Thailand. Part 1 ~~ Nyaris Ketinggalan Pesawat

Tadinya tulisan ini dibuat tahun 2009 tapi ternyata sampai 2013 belum juga kelar. Ya maklum aja soalnya sedang tugas negara,, dolar sedang naik kan, makanya sibuk banget revisi neraca keuangan RAPBN 2014..  Nggak ding, intinya akhir-akhir ini gue harus lebih banyak konsentrasi saja. Iya, gue butuh berkonsentrasi tinggi waktu nyuci, nyapu, ngepel, nyetrika dan angon bocah..

sini,mas Won Bin.. sit up sama akiyuh
***
Jadi, rasanya baru kemarin gue, +Diana T.W  dan Bunga melakukan studi banding ke luar. Tewe dan Bunga yang studi, gue yang membandingkan. Loh kok baru kelar report-nya? Anu’ soalnya kan nganu, dulu pas abis pulang, gue ngapa-ngapain, terus gue digagahi suami, terus gue bunting, terus gue beranak… gak kerasa baru sekarang bisa kelarin semua hutang draft.. Ish alasan, padahal mah dasanya emang pemalas… *lempar pakai talenan,, terus sambil berlinang air mata, betulin kemben.. balik maning goyang itik bareng Zaskia Gultik*
Memangnya gue masih ingat ceritanya? Eits jangan salah, jaman gue eS-De dulu selalu minum Hemaviton jadi otak gue setajam kuku-nya mbak Syahrini,,, cetar men waktu ngerjain soal Ebtanas. Pokoknya jangan diragukan dah ingatan memori gue *brb nyontek dulu ke itenary blog sama kumpulan foto-foto trip di FB*…
Pokoknya peraturannya adalah lebih baik terlambat daripada nggak datang bulan sama sekali, kan kalau test pack garisnya dua.. bisa panik dong ya… eh maksudnya gak kelar sama sekali
***
April 2009.
Pada suatu hari yang damai, gue melihat promo Air Asia ke London yang muraaaaah banget, kalau nggak salah pulang-pergi Rp 4 juta.. Dengan niat mulia khas sagitarius, gue mengajak beberapa teman. Yang penting tiket dulu di tangan, masalah akomodasi kita bisa cari tumpangan. Kan gue masih ada hubungan saudara-jauh-saudara-jauuuuuuh-banget sama Ratu Elizabeth,. bahkan saking jauhnya hubungan kami berdasarkan satu keturunan yaitu mbah kakung Adam sama mbah putri Hawa…
Tapi seperti biasa lah yaaaa,,, semangat diawal, mentok ke realita,, yaitu rekening tabungan. Pret-dut-dut-dut-creeeeeet. Jadi daripada gagal sama sekali mending kita melarikan diri ke yang deket-deket dulu, ya deketnya gak Penjaringan-Bojong Gede juga.. tapi ke tempat mas Leonardo Dikepruk’i eh Dicaprio berenang-renang senang ke… Thailand.

Eh tapi tiket pesawat-nya ternyata JKT-BKK-JKT. Lah terus kita seminggu mau di Bangkok? Gak afdol ah, pokoknya kita harus melompati pulau satu ke pulau lainnya. Jadi revisi destinasi Jakarta-Bangkok-pulau-pulau disana-Bangkok-Jakarta. Pantaaii, asyiik kita bisa masak rendang di sana.. eh,, nggak ya, yadeh kita bisa senam SKJ kaan…

Yang mau senam SJK 88 mana suaranyaah..!!

Meeting Koordinasi

Untuk mempermudah, rencananya kami membuat blog yang bisa dioperasikan bersama. Yang pertama dilakukan adalah : cari nama travelling-blog.

Pekerjaan ini sih yang lebih banyak menyita waktu dibanding fokus utamanya yaitu bikin itenary dan booking tiket sana sini.  Bayangan gue nih ya, nama travelling-blog yang terdiri dari wanita-wanita manis seperti kita seharusnya mempunyai nickname yang manis juga lah yaa:
Misalnya :
  • Girls Generations
  • SNSD… eh jangan deh, nanti kepeleset jadi SDNS 01 *baca: SD Negeri Sawangan 01 Pagi*
  • Bebek-Ngebut-Kejepit-Jerapah-Keriting dan Betteronholiday (kalau blog kita digabungkan rasanya seperti rombongan wisata rohani kebun binatang Ragunan)
  • Tiga Cewek Badung (sungguh mirip sekali dengan Julie-Cecile-Clara *OMG-Dragon gue masih hapal nama-nama karakternya, sungguh dahsyat)
  • Tiga Serangkai (gak sekalian Erlangga atau Elex media komputindo?)
  • BBB (Bukan Bahenol Biasa)

