Meet the Ottoboy

Halo,,, maaf ya kalau gue rada2 susah untuk mulai menulis lagi. Terlepas saking lamanya hiatus dari blogging, masuk ke blogspot setelah bedol desa dari multiply tetap aja kagok. Dengan adanya rumah kontrakan baru ini gue berniat kelarin draft2 postingan yang mangkrak sejak jaman kuda belum bisa gigit jari.

Q : Apa kabar sekarang? Gimana kabar kehamilan?
A : Doyan banget makan. Dalihnya sih over jackpot, padahal sebenarnya pembenaran gue untuk boleh makan apapun. Berat badan gue naik 26 kg dengan penuh semangat.. Hororrr banget. Kalau pernah ketemu gue pasti “Senggol langsung ngglundhung”. Badan seberat Bison, walau sepertinya si bison keberatan juga disama’in ama gue.   
 
Q : Persalinan?
A : Karena kurangnya info, gue tidak mencari RS yang pro kelahiran normal dan IMD. Jadi proses melahirkan yg gue lalui adalah separo persalinan normal, sisanya SC (iyak jadi gue dapat sakit dua-duanya). Saat yang paling menderita adalah ketika tiba saat harus diperiksa dalam,, padahal betapa bencinya gue dengan proses itu. Kesan pertama waktu ketemu alat vaginator saja sangat menyakitkan,, apalagi ini diobok2 melulu ciiiih ciiihh cuiiiih deh 
 
Q : Proses pencarian nama?
A : intermezzo
Nama suami gue Ottoman, sangat tidak lazim untuk nama pria Indonesia. Entah berapa episode dalam kehidupannya dia mempertanyakan arti namanya ke mertua gue,, 
jawaban mertua gue?
 
Nama kaisar Turki nak, selain itu karena kamu lahir di bulan Oktober dan putranya papa-Sulaiman,, Mama gabungin deh jadinya Ottoman.” 
 
Berangkat dari itu, kita berdua coba menggabungkan nama-nama kami,, siapa tau cocok untuk si baby. Dan hasilnya, bikin gak semangat:
  1. Deot    : kalo nanti peot, gimana?
  2. Odette : nama salah satu tokoh Barbie. Sementara itu, anak gue cowok. Ya gak papa sih kalau mau jd ballerina,, tp kan berabe kalo dia rebutan pengen jd Black Swan
  3. Ode     : errrr…. kenapa terintegrasi jadi overdosis ya?
  4. Detto   : beda tipis yah sama sabun higienis
  5. Tode   : misalnya nama panjangnya jadi Toderojing terojing terojing,, terorerorejing torejing torejing *nyanyik*
Berbagai variasi singkatan nama lainnya yang makin lama semakin maksain :p. Hingga pada suatu hari, suami gue sepertinya mendapatkan satu inspirasi:
 
Suami  : ” Dhek,, aku dah ketemu ide buat nama anak kita”
Aku       : ” Siapa mas?” (lagi sibuk gegoleran di tempat tidur, bisa bolak tapi gak bisa balik)
Suami  : “Kalo Bapaknya Superman, anaknya Superboy kan yah.” 
Aku       : ” Jadiik, mau ngasih nama superotto yaaa? Hyooongalah jangan to mas,, nanti adeknya Supermi loooh.”
Suami   : “BUkan, nih ya bapaknya Ottoman,, kalau anak cowok namanya Ottoboy, dan kalo cewek namanya Ottogirl. HeHe.”
Aku       : ” HEEEEHHHH????” (gue yakin bahkan si baby di perut pun mendadak terjondhil-jondhil)
Suami  : “Setuju kan? Perlu cari kostum dari sekarang.. kalau perlu yang kancut merahnya diluar ya Dhek.”
Aku       : ….*mendadak kontraksi*
 
Q : Apakah kemudian namanya jadi Ottoboy?
A : Tentoe saja tidak,, Walau nickname-nya Ottoboi, kami membuat nama yang sebenarnya beberapa saat sebelum deadline akte kelahiran anak gue harus dibuat. 
 
 
Demikian postingan kilat ini selesai dibuat,, draft ini sebenernya sudah ada sejak Aidan masih ASIX sekitar setahun yang lalu,, sekarang mah sudah toddler,, sudah melangsing tidak seperti bayi (sementara emaknya masih sibuk sering disangka hamil lagi).
 

 

radila rezani copy
radila rezani copy
 

Satu pemikiran pada “Meet the Ottoboy

  1. Ping-balik: Suatu hari di dunia Ottoboy.. | Jerapah Keriting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s