“Sudah Isi Apa Belum?”

9f9c4-521998_441295465886730_128133487202931_1952065_1995034417_n
rumah bersih? apa itu rumah bersih?

Siapa bilang setelah memiliki anak akan bebas dari pertanyaan ini? Tentoe sadja masih lanjuut.. cuma variasi kalimatnya jadi seperti ini…

” Kok belum ada adeknya siih?”

Menurut pakem, seharusnya Aidan sudah punya adek. Biar dia tidak kesepian dan dilabeli negatif oleh orang-orang. Memang stereotype anak tunggal seperti apa sih? Itu yang manjalah, egoislah, kasihanlah, kuperlah, apalah, itulah, kuwilah, njempritlah, nganulah, begonolah…

Kok kayaknya kasihan sekali wahai mereka yang menjadi anak tunggal..

Padahal kalau menurut gue sih ya, kesiapan menjadi orang tua itu tidak bisa dipaksakan. Bisa saja dia memang tidak ingin memiliki momongan. Atau mungkin ia realistis, sehingga lebih bahagia dengan hanya memiliki anak tunggal. Ataupun bisa jadi tak kurang-kurangnya usaha untuk memiliki anak lagi.

Tapi apakah gue tidak rindu menimang baby lagi? Boong aja kalau ngga.. Gue dan suami pun sudah iseng nyari-nyari nama untuk anak perempuan kita. Namun setelah diskusi panjang lebar, semuanya kembali ke kesiapan diriku.. Suamik tidak menuntut harus memiliki berapa anak dan kapan gue harus hamil, karena yang memiliki kandungan kan aku, si perempuan.

Reaction GIF: throw up, disgust

Seandainya kami bisa berbagi tugas, mungkin lain ceritanya.. Misalnya gue yang hamil, suamik yang muntah-muntah, tidak doyan makan, berat badan naik sampai 25 kg udahlah mirip babon bison ngglundhung, lalu dia merasakan tiga hari kontraksi tapi tidak diikuti dengan bukaan yang berarti.. mungkin bisa dipertimbangkan lagi MUEHAHAHAHAHA..

Ah, seandainya kehamilan itu adalah sesuatu yang bisa diprediksi, tentu dengan mudah gue akan menjawab..

” Sebenarnya kami sedang memikirkan untuk mengambil paket kehamilan. Lebih bagus mana ya? Paket kehamilan Hamster atau Gajah? Kalau sesuai penanggalan hamster.. akan keluar dalam waktu dua minggu lagi.. tapi kalau sesuai dengan penanggalan kehamilan gajah maka akan lahir dua tahun lagi..

*Lalu diketawain Yang Maha Kuasa*

***

Tentang “Sudah Isi?”

Gue tidak menghakimi mereka yang sering bertanya apakah “sudah isi atau belum?”. Karena gue yakin, minimal sekali dalam umur hidup, kita pun pernah membicarakan mengenai konsep ‘memilik anak’ dengan teman-teman maupun saudara kita. Menurut gue, ini lebih merupakan wujud perhatian yang mampu kita berikan.

Lalu kenapa kalimat yang seharusnya sarat dengan rasa empayi ini bisa membuat sedih?

Bukan kalimat “Sudah Isi?” yang salah.. tapi kalimat dan reaksi selanjutnya itu loooh..

Ituh, yang sok tau.. seakan-akan dia yang paling mengetahui apa yang baik tentang seluruh hidup kita.

Aku pun pernah mengalaminya. Saat itu kami ‘kosong’ beberapa tahun dan sedang senang-senangnya memelihara kucing. Pada prinsipnya hamil, oke.. Belum hamil? Ya pacaran dulu. Apakah selama itu gue tidak dicibir orang lain? La kok enak..

Nih.. komentar yang pernah gue dapat : 

” Kamu emang ngga niat sih..”

” Ih.. kucing itu kan mbawa virus..”