Tapi berhubung mau island hoping ke Krabbi, akhirnya nama yang dipakai adalah …

jeng jeng jeng *suara babon bison berjatuhan*… 
Krabbipatty 

 

TADDAAAA ..Dan secara resmi terbentuklah krabbipatty.tumblr.com. #ceileh #benerin_daster #pakai_lipen_setip

Nah ini dia anggota-anggotanya (kok kedengarannya jadi mirip sama serabi pete sik)
eh salaaahhh bukan ini,,, ini kan Manis Manja Group
dari atas ke bawah: Bunga, Tewe, gue.
mirip formasi Trio Macan cabang Pacitan, bukan? *oh sungguh rhyme* *tinggal puntir2 kepala dan rambut-hasilnya foto yang blur*

…… beberapa bulan kemudian…..

aku seperti pakai kostum narapidana
Setelah melalui sesi after office, beberapa gelas starbucks, sebuah kaos Team Edward Cullen pemberian Bunga, dan beberapa kali fota-foto gak jelas, akhirnya selesai sudah itenary-nya. Yihaaaa, kita siap jalan-jalaaaan kere mempesona.

Etapikan, liburan masih dengan status sebagai karyawan, jadi tetep harus minta ijin cuti lah ya. Untungnya gue punya bos baik hati yang doyan ketawa, iyah bener-bener suka tertawa, jadi gue ‘ngaku’ ke bos kalau mau honeymoon dengan suami…
di ruang rapat kantor
Gue                  : ” Bubos,, saya cuti 4 hariii ya..” *kasihan, cuti kok 4 hari. 4 bulan, ngonoooo*
Bubos      : ” Mau kemana? Ama siapa? Ngapain? Aku kayak nyanyi lagu dangdut ya hikikikkikkk? Pulang bawa media order lho hikhkikik huahea ehaehahahakkkk ehakehaak….” *kenapa dese jadi ngakak histeris gituh?..*
Gue                  : ” Hikikikkkikikk… aaah Bubos..ya hanimuun laah huikikikikkkk”
Bubos              : ” Hikikkkkhuihiihihihi…”

~~ memang kuncinya kalau ngobrol sama mantan Mbak Bubos gue yang satu ini kita harus saling berbalas cekikikan gak jelas,, biasanya kalau kasih alasan pakai ngikik, ijin lebih gampang keluar ~~

Untung dese demen ngikik, coba kalau do’i judes dan hobinya ngerjain matematika.. ish.. gue pasti suruh mengerjakan soal trigonometri..

Cuti? Opo iku cuti?

Pokoknya tidak akan ada satupun yang mampu menghentikan gue cuti.. ermm… kecuali.. kalau dia…

Iya Abang, eneng nggak pergi,,, sini, mau eneng kerok’in?
***
Hari keberangkatan
Flight sore pada hari rabu 11 November 2009. Tentoe sadja paginya gue masih ngantor. Sayang kan, jatah cuti yang cuma tinggal berapa batang gitu dihabiskan dengan bermacet-macet ria di Jakarta. Jadi, after lunch gue ke rumah tewe… minta ijin ke bos untuk visit ke klien, pas berangkat cukup phonecall aja, pastikan semua kerjaaan sebelum cuti sudah beres, media order sudah difax jadi lo bisa cuti dengan tenang. Aduh kalau udah ada media order, lo minta ijin ke bulan untuk bercocok tanam pasti dikabulkan, yakin deh. Nah kira-kira seperti itulah penggambaran kedahsyatan sebuah media order.
Gue tiba dirumah Tewe dan seperti biasa, si miss deadline, Bunga jam 12 belum packing. Telpon-telponan dia sedang mengalami panic attack karena baju2 yang rencananya akan dibawa baru selesai dicuci dan belum kering,. *tepok pantat, karena tepok jidat is so last century yu nauuuuw*
Tapi bukan Bunga namanya kalau ngga berhasil disaat-saat akhir.. dia sampai dengan selamat tepat jam 1 atau jam 2 ya,, pokoknya yang mepet nista aja gitu. Sudah bukan sport jantung lagi, tapi sudah ajojing-sambil-ajeb-ajeb-jantung deh.
Sebelum berangkat dan diantar supirnya Tewe, pastinya kita pamit-pamitan dong dengan Ibu Haris, alias mamaknya Tewe:
Gadis-gadis lugu   : ” Tanteee,,pamit ya Tan, tenang aja Tan, Tewe aman bersama kita”

