Nguping Ibuku.. part. 3

Tadinya mau melanjutkan postingan tentang Yogya Trip, tapi ternyata aku ngga mood bin malas.. Apalagi Jakarta sedang musim nyamuk. Iyah, serangan membabi buta dari rombongan nyamuk itu *padahal apa salah babi, kok dia harus jadi buta?*.

Jadi daripada tidak ada tulisan sama sekali, sekarang gue bikin rekapitulasi cerita tentang Ibuku lagi aja ya..

 ***

Dalam episode jalan-jalan dengan Ibuk.

  • Rasakan saja, jangan dibayangkan wajahnya.. 

Lokasi : Tikar di Monas. 

Sambil gegoleran, Ibuku memesan Kerak Telor. Masalahnya, dari dulu sampai sekarang gue selalu tidak cocok dengan rasanya..

Gue    : ” Rasanya biasa banget ya buk.”
Ibuk   : ” Ya semua kerak telor begitu, kan sudah di princess.”
Gue    : ” Princess? Barbie? Disney?..
Ibuk   : ” Itu lo princess yang beli dimana-mana semua rasanya sama..”
Gue    : ” Itu franchise ah buu..”
Ibuk   : ” Emang tadi Ibuk ngomong apa?”
  • Lihat kebun teh ala anak hipster..
Lokasi : Kebun teh Puncak. 
Saat itu perjalanan ke Puncak terhitung lancar karena tengah diberlakukan sistem buka tutup. Baru kali itu gue melihat begitu banyak polisi sibuk mensterilkan jalan. Aku jadi ngga enak, udahnya jarang ke puncak.. eh sekalinya pergi, jalannya dikosongin.#hidih #siapagueh #itu_presiden_yang_mau_lewat_kalii
Setelah tiba di Puncak dan melakukan ritual ala turis ibukota, seperti minum teh dan naik kuda, kami melanjutkan perjalanan mencari tempat yang nyaman untuk melihat sunset. Nah, selama perjalanan menuju puncak gemilang cahaya, gue mengandalkan Ibuk sebagai navigator.

Naik turun.. belok kanan.. belok kiri.. mentok putar balik.. akhirnya kami berhenti di hamparan rumput yang berada di depan salah satu bangunan. Spot ini dirasa cukup strategis karena dekat dengan air mancur dan toilet yang bersih.

Nah ini dia tempatnya.
Sambil piknik, pandangan kami terfokus pada lobi bangunan didepan.
Ibuk  : ” Untung kamu ke puncak ama Ibuk. Jarang2 kan wi, makan dengan pemandangan seperti ini..” 
Gue  : ” Iya bu soalnya cuma kita yang piknik di depan pabrik teh..”
  • Apalah arti sebuah label harga?  
Lokasi : Sebuah mall ternama di Jakarta Pusat.
Ibuk ingin mampir ke salah salah satu departemen store yang sedang sale.
Gue mendapatkan serangan panik menyaksikan Ibu berjalan menuju fitting room. Iya, dalam banyak hal, terutama shopping, Ibuku itu impulsif sekali. Wajar kan kalau gue lega ketika menyusul ke dalam dan mendapati Ibuk hanya mematut sebuah kemeja putih lengan panjang.
Ibuk : ” Bagus kan wi. Diskon. Ibu beli ini aja ah murah cuma Rp. 200ribu.”
Gue  : .. curiga. Ngintip label “Iya bu murah, jadi cuma Rp 2 juta..”
 
Untung, ingat di semua kejadian harus ada untungnya.. Kami sadar tidak didepan mbak kasir. Kalau iya.. aa.. aa..ku tak.. sanggup membayangkannya.
  • Sudahnya bisa bikin uang, mobilnya keren lagi..
Lokasi : Kemacetan jalan ibu kota.
Sambil misuh-misuh menikmati kemacetan Jakarta, kami memperhatikan deretan gedung-gedung di sepanjang jalan Sarinah-Thamrin.
Gw      : ” Ooh jadi ini kantor kementrian agama ya.. Bukannya dulu RRI?”
Ibuk    : ” Bukan, ini kantornya apa itu.. yang mobilnya bagus. Nah, Ferrari.”


.. menatap gedung yang bentuknya ‘kantor pemerintah’ banget.. Yakin. Gak mungkin banget sekelas Ferrari mau berkantor disana..

Gue  : ” Ngga mungkinnnn…”

Ibuk  : ” Ngga percaya tho kamu?”
Gue  : ” Ya darimana juga bisa majang mobilnya.. Buluk gitu kantornya.”
Ibuk : ” Ferrari itu yang kerjaannya nyetak duit, kan? Enak banget ya uangnya banyak.”
Gue  : ” Hastagaaah.. bukan Ferari buk, itu Perum Perruri…”

Kalau sedang ala-ala Mommy Daughter relationship.

  • Bukan vegetarian, ini bahan-bangunantarian..
Gue    : ” Ibuk, tamu-tamunya mau disugihin cemilan apa?”
Ibuk   : “.. Itu ada gypsum..”
Gue    : ” gypsum?”
Ibuk   : ” Yang kayak empek-empek itu.. ibuk angetin di kukusan magic jar.”
Gue    : .. *buka magic jar* ” Ini dimsum, Ibuk..”
… Eh tapi, siapa tau teman-temannya Ibu sebenarnya suka ngemil gypsum, eternit, plafon dan minumannya cat tembok… Siapa tauuu
  • Biar ngga ngerti, asal setuju saja..
Ibuk : ” Wi mbakmu nitip dibelin hgwy*%0nhv@#nr87twda esens, mukanya cerah..”
Gue   : ” Heh?”
Ibuk  : ” Itu loh huahi#$jk*0ggfsbcza*vgr%pojyhvudh97aidui esens.”
Gue   : ” Haah? Oooh ituu… Oke. Oke.”
Ibuk   : ” Mbuh wi,, Hah… Heeh… Hah… Heh..”
  • Ibuk, aku tuh adik ketemu gede-nya Jo In Sung..

