Itu baju apa, Ma?

Sebelumnya, gue sampaikan sekali lagi ya.. gue menulis cerita ini bukan berniat untuk menulis stensilan, kisah mesum, atau fanfiction ya. Gue menganggap teman-teman yang membaca blog ini sudah sama-sama dewasa, jadi tidak perlu menggunakan atribut tanda bintang atau sensor seperti acara-acara TV lokal kita..

Kalau pikiran kita nggak ngeres, mau ada trenggiling nungging di depan kita sekalipun, pasti kita tidak akan terusik..

Ada amin, saudara-saudara?

***

Ceritanya gue habis cekikikan baca postingan mbak Laila yang ini.. Nah, gue jadi ingat, ternyata gue punya pengalaman yang sama. Bedanya, kali ini dengan Mama mertua..

Mama mertua, adalah sesosok wanita Lampung yang sudah cukup sepuh. Usianya tidak lama lagi akan menyentuh 70 tahun, tapi meskipun usianya yang sudah terbilang senior, Mama masih aktif sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Jika dibandingkan dengan Ibuk, tentu saja, dua wanita ini memiliki karakter yang berbeda. Walaupun Mama merupakan sosok yang moderat dan sudah paham akan kelemotan dan ke-onengan gue, tetap saja, kadang gue masih sungkan kalau mau bebas becanda.. Yakalik gue akan ngetawain semua kalimat Mama, kek mana pula itu caranya?

Tapi kali ini, bolehlah sekali-sekali cerita tentang beliau yah..

Alkisah, beberapa hari yang lalu, setelah selesai sholat Ied, gue dan keluarga suamik berencana untuk berziarah ke makam alm. Papa. Di dalam mobil, gue duduk mendampingi suamik yang sedang menyetir mobil, dan di belakang kami, duduk Mama mertua dan Olsa, adik sepupu suamik..

Mama         : ” Aduh, baju Mama ini ada penisnya”
Gue              : ” HAAAAAA? Bajunya ada apa Ma?”.

Kami bertiga yang mendengarkan langsung memasang wajah pongo..
Gue bertatap-tatapan dengan suami, suamik pun sepertinya tidak yakin dengan pendengarannya sendiri..
Gue menengok ke belakang..
Sepupu sedang mesam-mesem..
Mama, masih sibuk melihat-lihat busananya..

Mama          : ” Ini, baju mama ada penisnya.. Tadi kan waktu telpon Ndanmu, ketumpahan kuah ketupat, jadi nggak bisa hilang..”

Bentar dulu, gue bingung deh..

Kalau misal Ibuku yang bicara, pasti gue akan langsung ngakak nyembur, karena gue tau, Ibuku sering mengucapkan kosakata yang hanya beliau dan Tuhan yang tahu apa maksudnya..

Berbeda dengan Mama, ini gue mau ngakak tapi kok nggak yakin, wong Mama bicara dengan serius.. Gue melihat suami, suamik pun balas menatapku dengan padangan sama-sama heran.. Sementara sepupu, sambil melirik Mama, dia juga mulai cekikikan..

Gue             : ” Bajunya ada apa ma? Pines? Atau Pemes, kali’? “..

Hasil gambar untuk paku pines
ini pines

Gue pikir, pasti yang dimaksud Mama ada sesuatu yang sengklirip atau tajam-tajam di bajunya.. Mungkin yang dimaksud Mama itu paku payung alias pines. Kalau bukan pines, mungkin yang disebut Mama adalah silet jaman dulu, si pemes ini..

Mama         : ” Penis.. Baju mama nih ada noda penisnya..”
Gue              : *nah loh* ” Papiih? Penis apaan sik? Itu bahasa Lampung apa Sunda?”
Suamik      : ” Apa yah? Nggak tau”
Gue              : ” Mama, penis apa Ma?
Mama         : ” Iniii baju putih Mama kena noda.. Biar hilang, nanti harus dikucek kasih penis.. Peniiisss, sabun cuci bajuu…”
Gue              : ” YA ALLAAAH, MAMAAA.. VANIIIISSSHH TOO?”

ngakak

BAHUAHAHAHHAHAHAA..

Pecahlah ketawa gue dan sepupu gue yang sudah mau mati nahan ketawa di belakang sana.. Suamik, sepertinya dia nggak ngerti kalau ada sabun merknya Vanish…

Hasil gambar untuk vanish

Iklan

37 pemikiran pada “Itu baju apa, Ma?

    1. sama mba Wulan.. sepanjang percakapan itu aku jg gak tau kalau maksudnya Vanish.. untung emak2 ya, jd rada ngerti tentang percucian..

      iya paku payuung, yg biasa utk nempelin plastik taplak meja klo ada acara, jaman aku kecil di Jawa dulu namanya pines hihihi..

      Disukai oleh 1 orang

    1. Hahhahaa, iya mba Magmihnonette, seperti itu hahahha..

      btw, aku dikasih tau temenku.. kalau ternyata Dona Agnesia harus bikin 2 versi iklan TVC utk Vanish ini, karena yg awal pengucapannya ‘yang bener’ memang rada nyerempet..

      Kalau yg sekarang bener2 “di-Vanish-in aja”

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s