Mamaknya Tewe   : ” Hayoo, nanti kalian mau liat Tiger Show ya… sama yang nganu’, itu lo yang mbukak tutup botol pakai me*BIIIIIP-sensor-*ek kaaan? hihihihihi”
Gadis-gadis lugu   : ” HAH, iii apaan itu Tante,, gimana caranya?”
Mamaknya Tewe : *ngikik bahagia* *meninggalkan kami dengan misteri Gunung Merapi*

dan sampai detik ini gue masih belum tau bagaimana cara membuka tutup botol seperti yang diceritakan

***

Sambil bernyanyi riang, kita berangkat diantar supir tewe ke bandara. Seingat gue Air Asia berangkat melalui terminal 3 jadi dengan pedenya kami kesana.

Entah gue lupa, pokoknya beberapa menit sebelum boarding, kami tiba di terminal tiga. Lega sekali karena bandara yang belum lama dioperasikan ini masih sepiiii.. Waww pasti lancar. Membandingkan dengan terminal 2 yang selalu padat atau terminal 1 yang nasibnya beda tipis dengan terminal bus rasanya asyik banget kalau kita akan check in di terminal 3. Cinta banget kan looooo ama air asia, sudah punya terminat sendiri men! Ya gaak? Ya gaaak?

Baru sampai di counter check in,,,  Loh kok sepi amat, ini antrian check in atau antrian di apotik century yang lebih banyak penjaga counternya dari pada pembelinya. Bisa check in gak nih?
Petugas counter: ” Mau kemana mbak-mbaknya?”
Kami                      : “Mau check in, Mbak,, Air Asia flight ke Thailand”
Petugas                 : ” Ooooh… bukan disini, ini untuk flight domestik,,, mbak-mbaknya harus ke penerbangan internasional di terminal dua” … kompak semua pada paduan suara.
Kami                        : ” Aaaaasemik, modhiarooo.. kenapa gak ngomong dari tadi siiih?” Nggak dong, realitanya kita cuma bilang…. ” Oh salah ya Mbak,, HaHaHa.. Kira’in di terminal 3, kan Air Asia..”
dan langsung ambil langkah lima ratus ribu..
YA AMMPUUUUUNN BODOOOH BANGET SIIIIK... yaiyaaalahaa terminal 2 dooong cyiin.. Wah gagal dah mau go interneszyenel menyusul agnez yoo, secara check in aja nggak tau tempatnya dimana..

Langsung terbirit-birit, walau mungkin penampakan kami lebih mirip rombongan tkw yang kabur dikejar mucikari.

 

Adegan tegang melebihi film Bourne Ultimatum

” Bang supiiiiiirrr jangan pulang dulu,,,, cepetan balik siiiniii.. terminalnya salaaaaahhh”. Tewe sudah njerit-njerit panik.
Gue dan Bunga saat itu ngapain ya? mungkin cuma bisa zikir.. pucetnya beda tipis sama para caleg yang nunggu hasil pemungutan suara
.

Berasa nunggunya lama sekali.. sepertinya gue bisa pemanasan keliling lapangan dulu.

 

Ketika  mobil sampai, kami semua masuk kemruyuk seperti ayam-ayam negeri yang siap diantar ke rumah jagal… eh terlalu sadis, mau lebih kerennya kami seperti para peserta Amazing Race (yang urutan paling buncit) soalnya salah masuk pintu gerbang yang bukan mendekati garis finish malah nyasar gak karuan.

***

 

Sampai di terminal 2
Tewe  pesen ke supirnya untuk menunggu, siapa tau kami harus dioper lagi ke terminal bayangan lainnya (ini sebenernya naik omprengan metromini apa pesawat sik?)
Kami berlari berhamburan kesana kemari ngacir nggak karuan menerobos para antrian check-in yang siap travelling cantik dengan koper2 roda empat mereka.
Selesai? Selagi kita ngibrit ke gate immigrasi ternyata masih ada satu urusan lagi yang belum. NPWP.

