Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

Telat. Telat. Telat..

Melihat berita-berita menyeramkan yang terjadi kemarin membuat mood gue untuk menulis langsung drop. Dunia sudah gila! Apa hanya gue sendiri ya, yang merasa berat sekaliiiii tantangan menjadi orang tua masa kini..

Hhhh.. Postingan kali ini masih membahas tentang diri sendiri? Okeh, jadi dengan kepribadian Sanguin ditambah sedikit percikan Plegmatis, jika dijabarkan secara gamblang maka inilah karakterku.

The Good. 

Being able to laugh at my self.

Apa ya istilahnya, easy going? Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup, ya dibawa ketawa aja.

Kayaknya gue mulai lebih santai ketika masa-masa kuliah..  Di mana ketika ospek, kita dituntut harus kreatif bikin para senior (mayoritas) perempuan yang galak-galak itu ngakak, pun kebetulan ketemu teman-teman yang satu frekuensi, membuat gue jadi suka becanda.

I love to make jokes. Gariiing banget sih, tapi gue senang, jika orang lain jadi bisa terhibur juga.. Ada teman yang bilang, kalau dia lagi bete, cukup baca blog gue.. Ih dibilang gitu kan hidung gue jadi kembang gak kempis-kempis.. *lah serem*

pernah alay pada masanya.. KENAPA SISIR BLOW HARUS NANGKRING DI SITU?

Intinya, jika gue sudah bisa mentertawakan hidupku, maka aku dapat memaafkan diri sendiri dan ke depannya, juga sanggup memaafkan orang lain.

I’m easy to forgive and forget. Gue tidak menyimpan dendam. Masih bisa ngobrol enak dengan orang yang pernah bikin kesel.. Walau pulangnya sering diingetin lagi bagaimana kelakuan si oknum. Terus kalau ingat, gue kesel lagi.. “Ih iyaa.. kok aku lupa sih, kan dia pernah nyakitin aku? Harusnya kan aku marah”. Ini gampang amat lupanya. Curiga, jangan-jangan gue sodaraan sama Dory..

The Bad.

Tertutup.

Walaupun di permukaan gue suka becanda, tapi sesungguhnya kalau ada masalah, gue selalu menyimpannya seorang diri. Tidak banyak, kalau bisa dibilang, hanya sedikiiiit sekali orang yang mengetahui permasalahan gue. Itupun tidak semua gue ceritain, gue memilih-milah mana yang gue ceritakan. Ini, sehat nggak sih?

Entah, ini benar apa nggak.. tapi gue merasa, kalau ada masalah, gue harus mencari saluran emosi sendiri untuk menyelesaikannya..

Karena sifat tertutup itu, gue juga nggak enakan sama orang lain. Gue beneran berusaha menghindari konflik, walaupun jujur, pasti bertahun-tahun lalu gue pernah ada masalah dengan orang lain juga.. Tapi ketidaknyamanan itu tidak pernah gue sampaikan ke yang bersangkutan, malah kepikiran, dan curhat dengan yang lain. Mbulet.

Satu hal yang gue salut sama sama suamik dan beberapa orang yang gue kenal, jika dia tidak suka, reaksinya reaktif sih.. seperti bisa komplain, marah atau menyampaikan ketidaksukaannya secara gamblang.. Tapi habis itu kelar.. Nggak ada lagi dendam atau hard feelings. Selesai masalah, ya sudah selesai saat itu juga..

La kalo aku? Iiii.. aku jiperr.. Jiper kalau berantem sama orang.. Sekalinya aku menyampaikan keberatanku, eh setelah itu, malah gue yang jadi sungkan dan nggak enak sama yang bersangkutan. Piye sih?

Akhirnya ya udah.. dibawa dieeem meluluk. Lalu dengan seiringnya waktu berlalu, gue lupa dan yah udahlah, maafin aja..

The Ugly.

Cengeng.

Sampai sekarang gue masih berusaha keras loh ‘harus kuat’ untuk menahan yang satu ini…

Jika teman-teman yang lain merasa diri mereka terlalu galak, gue kebalikannya. Gue nggak bisa galak, tapi gue cengeng bangeet.. Gue pengeeeen banget loh, bisa tegas.. tanpa harus pakai mewek.

Ini mau marah saja, harus pakai ada drama air mata. Nggak sendirian, nggak di depan orang, gampang banget itu mata berkaca-kaca. Hai Mega Utami, yang dulunya suka akting nangis nyebelin,.. tosss dulu!