” Ini Dewi sibuk aja ama kucing, bisa-bisa kalau ada anak.. lupa ama anaknya kucing aja ni yang diurus..hahahha “

Reaction GIF: are you kidding me?, sunglasses, Ryan Gosling, Crazy, Stupid, Love.
.. 2015 mau selesai masih nanya begonoan?..

Sakit hati, … mm lupa.. Sebel? Kayaknya sih iya, deh.. tapi yasudahlah.. gue tidak mengambil pusing. Lebih enak mengambil pisang goreng. Padahal kalau mau mikirin, pengen deh rasanya jejelin durian Ucok Medan… tapi utuh sekalian dengan kulitnya.

***

Tentang Persaingan Namun Berselimut Perhatian.

Nah, pasca melahirkan lebih seru lagi nih.. soalnya habis kalimat “Sudah Isi?” terbitlah pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut.. Seperti melahirkan normal atau c-section? ASI atau Sufor? Kena Mpasi Instan nggak? Masih ngantor atau berhenti kerja?  Lalu diikuti dengan nasihat-yang tidak diminta.

Lalu… keluarlah pertanyaan basa-basi-bossy berikutanya.

” Sudah bisa apa? KOK BELUM BISA INI?” *

Ketika anak lo masih dalam hitungan bulan.. dia harus sudah sepintar apa sih? Gue pernah menjawab..

” Oh Aidan baru aja bantuin gue ngangkat aqua galon”

huffingtonpost.comslide_317276_2917078_free
..lagi curhat anak GTM, dapat responnya “..oh anakku ngga pernah susah makan sih..”

Terus terang, gue tidak nyaman kalau bertemu sesama mama-mama yang dengan dalih memberi perhatian end up malah jadi ajang kompetisi..

Begini ceritanya.. 

Temanku, sebut saja Mama Bobo Ho

Mama Bobo Ho  : ” Gimana Aidan, sudah mulai ina inu?”

Gue                      : ” AIdan masih belum ina inu. Dia masih wekawekaweka niih..”

Mama Bobo Ho   : ” Kalau BObo HO sih dari sejak di kelas sudah mulai. Udah itu dikenal guru deh kalau BoboHO itu syalala.. wekawekaweka

Gue                       : “…”

Puhlease… zzzz..

Iya, bagi gue wacana “Kapan Kawin” dan “Sudah isi?” sudah biyasak. Tapi kalau membandingkan tumbuh kembang masing-masing anak? Sebel kagak.. bikin tertekan, iye.

***

Tentang Para Sesepuh Yang Kepo

Sering kan kita melihat para sesepuh yang bertanya pertanyaan ‘sensitif’ ini di muka umum. Soalnya itu adalah hal yang normal, kakakk. Iya bagi kebanyakan orang, sementara bagi yang bersangkutan? Belum tentu. Bagaimana coba kalau kita di posisinya? Mungkin saja dia sedih atau minimal sebelnya sampai ke ubun-ubun. Alih-alih mengungkapkan perasaan ke para sesepuh, yang ada cuma bisa menjawab seceria mungkin kemudian ngedumel di belakang.

Tapi pernah loh, sang sesepuh mendapat tegoran dari kalangan yang lebih muda. Ceritanya gue, teman gue, kia panggil saja Maia Estehmanis, Sang Sesepuh dan putrinya yang bernama samaran Sophia Lutjugak sedang berbincang-bincang. 

Sang Sesepuh        : ” Belum hamil juga ya? Sudah beberapa tahun nikah, kan?

Maia Estehmanis : ” Iya tante Alhamdulillah sehat.. maklum lah suami cuma ketemu tiga bulan sekali”

Sang Sesepuh       :  ” Sama aja kayak si Mawar anak tante, belum hamil juga sampai sekarang”

Kenapa yah beliau harus menyamakan dengan orang yang tidak ada di lokasi kejadian. Siapa tau Mawar ini belahan bumi sana sedang ngupil pakai dua jari eh masih juga disangkutpautin pembahasan kapan hamil ini.

