Ya Begitulah, Anakku..

img_20160625_124118.jpg

20140320_045658

e94dd29fa7d3a8604270837f8745a1cb-01
..behind the scene..|”Aidan, lihat..lihat! Itu difoto itu” | “Eh kuciing, jangan main di situu..”

Halo bulan juni yang mendung.. Selamat puasa bagi teman-teman muslimku.. Kembali hadir di sini saya dan si anak kecil, Aidan. Mumpung ingat, gue tulis beberapa celotehan Aidan seperti yang lalu-lalu..

***

  • Kok, jadi horor?

Perut gue jenisnya awet kan yah, awet mirip seperti hamil, maksudnya. Jadi, sudah biasa tuh kalau anak gue mengelus-elus perut gue sambil bilang sayang-sayang ke calon adik bayi.

Hiks, iya.. Sama, gue juga ngerti karena ini adalah moment mengharukan di mana anak lo udah kepengen punya adek bayi.. Tapi gimana dong, kakaakk..

Nah, suatu hari Aidan sedang mengelus-elus perut gendut hamil imaginer milik emaknya.

Gue      : ” Aidan pengen punya adek bayi ya?”

Aidan   : ” Iyaaa..”

Lalu dia bergerak ke belakang menuju punggung gue ” Mami, Aidan mau sayang-sayang.. buka dulu punggungnya.. Aidan mau elus adek bayi”

*emak cuma menatap horor*

***

  • Mungkin itu kawin silang antara mie instan dan cat tembok, nak..

Seperti biasa, gue selalu mengajak Aidan kemanapun gue pergi. Termasuk ketika ikut ‘bergaul’ sama tante-tante teman maminya.

Malam itu kami masih asyik ngobrol sampai menjelang tutup cafe.. Ketika bersiap-siap pulang, mendadak tercium bau cat tembok. Wow sungguh berdedikasi. Sementara semua bersiap-siap tutup, para karyawan ini masih harus menemani pak Tukang merenovasi cafe. Termasuk di dalam kegiatannya, mengecat tembok.

Aidan yang sudah mengantuk tiba-tiba terjaga dan mengendus-enduskan hidungya..

*snif snif* “MAMI! ADA YANG MASAK INDOMIE!!”

***

  • Kasihan deh kamu, Pii…

Hari itu, kami bertiga, memasuki lift yang kosong. Tiba-tiba, Aidan mengangkat sedikit kaosnya dan memamerkannya perutnya.

Aidan   : ” Pewut mami gendut. Pewut Papi gendut. Pewut Aidan kuwus” *kok bangga?*

Gue dan suamik cuma bisa manggut-manggut. Sendhiko dawuh, yang mulia….

Tidak berapa lama kemudian, satu per satu pengunjung memasuki lift. Kondisi ruangan ini sudah hampir penuh. Suasana pun hening..

Anak gue tidak bisa membiarkan suasana hening ini berlangsung lebih lama lagi. Hening canggung di mana semua pandangan menatap penuh harap ke masa depan yang penuh kepastian. Alias melihat ke arah tombol lantai lift.

Karena ingin mencari perhatian, akhirnya si thole bermonolog sendirian.

Aidan : ” Pewut mami gendut, isinya adek bayi.. Pewut Aidan kuwwuss .. Pewut papi genduuut.. isi makanan”

Mau nggak mau gue cekikikan sambil wajah disetel tanpa ekspresi. Kasihaaan deh kamu suamik…

***

  • Tanahnya ke mana? Kalau darahku?

Aidan sedang suka menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Tepatnya, gue meluluk yang disuruh nyanyik sih.. Tinggal dikasih bendera, pasti gue langsung upacara..

Masih hapal? Masihlah, walaupun terakhir kali menyanyikan lagu kebangsaan ini, mungkin enam belas tahun yang lalu, ketika menjadi mahasiswa baru di Balairung UI..

..mulailah gue bersenandung..

Indonesia Raya, tanah airku..
Tanah tumpah darahku..