Astagaah harus ke loket nulis-nulis data NPWP dulu daripada harus bayar berapa ratus ribu. Cis ga sudi banget.

Akhirnya selesai semua. Setelah lewat proses imigrasi, perjalanan ngacir kami yang terakhir adalah sprint ke boarding gate..

Gue gak tau bagaimana ceritanya, tapi akhirnya kami bertiga bisa duduk manis di kursi pesawat. Mungkin Tuhan menyuruh kami untuk kardio terlebih dahulu, biar latihan otot jantung jadi lebih kuat (walau nafas tinggal tiga biji). Ketahuan kan gak pernah olah raga.

Siapp-siap take off.. foto-foto lagi didalam pesawat… *hadeuuuh*

Yihaaaaa, libur tlah tibaaa.. libur tlah tibaa.. horee..horeeee,,*backsound Tasya sedang nyanyik*

Lalalala… yeyeyeye.. Lalalala, Yeyeyeye

eh tapi.. kok lancar banget.. ada perasaan yang gak enak, pasti ada sesuatu yang gak beres..

TELPOOONN BUNYIIIKK… eh nggak dhing…. KEERIIIIIING…KRIIING..KRIIING

Ish itu norak banget sih penumpang kok gak matiin handphone,,, mau dimarahin pramugari dan dihujat satu penumpang pesawat, apah?

KEEERIIIIINNNG… KERRRIIIINNG

Laaah,, itu dari handphone-nya Tewe? Astagah, ternyata dari si mas supir… jangan-jangan ada yang ketinggalan…

Mas supir : ” Mba tewe, masih lama gak? Saya masih diparkiran..saya boleh pulang nggak mbak.” Nelongso
Tewe       : ” Huaaaaa sudah di pesawat paaaak!! Pulang paaaaak, kita sudah di pesawat…!!”.. jeritannya mirip isteri yang lagi kontraksi, tapi malah ditinggal suami mudik ke istri muda..

Iya, kita lupa kalau si Pak Supir masih menunggu di bandara. Dia masih setia menanti telpon dari anak majikannya. Iya kalau kita ingat, kalau ternyata baru ingat setelah sampai di Thailand? Pasti mas Supir akan mengutuk kita gak bisa kentut selama tujuh turunan…. HIIIYY seremm kan? kaan?

Take off…. semoga jangan bosan ya karena masih bersambung ke hari-hari berikutnya….
Iklan

6 pemikiran pada “Thailand. Part 1 ~~ Nyaris Ketinggalan Pesawat

  1. Ping-balik: Thailand Part 3 ~~ Antara Krabi dan Bangkok, terdapat Bombay Tekstil | Jerapah Keriting

  2. Ping-balik: Status jadul, kalau dibuang sayang.. | Jerapah Keriting

  3. Ririn Ruby

    Halo Dewi! Salam kenal dari Malaysia. Aduh lucu banget sih ini ceritanya! Beneran sy sampe nahan ketawa ngakak krn baca blog ini sambil ngelonin anak bobo siang 😃🙈😆😆
    Oh, btw… cerita ttg penari yg buka tutup botol pake vagina itu emang bener adanya..teman sy pernah cerita dia bersama ganknya pergi ke Thailand thn 2007 dan melihat pertunjukan itu. Teman sy pas cerita masih tersisa ekspresi wajah yg takjub krn katanya sampe kedengaran “krik krek krikkk….” Terus terbuka deh tutup botolnya 🙈😁🙈

    Suka

    1. Haii Ririin, salam kenal juga.. wah dirimu tinggal di Malaysia ya?

      hihihi, aku jadi ge er deh.. seneng kalau ada yg terhibur baca cerita2 gak jelaskuu..

      waaaaakkkss temenmu lihat, aduuuhh ngebayanginnya aja ngiliuu.. Ibuku jg waktu ke sana juga cerita show ini, aku tanya apa kesannya cuma disuruh lihat orang begonoan hahahha..

      Suka

  4. Ririn Ruby

    Iya Dew… sy tinggal di Malaysia.. Teman sy tuh pas lihat show itu sebenernya (katanya) dia gak mau tapi diseret seret sama teman lainnya utk nonton.. Ya udah deh, kejadian deh dia nonton juga sambil merem melek dan berasa ngilu katanya… Ih gokil ya, ada ada aja hahaha😆😆🙈

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s