Tiba-tiba Sophia Lutjugak ikut bersuara..

” Kenapa sih Mama harus nanya itu? Sadar ngga sih, kalau itu bikin setres loh, Ma.. Belajar dari orang-orang di luar sana Ma.. Ngga ada tuh yang ngurusin hal sensitif dan pribadi kayak orang-orang kita?”

Sang Sesepuh         : ” Loh apa yang salah, memangnya semua kebudayaan dari orang bule itu bagus? Masak harus nanya.. Eh mobil kamu berapa? Sudah punya rumah berapa?”

Sophia Lutjuga     : ” Tapi ya ngga begitu juga..”

Awkward banget situasinya yah? Pasteh..

***

Jadi kalimat pembuka percakapannya apa dong? Mari kita berpikir.. Bagaimana kalau:

“Apakah Anda sudah makan sayur hari ini? *ceritanya sedang menjalani hidup sehat*

” Kemarin 17 Agustusan masang lampu kelip-kelip di pagar rumah ngga?”.. *ceritanya nasionalis dari sudut pandang penggembira*

” Jadi sekarang selingkuhanmu siapa?”. Sumpah gue mendapatkan pertanyaan ini dari Om gue.. Ebuseeet ooom.

Kesimpulannya .. pertanyaan kepo akan selalu ada.. Semua ini tergantung dari bagaimana reaksi kita menanggapinya. Stay waras and keep watching klip dangut pantura aja, bagaimana? *lalu makin ngga waras*

***

Demikian tulisan ini dibuat tidak untuk menyindir dan menasihati siapa-siapa.. Ini sih lebih kepada hasil pemikiran gue di malam hari, sendiri sambil menatap perut buncit tapi tidak sedang hamil ini *burb* *kekenyangan makan durian*.

Jadi postingan ini gue tujukan untuk teman-teman dan pembaca di luar sana yang mungkin sedang mengalami situasi ini..

.. Untuk mereka yang masih lajang, seharusnya masih bersenang-senang dengan kebebasan waktunya, bertemu teman ataupun bebas berlibur tapi harus menghadapi pertanyaan “Kapan ni dikenalin pasangannya?”

… Untuk mereka yang sebenarnya masih senang pacaran eh terus dicecar pertanyaan “Kapan kawin?”

… Untuk mereka yang setelah menikah belum ingin memperoleh momongan ataupun untuk mereka yang mungkin sedang berikhtiar memperoleh keturunan..  eh masih juga dibombardir kalimat basa-basi-bossy ” Sudah Isi, atau belum?”

… Untuk mereka yang sudah memiliki anak dan sedang jungkir balik berperan sebagai orang tua, tetapi terus dibombardir dengan komentar “Kapan memberikan adek?”

… Untuk mereka yang sudah menjadi nenek-nenek dan secara rutin memperoleh wacana “Kapan Mantu? Kapan si anak hamil?”

Yang sabar ya. Semoga Tuhan dan alam semesta selalu mendukung semua rencana kita.

Dah neiiiikkk…

Iklan

22 pemikiran pada ““Sudah Isi Apa Belum?”

  1. Yg msh lajang dan ditanyain mulu kapan nikaaah… *ngacung sepenuh hati*. Harusnya mah ya nanyanya lebih kreatif, ditambahin dg: mau dibantuin bayar gedung gak? Mau dibantuin bayar catering gak? Biar gak senep2 amat ditanyain kapan kawin melulu. Haha *sekalian misuh2 krn semua persiapan kewong tuh mahal pisan* bahhaha

    Suka

    1. iya mba JOoo.. bahkan ada tetangga rumah ibuku yg ketemu aku.. wicis aku ngga kenal, dia nanyain loo apakah kakak gue yang sulung udah hamill..

