Nguping Ibuku #9

Jumpa lagi dengan serial Nguping Ibuku. Cerita Ibuku kali ini banyak terjadi ketika gue sedang mudik ke Yogya beberapa waktu yang lalu..

  • Nggak, pesawatnya nggak kena TBC.

Sore itu gue-Ibuk-dan Aidan dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Kebetulan penerbangan kami diiringi cuaca yang sedikit berawan. Dan sudah bisa ditebak, pesawat kami beberapa kali mengalami turbulensi.

Mungkin terbang saat itu adalah penerbangan yang paling bikin ‘deg-degan’.. Guncangan terasa sangat kencang..  Ibuk berpegangan erat pada kursi di depannya.. Beberapa penumpang di sekitar gue mulai istighfar. Sementara gue mencoba memejamkan mata sambil sedikit banyak melirik tegang ke arah pramugara dan pramugari yang sedang duduk ngobrol di kursinya.

Alhamdulilah, kami mendarat dengan selamat. Tapi sepertinya Ibuk akan berpikir berpuluh-puluh kali jika harus naik pesawat terbang lagi..

Esoknya, Ibuk pun menyampaikan keresahannya padaku..

Ibuk          : “Aku nggak mau pulang naik pesawat lagi. Emoh aku.. ”
Gue           : ” Kenapa emangnya bu, kan harganya sama ama naik kereta api?”
Ibuk          : ” Kalau sendirian, nggak mau ah.… Nanti kayak kemarin lagi..”
Gue           : ” Ya ngga papa..”
Ibu            : ” Nggak mau , nanti ada tuberkulosis lagi. Takut aku..”
Gue           : *keselek* *perasaan aku nggak lagi batuk-batuk* “Apa buk? Tuberkolosis? TBC?”
Ibuk          : “Yang kayak kemarin itu lo, pesawatnya kan kena tuberkulosis..”
Gue           : ” Ealaaah.. Turbulens, itu buk..”

  • Jadi pelawak itu pusing, ya?

Meskipun Ibuk dan kakak-kakakku tinggal di Yogya, tapi belum tentu kami mengerti di mana tempat wisata yang sedang hits di kota gudeg ini. Dan pada prakteknya, setiap kali gue dan Aidan mudik, kami sering bingung mau ‘angon bocah’ ke mana lagi..

Seperti pada hari itu ketika kami sedang berdiskusi ke mana kita akan membawa anak-anak main.. Dan bisa ditebak, Ibuk selalu memberikan usul yang sering membuat kami terkaget-kaget

Ibuk             : “Ayo.. hari ini kita Klaten aja. Di sana ada waterboom.. ”
Mba Rini    : “Ih jauh amat, kan di sini kan juga ada.”
Ibuk             : “Yang ini bagus.. Ada di hotel. Nanti di sana juga ada komedi putar.”
GUe              : “Apaan.”
Ibu               : “Komedi putar, anak-anak pasti senang.”
Gue.             : Maksudnya komidi putar buk?”

Tentu yang dimaksud Ibuku adalah ferris wheel alias kincir ria. Komedi putar itu… ngelawak sambil muter-muter? Capee dong..  

  • Kopi dari mana?

Hari itu mbak Rini sedang kepengen banget minum kopi. Katanya kalau sehari nggak minum kopi, badannya pasti lemas. Untuk urusan kopi, Ibuk dan kakak gue yang nomor dua ini memang sealir seirama..

Mba Rini      : “Ibu ada kopi nggak.. Aku hari ini belum ngopi nih..”
Ibuk.             : ” Ada di lemari.. Tapi bukan kapal api, Ibu punyanya kopi cino..”
Gue                : ” Weiitsss.. Kopinya Ibuk sudah naik kasta.. Baru tau aku ada kopi cina.. Mirip nggak sama kopi laos bu? Kikikikik.. ”
Ibuk.             : ” Yaiyalaaahhh..”
Mba Rini      : “Mau deh buk, kopi cina yang kayak gimana sih? Sama kayak Kopi apa itu.. Kopi Tongkat Ali? Yang dari Malaysia itu..”
Ibuk.             : ” Halah.. Kopi cino yo kopi cino.. Podho wae..”

Ibuk bejalan ke lemari dapur dan membawa kopi yang dimaksud. Dan ketika kami melihat beberapa sachet kopi yang dibawa Ibuk.. ternyata yang dimaksud Ibuku kopi cina adalah..

CAPPUCCINO..

tumblr_mg4gx5ycxm1r8e6ieo2_r1_500

.. halaaahyuuunnngg…

Iklan

30 pemikiran pada “Nguping Ibuku #9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s