Emosi gue bisa dengan cepat berubah. Dari yang tadinya cekikikan cengar-cengir pongo, bisa dengan mudah nangis bawang bombay. Bahkan, cuma saling ngobrol di antara the in law, terus gue dibilang anaknya gampang terharu.. eh, nggak ada angin nggak ada hujan.. gue ngusap air mata. HIH! Beneran deh gue suka sebeeeeeel dengan kemudahan gue mengeluarkan air mata ini. Apalagi kalau menyangkut hal-hal yang sensitif, biasanya sih berkaitan kekhawatiran gue tentang the loved ones, seperti anak, keluarga, gampang banget dah tuh mata ini merah.

Iklan

18 pemikiran pada “Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

  1. Yang nomer tiga jadi pengen peluk2 uuuh..tapi nggak papa cengeng ketimbang galak (ngacung). Andaikan kita bisa meramu sifat ya mbak, sayangnya sifat itu bawaan.. paling nggak kita bisa mengubah sikap deh ya 😘

    Disukai oleh 1 orang

    1. hiahahahha iya dil, kamu kan salah satu dr sediiiikit org yg jd tempat curhat. eaakk.

      iyaaa bener. rubah sikap. betapa aku pengen bisa tegas dikit tanpa perlu drama air mata dil. hihihi.. sinih siniihh pelukaaan..

      Disukai oleh 1 orang

    1. Iya Naaad.. aku biasanya klo marah, bisa nangis semalaman mpe bengkak.. terus harus bener2 cari saluran emosi biar energi keselnya tersalurkan..
      .
      pengennya bisa berani nyampaiin langsung, sekalinya berani.. akunya yg jd gak enakan sendiri orangnya.. capedeee

      Suka

  2. Duhhh Wiiiii hebat bisa menyimpan masalah sendirian. Gue mahhh dah curhat sana sini deh…kudu banget gue luapkan hahaha. Kamu emang penghibur banget kok…your jokes itu sesuatu deh…harusnya lu ikut stand up comedy wi…hahahaa pasti suaramu naik 7 oktaf (kalau nervous suara naik 1 oktaf kan yeee 😉)

    I am happy to be your friend in WA walau kita cuma bahas2 LJH and ajincome 😂

    Disukai oleh 2 orang

    1. Iya Joice.. paling cuma suamik aja.. dan aku jg curhat kok, sama org2 tertentu dan milih2 banget apa yg mau diceritain hahahahaha..
      .
      iyaaaa aku salut ama dirimu dan temen2ku yg bisa luapin kegalauan.. nanti mau belajar lagi ama kamu ah.. ciyeee..
      adug.. nggak bs ngomooong gw.. klo in real life cukup cengar cengir ajaa. yg becanda receh msh di blog ajaah
      .
      ihiiiyyy makaaaasih yaaaa.. akupun senaaaaang berteman denganmu. kpn kt jd ketemuan?

      Suka

      1. Iyalah ya ga perlu sebenernya semua orang tau kegalauan kita…justru gie pengen ngerem wi…belajar kayak elo…. iyaaa kapan aku libur lagi ya ini..kemaren akhirnya bawa kk G ke dokter ampe tes darah segala…untung cuma virus…abisan anaknya lemes2 boboan mulu..mencurigakan. semoga anak2 sehat2 biar mami2nya bisa jd ketemuan..haha

        Suka

      2. Nggak papa Jo.. Tetep harus ada saluran emosi lo.. Kalau ada seseorang yang sangat-sangat dipercaya, itu bagus.. Kalau gue, lebih ke pembiasaan aja kali ya.. nggak biasa bisa cerita hahaha..
        .
        Hasil tes darah, gak papa kan? Thank God Jo, jadi kakak bisa self healing dan istirahat. Sehat-sehat terus yaaa..
        .
        Anytime kalau kamu ada waktu, aku bisa 😀

        Suka

  3. Toss sesama sanguine! Dan aku ada sedikit flegmatik juga nih mbak Dewi makanya di satu sisi gak suka nyari ribut, tapi sekalinya marah/galak seluruh dunia bisa tergonjang-ganjing huahaha 😆

    Kalo cengeng, yaudah kita terima nasib ajah 😆 Aku juga cengeng-an anaknya! Wkakaka

    Suka

    1. Hai Tooosss Gee.. Nah, baguslah bisa sekali-sekali marah.. Aku nggak bisa loh, makanya sebel banget klo jatuhnya cengeng.. Terbiasa lihat sekitar yang galak-galak juga pengaruh kali ya hahaha…

      Suka

  4. Dulu waktu kecil aku suka ngelawak jayus juga Dew hahaha tapi entah kenapa beranjak gede aku berangsur angsur jadi nggak terlalu begitu… mungkin krn waktu kecil sempet dijulukin org gila ketawa melulu sama temen2 sekelas di SD, hahahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s