Baru juga mulai, si entong sudah berkomentar.. *tenang, bukan komentar tentang suara gue kok.. Kalau itu mah mutlak…falsnya.*

Aidan   : ” Mami, tanahnya tumpah di mana mi?”

Gue     : *keselek* ” Eerrr.. itu.. anuuu ituu.. Tumpah di mana ya? Nanti ya mami cari tahu, ayok nyanyi lagi..”

… dan sampai sekarang belum tahu jawabannya..

***

  • Mas? Kakak?

Gue     : ” Aidan”

Aidan  : ” Panggilnya kakak..”

Saat ini Aidan tidak mau dipanggil dengan namanya saja.. Dia meminta disebut “Kakak..”

Gue     : ” Kakak Aidan..”

Aidan  : ” Iya mamii.. Kalau kakak tuwisannya apa mi?”

Gue     : ” K.a.k.a.k”

Aidan  : ” Bukan, sawah yuang benew huwufnya A I De A eN.. ”

Dan ketika bertemu sepupu-sepupu perempuannya yang juga mempunyai panggilan kakak, terjadilah percakapan sebagai berikut..

Keponakan : ” Dhek Aidan, kalau kakak kan perempuan.. Kalau laki-laki itu panggilannya Mas..”

Gue     : ” Iyaa.. Mas Aidan, gitu yah..”

AIdan  : *berpikir* “ Bukan! Mas Kakak, mii…”

Gue     : ” Oke, oke.. Jadi Mas.. Mas Kakaaak..”

.. Selesai?

Belum..

Beberapa hari kemudian..

Gue     : ” Mas Kakak Aidan… ” *biar nggak diprotes, langsung sebut edisi komplit*

Aidan  : *ngotot* ” MAS SUPERMAN..”

Gue     : ” Haaa? Ada lagi? Mas Superman. Mas Supaarman?

Aidan  : ” Panggilnya Kakak. Kakak Aidan. Kalau mas, mas Superman, mii..”

Jadi sekarang dipanggilnya siapa? Entahlah.. tergantung hari itu dia dapat inspirasi apa..

***

  • Dengarkanlah suarakuuu..

Pasca menonton Jungle Book

Aidan  : ” Suara harimau, gimana mi?”

Gue     : ” Hauumm.. hauuumm hauumm…”

Aidan  : ” Kalau suara kodok mi? Suara anjing gimana? Suara kucing? Suara burung?Suara ayam, mi? Suara kucing gimana? Gajah? Suara tikus gimana mi? Kalau ular?..”

Iya, hari-hari kami dipenuhi oleh perintah deh baguse Aidan dan gue yang berubah menjadi hewan-hewan kebon binatang. Ah, kalau cuma hewan-hewan tadi mah gampiilll…

Anak gue puas? Tentoe tidak. Rekues hewannya pun sekarang lebih antimainstream..

Mulailah dia mengabsen.. Dan Thanks to my brain, gue malas untuk mencari aplikasi suara hewan atau paling gampang membawa Aidan ke kebun binatang. Walhasil tiba-tiba aja keluar suara hewan antah berantah hanya berdasarkan nama akhirnya.. *maafkan aku anakku, maafkan aku para hewan-hewan*.. Namanya juga tipe parenting ‘belajar-parenting-dimulai-besok’.. Jangan ditiru, yah.

Aidan  : ” Kalau suara ikan dori gimana mi?”

Gue     : ” Mmm, mami nggak tau. Ikan kan hidupnya di dalam air…. Mungkin riririri?

Aidan  : ” Suara kangguru gimana mi? .”

Gue     : ” Emm.. Apa ya, mungkin guruu guruuu??”

Aidan  : ” Kepik, suaranya gimana?”

Gue     : ” Menurut Aidan..” * see, tinggal dibalik pertanyaannya. Gampang kan?*

AIdan  :Piikkk..pikkk..piiik”.”

ya ya ya bisa diterima.. demikianlah, pun dunia tenang..

Aidan  : ” Kalau suara laba-laba gimana mi? Kalau suara kupu-kupu? Suara kunang-kunang? Kalau suara kecoak gimana mi?

