Hotel, Apartemen dan Wanita di Dalam Boks.

Masih ingat cerita gue tentang hotel Aston yang lalu?

Postingan kali ini masih berkaitan dengan si hotel Aston. Tepatnya Aston Marina Ancol. Hotel itu lagi? Haha. Udahlah ya namanya gak perlu disamarkan lagi, sudah pada tahu juga kok..

Yang pasti, setelah cerita ini gue tulis, hotel Aston Ancol masih menjadi top list hotel favorit gue di Jakarta. Alasannya simple, cuma karena ada dapurnya, buebok.

Sangat cocok untuk liburan keluarga. Seperti lebaran lalu ketika kami mengajak keponakan-keponakan dari luar kota main ke Ancol. Libur lebaran ke Ancol? Luar biasaaa.. Luar biasa nekad, maksudnya.

Begini teman-teman, sebagai anak yang tinggal di daerah, bisa ke Ancol itu sudah impian banget loh. Dulu gue juga begitu. Sependek ingatanku, kayaknya gue nggak pernah berkhayal ingin lihat Tanah Abang atau ke pasar onderdil Senen, misalnya. Tetap Dufan dan Ancol, is the best.

img20160708173733-01.jpeg
But, first let me take selfie #relationshipgoals #wheninAncol

Jadi, daripada badan remuk redam habis bermain, maka kami putuskan untuk staycation di hotel Aston.

Oh iya, saran gue, sebisa mungkin jangan booking hotel ini ketika peak season. Ruameeenee, rek.. Dan kalau sudah begitu, ketika breakfast siap-siaplah memperoleh pemandangan ala hajatan kawinan.

Familiar kan, ketika di kolom undangan ditujukan untuk dua orang, tapi yang datang satu generasi tujuh turunan.. Nah sama, tampak semua saling sikut berebut makanan, serobot antrian, kacau di sana sini, suara piring pecah, waiting list kursi yang kosong, suara tangisan anak, you name it.. Chaos ya.

Meski demikian, tetep loh hotel ini selalu full. Mungkin begitu ya, semua akan dilakukan demiiii menyenangkan keluarga.. #marisingsingkandaster #majuteros #jangankasihgempor

***

.. cerita singkat diperpanjang..

Kami check in pada hari Jumat, tanggal 8 Juli 2016. Karena keluarga besar, kami mendapatkan beberapa kamar di lantai 27. Prinsip Bhineka Tunggal Ika pun diterapkan. Ituh, meski berbeda-beda kamar, tetap satu lantai juga.

Nah berhubung terpisah-pisah, maka pilihan view kamarnya pun berbeda satu dengan lainnya.

  • Sisi timur.  Kita bisa memandang laut dan kawasan wisata Ancol.,
  • Sisi selatan. Pemandangannya berupa city view arah Mangga Dua.
  • Sisi barat.  City view ke arah kawasan Pluit, dengan dibatasi pemandangan Tower B Apartemen Mediterania. .

Gue ingat sekali malam itu, Jumat, 8 Juli 2016. Gue sedang berada di kamar 2708 yang memiliki view pemandangan sisi barat.

Selepas menidurkan Aidan, gue membuka tirai jendela kamar lebar-lebar. .

Setiap menginap di sini, gue memiliki satu kebiasaan baru, yaitu suka bengong bego melihat pemandangan city light di luar sana. Iyalah, masak pemandangannya tali jemuran.

Nah, malam itu, pandangan mataku tertuju pada bangunan Apartemen Mediterania yang berdiri di sisi kanan sana. Gue penasaran, seperti apa sih kehidupan para penghuni apartemen itu.

Dikarenakan beberapa unit apartemen yang tampak ini membuka tirai pintu dan jendela, maka dengan leluasa gue mengintip apa saja yang ada di dalamnya.

  • Ada yang penataan unitnya berantakan seperti gudang. Sumpek.
  • Beberapa balkon dan jendelanya dipasang teralis. Setuju. Demi keamanan.
  • Ada keluarga yang terdiri dari Ibu Bapak dan anak yang masih kecil. Terlihat juga sang nenek dan babysitter yang sibuk mengasuh si kecil. Dengan terbatasnya area, mereka semua tidur di mana yak?
  • Ada wanita sedang menjemur pakaian di balkonnya.
  • Ada yang sedang berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain

Gue jadi berandai-andai, bagaimana kira-kira kalau gue tinggal di apartemen setinggi ini yah?

Pasti praktis, karena tidak ada lagi ruangan kosong yang menganggur. Capek, bebenahnya.. 

Karena tidak punya halaman rumah, maka gue tidak perlu repot-repot menyapu daun-daun yang berguguran, tidak ada penampakan eek kucing atau tercium aroma bangkai tikus tetangga yang menyebar ke mana-mana. Eewww

Tinggal di lantai setinggi ini, hampir tidak pernah gue menjumpai musuh bebuyutan gue. Pasti mereka nggak kuat naik. Siapa sih? Ituh junjunganku, si Nyai Muktirahayu. Panggilannya Nyamuk.

