Ngomongin Suamik. ~Part.3

Melanjutkan ceritanya setahun yang lalu, sekarang kita ngomongin suamik lagi yuk.

***

  • Mungkin kuncinya hang..

Hari itu sepulangnya dari kantor, seperti biasa suamik bercerita tentang harinya ke diriku, istrinya. Ya masak ke kucing yang numpang tidur di teras. Kasihan sekali, yah. Kucingnya, maksudnya.. bingung nanti bagaimana si kucing harus menanggapi.

Suamik : ” Iya, kerjaan lagi lembur terus. Anak-anak di kantor pada kurang tidur semua. Udah ngga bisa mikir lagi nih, pikiran kita udah kunci..”
Gue       :Kunci gimana? ”
Suamik : ” Iyaa, kuncilah, dhek. Kalau ditanya apa udah ngga bisa mikir.. Cuma mikir perencanaan terus. Kunci udah, ni otak..”
Gue      : ” Kok kunci? Kunci jawaban? Maksudnya Hang, tooo..”

Suamik memberikan pandangan yang mengartikan kosakatanya lebih keren. Wek. Lanjutkan membaca “Ngomongin Suamik. ~Part.3”

Iklan

Justin Bieber – Love Yourself

Lagi seneng dengerin lagu ini. Enak deh. Empuk.

Seperti biasa, gue nggak tau siapa nama penyanyinya dan nggak ngerti apa judulnya. Jadi, boro-boro apal ya, shaay.. Lanjutkan membaca “Justin Bieber – Love Yourself”

Tentang Hotel yang Katanya Angker ituu…

Masih ingat dengan postingan tentang hotel A yang kemarin? Sekarang gue lanjutkan ceritanya ya..

***

Hari pertama. Preambule.

Begitu tiba di Lampung dan check in di hotel ini, hal pertama yang dilakukan AIdan dan bapaknya adalah berenang. Gue? Golar-goler di kamar sajah. Dan begitu membuka jendela kamar, inilah pemandangan yang gue dapat…

image
Laut dan bukit di kejauhan tapi berdampingan dengan hamparan sisa-sisa puing-puing bangunan yang tersebar di sekeliling hotel.

Sempat terpikir, sisa penggusuran ini dulunya bangunan apa ya? Apakah kawasan padat penduduk? Apakah mereka berkorban demi cantiknya panorama si hotel A ini? Lalu para penduduknya pindah ke mana?

Enivei, suamik dan anak sudah selesai berenang, jadi mari kita tinggalkan pikiran galauku. Saatnya kita pergi mencariiii.. makan. Pilihan sore itu pun jatuh ke Bangi Kopitiam yang letaknya ada di seberang hotel.

Bangunan cafe ini berupa rumah dua lantai dengan konsep zaman dulu. Perabotannya masih antik, pun lengkap dengan pernak-pernik semacam setrika arang, foto-foto kuno, radio lawas dll. Serasa sedang kembali mudik ke rumah eyang-eyang kita..

Kalau kata gue, tampilan cafe ini Facebookable sekali *Instagrammable kaliiik… Eeeeeeh, siapa tau yang foto-foto di sini pusat dunianya masih seputar facebook.. nggak punya akun instagram, dianyah*.. Lanjutkan membaca “Tentang Hotel yang Katanya Angker ituu…”

Saya terima nikahnya….

Gue mau cerita tentang sepupunya suamiku yang cantik. Namanya Mellisa alias Icha.

Dari dulu sebenarnya selalu pengen nulis postingan tentang Icha ini karena entah mengapa kisah-kisah yang mengalir dari celotehannya selalu konyol. Padahal yang dia sampaikan itu berupa curahan hati perjalanan asmaranya yang serius loh, berapi-api pulak. Tapi ya itu.. berakhir selalu bikin gue yang mendengarnya ngakak nyembur. Duh, maafkan kalau jadinya tidak banyak membantu, ya Cha..

Dan seperti biaasaaa, gue lupa seperti apa ceritanya.. Udah niat mau ditulis, tapi ditunda-tunda meluluk sampai akhirnya hilang semua dari ingatan.. Padahal waktu dia curhat lucu-lucu banget loh.

Nah mumpung kali ini kejadiannya masih hangat bak baju licin baru kelar dari setrikaan, sekarang gue bocorin apa yang terjadi di hari besar Icha ya. Hari besar? Iya, si gadis kecil ini baru saja menyandang status sebagai pengantin baru.

Lalu siapa pria yang sangat beruntung menjadi tambatan hatinya? Dia adalah Azizi. Lanjutkan membaca “Saya terima nikahnya….”