Gue     : ” Menurut Aidan? ” *kikir kuku*

Aidan  : ” Jangan yang menurut Aidan! Kalau menurut mamii? Yang mungkiinn??..”

Gue     : *mati kutu* ” Mmmmm muuung…. kiiiinnn, bentar dulu ya nak.. Mami nggak tau. Kita cari tau dulu ya..”

***

Tentang sunat..

Beberapa minggu yang lalu, keponakan suamik disunat. Kebetulan si keponakan dengan AIdan tidak begitu jarak usianya. Kali ini kami bercerita tentang sunat.

Suamik : ” Aidan mau disunat?”

Aidan    : ” Sunat itu diapain?”

Suamik : ” Kayak dongah Raffa itu. Nanti p*nis Aidan dipotong sedikit..”

Aidan    : “ Nggak mau dipotong. Aidan takut, nanti sakit..”

Suamik : ” Aidan berani kok. Cuma disuntik, sakit sedikiiiit..”

Aidan    : ” Nggak maooo!! Caranya gini aja Pi *dipraktekkin* p*nis Aidan dilem saja.. ”

Sampai suatu waktu ketika Aidan tidak sengaja harus melihat gue.

Intinya kegiatan ini melibatkan gue berdua anak di rumah..

… dengan emak yang kebelet mandi..

… si anak yang takut nggak mau ditinggal sendirian..

.. bikin kesepakatan..

.. emak mandi dengan pintu kamar mandi terbuka sedikit..

… anak menunggu di luar tidak boleh mengintip..

Ish, tapi namanya juga anak-anak yang ketakutan sendirian.. Tetep aja dia melongokkan kepalanya sebentar.. Dan kembali hadir suara oktaf emak yang sudah mengalahkan level Mariah Carey..

Begitu bapaknya pulang, si anak langsung berlari dan melaporkan pandangan matanya..

” PAPIIIIII!! P*NISNYA MAMII PATAAAH YA??!!!”

***

  • Jadi, artinya?

Aidan : ” Mami, kalau what artinya apa?”

Gue    : ” Apa..”

Aidan : ” What, artinya apa mamiii..”

Gue    : ” What, itu artinya apa..”

Aidan : *nggak sabar* ” Mamiii. What itu apaa?”

Gue    : *kaleemm bos* ” Iyaa.. What itu bahasa inggris. Kalau bahasa Indonesianya What itu artinya Apaa..”

Aidan : ” IYAAAA.. APA ITU WHAT??!”

Gue    : ” YA WHAT ITU APAA..”

Aidan : ” APAAA ARTINYA WHAT, MAMII??!! “ *nangis kejer*

Gue    : ” LAIYAA ITUU.. WHAT ITU BAHASA INDONESIANYA APAA!!” *ikut nangis kejer*

..auk daaah..

Iklan

21 pemikiran pada “Ya Begitulah, Anakku..

  1. Ahahhahahahahha! Buka punggungnya dong miiiii aku ngakak2 di tram iniii 😂😂😂😂. Ngakak tertahan tapinya. Btw so sweet amat mbak udah pengen adeeek, adegan lift pasti membuatmu merasa embuh ya mbak wkwkwk

    Suka

  2. Indomie apa Mie Sedap, nak? Wkwkwkkwek…. Memori indah masa lalu memompa ASI membaca cerita2mu dgn Kanjeng Mama mu. Lagi dong cerita sama Mama nya! *dipelototin Aidan* eh ya sama cerita Kakak juga mau lagi dong tante….

    Suka

  3. Ririn Ruby

    Aidan,, super!!!!
    Jadi ingat anak anak sy juga suka minta suara suara hewan, terutama Aidan sekarang udah 4thn permintaannya bukan lagi suara hewan tapi minta juga suara dinosaurus & suara godzilla belum lagi suara bugs, construction vehicles..
    Ya udah deh, ini maknya ya harus bisa..
    Ada ada aja ya emang nih anak anak 😄😄😅😃
    terus skrg jadi mikir…berikutnya pas nanti anak anak udah gede yg begini ini jadi kenangan manis ya 😍

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s