Tapi kalau nanti mendadak butuh daun salam, belimbing wuluh, daun pisang ketika sedang masak, ke mana aku harus mencarinya?

Kalau lift nya mati? Harus naik turun tangga? Duh, pasti betis gue nggak bekonde lagi, tapi sudah bawa ban serep.

Nanti kalau jemuran kolor jatuh dan terbang meluncur ke bawah, gimana? Lalu menimpa orang yang sedang berjemur di pinggir kolam renang. Bukan durian runtuh, tapi bagaikan memperoleh kolor runtuh, inimah.. 

….

Sungguh pemikiran yang kritis sekali.. (langsung diketawain para penggagas perubahan dunia)..

Enihweiii.. Hari sudah semakin larut, cukup lama gue mengintip kehidupan di gedung seberang.

Sambi menguap dan menghela nafas, gue menarik gordynn dan menutup jendela. Akupun menyusul suamik dan anak tidur.. Nitey nitey..

***

Hari Selasa, 12 Juli 2016 kami check out. Liburan telah usah. Begitu sampai rumah, Ibuk menyampaikan kabar yang membuat jantungku mau meluncur keluar.

Ibuk    : ” Dewi, ada pembunuhan di Aston!!”

Gue    : ” HAAAAH!! Nggak ah buk! Nggak ada kehebohan apa-apa di hotel..”

Ibuk   : ” BENERAN ADA!! Tadi mbakmu telpon, dia lihat di TV. Cepetan kamu buka internet. Itu, ada wanita korban pembunuhan di Aston. Ada CCTV-nya.”

Gue    : ” Masya Allah. Masak si Buk? Aston? Apa Public Relationnya langsung bekerja yaa?”

Segera gue googling, dan langsung terkesiap membaca beritanya.

Setelah suamik melakukan klarifikasi dengan pihak hotel, ternyata peristiwa pembunuhan keji itu bukan dilakukan di Hotel Aston Marina, melainkan di Apartemen Mediterania.

Dari pantauan CCTV, perkiraan tangal kejadian antara 8-9 Juli 2016 malam. Dan dari bukti yang ditemukan, tempat kejadian perkara ada di apartemen Mediterania Tower B lantai 27.

Lantai 27?
wtfYAAANG BONEEENG??!!!

Iyah betul, di lantai dan bangunan yang berdiri tepat di seberang kamar kami.

Jadi, ketika gue sedang sibuk planga-plongo kepo berkhayal, bersamaan pula terdapat sesosok lelaki yang sedang menghabisi teman kencannya..

AAARGGHHHHH!!

AKU TAKUUUUTT BUNDADARIII……

*Kenapa harus bundadari? Karena kalau dedek Olel, nanti dia yang takut ama akiyuuh*

Booo, nggak lah.. Gue tidak menyaksikan pembunuhan itu. Nggak mungkin, dan nggak bakalan mau kalau ~~ Astaghfirullah aladzim, amit-amit jabang baby, ketok-ketok meja~~ kalau gue sampai menyaksikan kejadian itu..

Aku masih takut..

Sampai sekarang pun masih takut dan bergidik ketika mengetik cerita ini. Kalau diingat-ingat bahwa di malam yang sama, di tempat yang sama hanya berhadap-hadapan dengan gue, ada sesosok wanita yang sedang meregang nyawa tanpa ada seorangpun tahu dan bisa menolongnya..

Ya Allah..

Gue panjatkan doa Alfatihah untukmu ya mbak.

Semoga dirimu diampuni dosa-dosanya dan sudah bahagia di surga..

Semoga dapat menjadi pelajaran buat gue, teman-teman yang membaca, dan dedek-dedek di luar sana untuk selalu berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Iyah, selalu ada resiko dari setiap tindakan yang kita lakukan.

Dan mbak Farah memilih resiko ini.

 

Iklan

27 pemikiran pada “Hotel, Apartemen dan Wanita di Dalam Boks.

  1. Ini yg dibunuh sama pengusaha itu ya? Mungkin yg kamarnya gelap gulita itu….. Hiii..
    Dulu pas masih tinggal di apt medit (kenapa selalu medit) daerah lain, ada kejadian juga lantai belasan. Gua lantai 15 doi lantai 17 apa gitu, bunuh diri terjun bebas dong. Jatuhnya di indomaret katanya. Masalahnya indomaret itu persis2 kalo ditarik garis ya lurus sama unitku. Jadi dia jatuh harusnya ngelewatin jendela unit gua dulu. Lah, ya kegiatan melihat2 dari jendela semenjak itu gua sudahi. Hordeng jendela selalu gua tutup. Gak lama gua minta pindah ke rumah mama tercinta. Drpd horor melulu. Asli deh lgs gak betah.