      buseeet nanya hamilnya harus lewat beberapa cabang duluuu…

      Suka

  2. huakakakak emberrr nihhh anak baru 2 tahun udah pada nyamberrr jg kapan kasih adik lagi…apalagi kl nyetatus di FB..tetp tuh pd banding2in juga..-.- ya anak kan beda2..ga terlahir seragam, disapih kapan,lepas diapers kapan..kesanya jd pada guruin atau ngebanggain masing2 anak..aşh capcay emang:D pertanyaan2 super kepo sampai kiamat kyknya muncul terus

    Suka

    1. BENEEEERRRRR BANGET.. Status FB ituuu, weleeh weeelleeeeh..

      komen atau status, biasanya : blablablablaa.. itu orang tuanya gimana sih.. bablablablabalbala untungnya anakku blablabla…

      Hahhahaha.. ketawa aja bacanya. Kalau di Turki ngga ya mba Rahma?

      Disukai oleh 1 orang

  3. Aku dong, mau nyombong. Nikah udah, punya anak udah, kasih adik juga udah. TAPIIII… kok cewek lagi? Maka respon orang2 yg nyebelin di antaranya adalah sbb:

    – Lho, cewek lagi? Gapapa… (ya iyalah gapapa, emang kenapa?!)
    – Yaaaah… cewek lagi. *nada penyesalan* (brb mau asah pisau dapur karatan)
    – Ga usah pasang kb lah Bu, nambah satu lagilah yang cowok (semacam mirip dengan memilih PAKET KEHAMILAN ya..)
    – Nambah satu dong, yang cowok. Ga usah kuatir rejeki, rejeki mah Tuhan yang atur. Tiap anak pasti ada rejekinya blablabla blebleble… (aku turu wae lah).

    Disukai oleh 1 orang

  4. itu paket kehamilan bisa pesen dimana? hahahahaahahah…..
    Barusaaan kemarin dapat kalimat basa basi itu, dua kali dengan orang yang sama dan di hari yang sama. Ini lupa udah tanya apa mau konfirmasi lagi sih?! mungkin agak ga percaya ya ama jawabanku yang pertama setelah melihat dengan jelas kondisi perut yang membuncit berisi lemper 2 biji dan sus 3 biji.
    Dulu kala ada juga yang ngomong baik secara langsung atau ke ibuk saya (niat nih nggosipin saya ke ibu saya) kalo saya ga hamil-hamil soalnya saya kebanyakan merajut. Akhirnya sekarang ibu saya dikit-dikit bilang “din, jangan ngrajut aja, suaminya diperhatiin”. hadeeehhhh…slepet sandal sini yang nggosipin saya ke ibu saya hahahaahahah.
    Mendingan kalau nyapa saya atau nggosipin saya mbok ya “ya ampun itu dina lipstik gonjreng banget sihhh…merk apa?” naaaah lebih ada manfaatnya kan. Selain menambah ilmu juga bisa bikin cantik to bergunjingnya.
    Kadang kalo lagi waras si dikasi basa basi gitu bisa dijawab dengan senyum semanis julia roberts. tapi kalo lagi suntuk banget, ini tangan gatel pengen ngruwes hahaahhaahahah #sungkemsamambaknya #yangabisdikruwesmulutnya

    Suka

    1. itu yang nanya dua kali di hari yang sama oleh orang yang sama, sungguhlah epic.. hahahhaha..

      semacam bingung mau ngobrol apaan ya mba Dina..

      Ish ish.. itu mbaknya yg gosip via mamah mba Din ituh ish ish.. banget siiikk.. bikin mamah jadi ngga tenang kan.

      Nah itu bener itu, kenapa ngga ngebahas lipstik ya.. kan sama-sama senang yang nanya sama yang ditanya ya..

      Suka

  5. wkwkwkw…hidupmu penuh warna mbaak. aku suka :)))
    btw, ntar mau jawab kayak mbak dewi ah kalo ada yang nanyain udah isi belom. “tante mau paket kehamilan apaa?” :)))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s