Ibuk     : ” Kamu tak perhatiin makin lama kayak anak laki si. Jadi mirip Heri.”
Gue      : ” Heri, anak kos ibu yang ganteng itu kan?”
Ibuk     : ” Bukan, Heri itu tukang yang ngecat rumah Ibuk..”

aaakk.. aaakk.. ini aku mau keselek apa lagi ini *cari barang-barang yang bisa ditelan.

.. Haee.. kenalkan nama saya Heri… Alias Heriam Belina…
  • Jadi, tadi ngomongin apa? 
Anchor news : ” Presiden terpilih Joko Widodo.. blablabla.. “
Gue    : ” Nah, jadi tuh ya bu Jokowi itu blabalbal..blablabla…”
Ibuk   : ” Sek to, diem dulu Ibuk ngga dengar beritanya..”
Gue    : ….
Ibuk   : ” Tuh kan, kamu si ngomong terus tadi jadi Ibuk ngga denger..”
Gue    : ” Ya kan ngomong dikit aja kook..”
Ibuk   : ” Diemo sek to,. ini ngga kedengaran..”
Gue     : ” Naini udah diem, malah Ibuk yang bicara terus..”
.. ora uwis uwis.. ketika sama-sama diam,,

Anchor news  : “.. Berita selanjutnya..”
.. Eh, apa itu tadi? Kami masih nggak ngerti juga berita Jokowi tentang apa…
  • Robin WIlliam who? 
Gue   : ” Ibuk!! Robin wiliam mati bu!!”
Ibuk  : ” HAH?? Yha ampun kasihan..”
Gue   : ” Gantung diri dia.”
Ibuk  : ” Ya ampun!! Padahal kan dia orang kaya. Eh yang kaya siapa ya?”
Gue   : .. mulai sadar.. ” Ibuk tau Robin Williams kan? Artis barat?”
Ibuk  : .. melengos, kembali masak.. ” Yo orangertii..”
  • Langsung diem, dan ngukur lingkar perut..
Gue   : ” Robin Williams bunuh dirinya karena depresi.”
Ibuk  : Itu, apa itu namanya sebabnya lolebih ya?”
Gue   : ” Hee??”
Ibuk  : ” Itu looo lolebai... Yang Marshanda ituuu.”
Gue   : ” Haa? Bipolar?”
Ibuk  : ” Nah iya itu loh yang katanya beda-beda kepribadian.. Lolebar kan?”
.. Iya buuukk.. Aku lebar buuk, lebuaaar…
  • Dikasih bumbu dapur, pasti lebih nikmat..

Ibuku itu fans berat kopi sekaligus penggemar oleh-oleh. Jadi tau dong oleh-oleh apa yang paling berkesan untuk Ibuku. Iya. Kopi. Kebetulan gue punya dua-duanya untuk Ibuk.

 Gue    : ” Ibuk, ini aku dikasih oleh-oleh temanku kopi laos. Cobain deh.”
Ibuk    : ” NGGAK MAU AKU!!”
Gue     : ” Ih tumben, yaudaasik kalau nggak mau. Segitunya amat. Namanya juga oleh-oleh, liat aja belum.”
Ibuk    : ” NGGAK MAU!! Karepmu opo? Pokoknya Ibuk ngga mau dipaksa. Kok disuruh minum kopi laos.”
Gue    : ” Ini bukan kopi laos.. ini kopi dari Laos.”
Ibuk   : ” Apalagi itu. Aneh-aneh aja sekarang ini, ada lagi kopi laos.”
Gue    : ” Eh, sebenernya Ibuk tau ngga kalau ada negara namanya Laos.. ”
Ibuk   : ” Nngg.. nggak tau.”
Gue     : …..

… problem solved…

Mungkin kalau nanti gue membawa Kopi Kamboja, Ibuk akan menyiram gue dengan rangkaian kalung bawang putih.. Nggak bakalan mau, karena daripada bunga kamboja beliau pasti lebih memilih teh bunga melati..

Iklan

6 pemikiran pada “Nguping Ibuku.. part. 3

  1. Bahahahahahahhak! Nginget2, apaaaa yg mau dibuka kalo udah isi pulsa flash. Inilahhh diaaaaaa, dagelan ibukkkl :''')). Setelah aku terngguyu2 dengan ibu dan anak yg hahh hohh hahhh, ngomong apaan sikkkk?? Ditutup oleh kopi laos *nangis*, mungkin ibu mbayangke kopi panas campur laos, jae lan konco2ne. Aduh mbak, nek bikin buku royaltine 70% nggo ibukkk :)))

    Suka

  2. dilaaaaaaaaa haa… tiada yg lebih menyenangkan selain membaca komentarmu di TIAP postinganku.. bikiiiinn semangaaaa bgt hahhaa.. Iyesss… yakali aja kalau ada yg mau nerbitin ceritanya Ibuku 90% kasih daah hahhahaaha

    Suka

  3. Ping-balik: Nguping Ibuku.. Part. 4 | Jerapah Keriting

  4. Ping-balik: Nguping Ibuku #9 – Jerapah Keriting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s