macho selayaknya kucing jantang seperti Rocky, Leonard, Rambo, James, atau Johny .. Tapi jangankan jantan, macho aja dia gak cocok, apalagi kasih nama2 imut seperti Pus-Pus, Puppy, Puspita ke dia, nggak cocoook banget deeh …. Karena secara fisik, si Menil ini pada dasarnya emang tidak macho, bahkan  tidak imut pula, maka idealisnya, gw putuskan untuk mengambil namanya berdasarkan kejadian atau lokasi tempat dia ditemukan..


* Intermezzo …Seperti asal muasal nama dari seniornya, si Floody .. Floody ini angkatan 2002 dan namanya diambil ketika Jakarta kala itu sedang banjir besar. Jadi nama Floody = Flood = Banjir  *hweee hwe.*.
 
Jadi awalnya gw pengen kasih nama Menil sama dengan nama tempat pertama kali kami berjumpa yaitu Ciki (dari Cikini) atau Mekdi (dari McD) …What a Creative Name, rite? *cuiih * .. tapi karena mbak Apin (seorang staff ahli di rumah dgn karakter yg cukup ajaib), susah melafalkan namanya,  dan alasannya bahwa dia melihat si kucing baru ini kalo berjalan goyangan pantatnya seperti berirama indal-indul, maka dia hanya bisa menyebutnya dengan nama Menil … dan karena itu, maka scr resmi dipanggillah kucing gw ini Menil Uwil Uwil..

Sayangnya  (dr kacamata manusia) wajah si Menil ini termasuk kategori..gak cakep-cakep amat….seharusnya yaah, kalau kucing jantan tuh penampakannya harus seperti kucing lelaki dong yaa .. yang berbadan besar, lehernya pun besar, dan suara meongan-nya itu harus penuh karisma serta bersahaja … pokoknya impian gw tuh harus seperti bayi harimau.. (walaupun image suara yg gw denger sebenernya itu adalah suara kucing garong, atau suara kucing yg lagi musim kawin di malam hari) ..tapi si Menil ini, yah rata2 deeh..

Nilai rata-rata pada wajah Menil ini ditambah lagi dengan tidak begitu banyak kucing-kucing betina yang mengejar2nya ini sampai ke rumah (serius! kalo kucing2 pada berdatangan mereka selalu mengintilin Mbak Apin …padahal si Menil udah pose gaya tebar pesona, tapi Mbak Apin tetap merebut pangsa pasar para kucing2 betina di komplek gw..mungkin karena selain mereka mengejar Mbak Apin untuk minta jatah makan, sebenernya Mbak Apin memiliki sex appeal tersendiri yang menarik minat para kucing2).
 
Antara Mbak Apin dan Menil ini sering terjadi kolaborasi yg aneh, kadang mereka rukun yg saking rukunnya sampai2 si Menil ini nggak mau lepas dari Mbak Apin, tapi ya itu, saking rukunnya mrk jg ajaib … Ajaibnya, krn pernah gw jumpai mereka berdua sedang bertengger mencari buah di atas pohon rambutan mini di halaman rumah  … * Astagaaa, untungnya nggak ambruk tuh pohon*
 
Ada lagi yg bikin gw cukup shock .. pernah waktu pulang dari kantor, gw kaget karena diantara tumpukan boneka2 yg di mobil gw kok tiba2 ada si Menil yg dengan nyamannya tiduran dan bertengger di dalamnya, yaah ilaaah untungnya gw segera datang dan mengeluarkannya, coba kalau terlambat.. bisa2 besok Menil kebawa sampai kantor deh … Yg bikin gw bingung, ketika gw interograsi seisi rumah, mrk tidak ada yg merasa membuka mobil apalagi memasukkan Menil di dalamnya …emang bisa ya, kucing masuk sendiri kedalam mobil? iiih ,ada2 aja tuh kelakuan…
 
Selain itu, ada lagi cerita dari Si Menil ini … Ceritanya, beberapa hari setelah gw balik dari mudik Lebaran 2006 ke yogya, sesampainya di rumah, gw perhatikan sepertinya ada yang berbeda dengan si Menil ini, … well masih ke-kucing-kucing-an sih tapi dari fisik sepertinya ada yang aneh…

Semakin lama gw perhatikan

Ternyata

Si Menil

Gak punya kumis

Alias

Brondooolllll


AAAAAAAAAAARGGGGGGGGGGHHHHHHH

<!–

Iklan

12 pemikiran pada “My pet’s story ….’Episode Menil the Cat’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s