    Suka

    1. Iyaa Nadiaa.. mana si dek Farah Cantik, si pengusaha lodoy gitu.. Aku lihatnya aja hiiiy, sudah takut sendiri..

      Appartemen Medit yang deket Taman Anggrek bukan? Atau ada appt Medit lain? Soalnya temenku jg tinggal di sana pas ada kasus bunuh diri.. eh apa pembunuhan ya? Hadeeuuhh

      Waaaks, ini malah satu unit ya Naaad?Aduuuh merinding ngilu bacanyaa..
      Iyaya.. habisnya guilty pleasure sih kegiatan melihat-lihat dari jendela inii.. Gimana rasanya yg jadi tetangga ya..

      Suka

  2. hahaha, mbaa tadinya aku tegang karna bagian ada pembunuhan di lantai 27 hotel Aston, tapi baca-baca ke bawah lagi lucuu jadinyaa.. gaya kepenulisan mba Restu kocak.. sukaa sukaaa

    beteweh, ngeri yaa abis kencan kok dibunuh :/

    Suka

  3. Wiiiiii…… ya ampunnnn! Speechless…jadi kebayang berandai2 ya wi. Bisa trauma wi kalau sampainkita nyaksiin aksi pembunuhan gt mahhh. Lah liat kecelakaan di jalanan aja perih rasanya

    Suka

  4. astagaaa.. ngeriii amat mbaa.. kalo mau dipanjangin lagi ceritanya, nanti kamu bisa dijadiin saksi kasus pembunuhan karena dianggap sebagai saksi kunci… *ini udh kepanjangan keknya..

    Suka

  5. Ririn Ruby

    Malam ini pas lagi pake face mask pas banget main ke sini eh ada cerita ngeri nih..baca sambil takut takut & akhirnya ketawa sampe face mask nya terbuka. Untung aja udah saatnya dibuka nih..😄😅
    merunut pengalaman sy (dulu pernah 5thn kerja @property manajemen apartemen besar di Kuningan Jaksel) sy boleh OOT dikit ya…sebenarnya ada sih cerita yg hampir mirip dgn postingan Dewi – tapi ga usah deh… Cerita yg ini aja ya😄
    kalo kita level/lantai nya sejajar ya bisa jadi mungkin gak kelihatan, kalo pun kelihatan mungkin kurang jelas juga..
    Ada kemungkinan kalo lantai kita lebih tinggi dan misalnya unit tsb gordyn tipis/ terbuka & lampu nyala (misalnya malam hari) nah itu bahaya…bisa bisa kita emang “nonton” kejadian itu.
    Sy pernah menginap di Apt teman sy @Puri Casablanca /sebelahnya htl Parklane, teman sy cerita bhw dia pernah lihat orang sedang bercinta di salah satu kamar di hotel tsb. Beneran ini….! Menurut teman sy, si cewenya ini petite body kayak Evva Longoriyah (sengaja misspelled) tapi cowoknya lebih tinggi besar tipikal Arab/kaukasian. Menurut teman sy, kedua orang ini sama sama kuat.. Aduh, ga usah deh di tulis lagi ya 😅😅😉
    jangankan di gedung hotel & apartemen Lah wong teman sy lainnya cerita, dia pernah kerja di sebuah gedung jangkung di Jl. Sudirman, pas lagi ada kerjaan sampe malam, dia dkk melihat orang bercinta di salah satu ruang kerja di gedung sebelahnya. Mereka bercinta di kursi kerja & di meja
    Wow…Eeuuwww get a room!
    😄😬😆😜😆😆

    Suka

    1. busyeeeeeeeetrr hahahahhahadooh too much information banget yaaah mba hahahahaa..

      btw, kerja di managemen properti mana mba Riri, beberapa tahun rata2 klien kantorku ya properti2 di kuningan ini, mungkin kita pernah bersirobok sebelumnya.. ciaaailaaaah

      Suka

      1. Ririn Ruby

        Hi Dewi!
        Sy pernah 5thn (2002-2007) di PM Apt. Taman Rasuna, 3bulan di Apt Jakarta Residences (2007)(atasnya Tamcit) kemudian terdampar di perusahaan event organizer (18bln) terakhir kurleb 2thn (2009-2011) bekerja di property section Australian Embassy dari sebelum menikah & sampe hamil anak 1 & akhirnya pindah ke Malaysia sbg imigran cinta.
        Ah, masa masa itu kepingin rasanya terulang kembali.. *kalo lagi berasa bosan jadi ibu, Yes ada kalanya rasa itu ada tapi sebentar aja & sy anggap itu normal hihihihi 😁😁

        Suka

      2. Hahahhaa imigran Cinta.. Waaahi ya sih, tahun-tahun itu circa 2006-2011 kan properti terutama superblock kan sedang giat-giatnya membangun ya mba Ririnya..

        Hihih, emang kadang suka kangen ya mbak.. sama dong.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s