Day 9. Describe the best day of your life to date.

Ini maksudnya apa ya? Salah satu hari terbaik atau salah satu kencan terbaik yang pernah dilakukan? Daripada kebanyakan mikir nggak ditulis-tulis, gue buat dua-duanya aja ya..

The best day of my life.

Ketika gue bisa traveling tanpa anak dan suamik. 

Sejak awal menikah, suamik membebaskan gue untuk melakukan apa saja. Salah satunya traveling, baik sendiri maupun dengan teman-teman wanita. Kenapa suamik nggak ikut sih? Ya prinsip gue liburan itu harus ada tema-temanya.. liburan dengan pasangan, liburan dengan keluarga, dengan teman-teman wanita dan liburan sendirian.

Apakah setelah punya anak kebiasaan itu masih ada? Mau nggak mau berubah karena Aidan hampir selalu ikut ke mana gue pergi.

Liburan dengan anak kecil?

Iya sih judulnya liburan, tapi artinya memindahkan kegiatan di rumah ke tempat lain. Tapi minus kehadiran suamik.. Kalau Aidan kecil dulu lebih enak, masih pakai pampers atau tinggal gue masukkin ke stroller saja, lumayan gue masih bisa jalan santai dikiit. Nah sekarang? Sudah jalan kaki jauh, kalau dia capek, ya minta gendongnya ke gue. Belum lagi dramanya kalau tiba-tiba dia pengen pup. Suamik? Dia bisa dengan tenang me time di rumah.. Inimah judulnya yang liburan suamik, bukan gue.

Oleh karenanya, ketika gue diizinkan me time untuk liburan sendiri. Gue bahaaaagiaaaaa sekali..

Dan salah satu the best day gue adalah ketika kemarin ke Korea. Gue masih ingat Gue masih ingat dengan detil seperti apa cerita liburan kami di sana, masa-masa browsing sampai begadang hanya untuk menyusun itenary, bagaimana penerbangannya yang lancar, apa saja yang kita gosipin, seperti apa cuaca dan sejuknya udara kala itu. Gue masih dapat merasakan bagaimana eforianya aksi demonstrasi Presiden yang lebih mirip pertunjukkan flash mob..

Kenapa hal seperti ini saja gue jadikan salah satu moment terbaik gue? Karena pada saat itu, gue bebas hanya memikirkan diri gue sendiri. Sepanjang hari cuma mau cekikikan ngecipris soal drama korea, fangirling tentang aktor-aktornya, datang ke tempat-tempat yang kayaknya pernah ada di dalam adegan drama korea, atau hanya keluar masuk toko menjelajahi berbagai macam skincare.

Memangnya dengan anak dan suamik nggak bisa? Bisa. Gue masih bisa kok menikmati moment fangirling ketika ngopi di cafe adiknya Jo In Sung. Senyum-senyum sendiri melihat adiknya Jo In Sung membersihan meja kami, tapi mau cekikikan ama Aidan? Mana ngerti, do’ii. Mengerti kan teman-teman, kalau mau begini lebih seru dengan teman-teman wanita. Pokoknya, sesuatu yang bisa dilakukan dengan anak dan suamik, tapi akan lebih menyenangkan jika ditemani teman-teman wanita.

dilayani langsung oleh adiknya Jo In Sung. Miripnya mereka berdua bagaikan pinang dibelah kapak..

Walaupun ketika berpisah gue selalu kangen dengan mereka, serta membayangkan seandainya mereka ada di sini. Tapi tetap saja, moment gue bisa  me time dan’bebas sejenak’ dari peran sebagai istri, ibu dan lain-lainnya untuk hanya berlibur itu sangat menyenangkaaan sekali..

Go judge me. Boleh bilang aku istri egois. Atau kalau mau total, bilang aja”Dasar kau istri durhaka!”. EH ENAK SAJA! Kata siapa gue istrinya durhaka, siapa itu durhaka? Gue istrinya suamik!

Terus the best day to date?

Waktu jalan pagi sama suamik..

Biasanya kegiatan ini kami lakukan kala weekend ketika menginap di rumah mertua dan Aidan dengan sepupu-sepupunya (beserta nebeng ama mbaknya).

Jadi pilihan kencan kami pagi-pagi ya olah raga bareng. Weits, lari bareng.. semacam pasangan-pasangan kekinian gitu yak? Sayangnya, kami berdua itu kekunoan.. tepatnya gue, si pemalas ini. Mending suamik, doi lebih jago di beberapa bidang olahraga. Olah raga bagi gue cuma olah raga rahang alias ngunyah makanan.. Jadi sekalinya diajak suamik olah raga, gue maunya jalan kaki.. Nggak suka lari, nanti nafas gue cuma tinggal senin kamis..

Jangan dibayangkan jalan paginya di pedestrian ciamik macam iklan perumahan persembahan Mahakarya Agung Sedayu Group-nya Ibu Eveline dan Feni Rose itu ya.. Ini jalan kakinya di pedestrian kota Jakarta..

Mending kalau banyak teman seperjalanan. Teman-teman kami ya rombongan pengendara motor beserta asap knalpotnya.. Pedestrian kami pun trotoar yang nggak mirip trotoar, dan pemandangan kami gorong-gorong yang sedang diperbaiki, alat-alat berat dan tiang-tiang pancang bakal jalurnya MRT.

Capek apa nggak? Hhh.. hhh.. ten..tuh.. sah..jah.. gu..eh.. caa..pegh.. bangg..geet. *tiba-tiba ngetik sambil ngos-ngosan*.

Lalu selama itu ngapain? Ya ngobrol, Biasanya kita ngobrol tentang hal yang biasa-biasa aja. Perbincangan sehari-hari yang bisa dilakukan ketika makan malam atau sambil nonton film selepas menidurkan anak, *kecuali kalau bapaknya ikut kebablasan tidur*. Lalu di tengah perjalanan, kami mampir ke toko buah ceritanya beli sarapan sehat.. ~~ terus shock lihat harga buah-buahannya~~. Sudah jalan jauh, betis sudah gede, keringat sudah mengucur.. begitu dekat rumah mampir sarapan lontong sayur dan lopis ketan (sama juga bo’ong, yak)..

Lalu sampai rumah pingsan.

Terus kenapa buat gue istimewa?

Entah ya, mungkin selain karena dilakukannya berdua dengan suamik.. dan mungkin karena pada hari itu, dengan kesadaran sendiri Aidan mau ditinggal pergi. Biasanya kan, harus menunggu dia tidur dulu, baru kami bisa kencan.

***

Selesai sudah tantangan hari ini.

Ketika mengikuti 15 days challenge ini menyadarkan gue, bahwa gue dan suamik itu memang dua manusia yang memiliki banyak perbedaan…

  • Gue suka naik pesawat terbang. Suamik? Kalau ada pilihan mobil atau kereta, mending nggak deh dari yang namanya naik pesawat.
  • Gue suka seni. Minimal bisalah gambar dan nari, walau dikit.. Suamik? Badannya kayak gedebok pisang disuruh stretching.
  • Gue demen drama korea, suamik demen nonton bola.
  • Gue males olah raga, suamik mantan atlet olahraga… level kampus.
  • Hanya sedikit persamaan di antara kami, selain kami berdua produk anak rumahan yang cupu-cupu, kami kalau nyanyi suaranya sama-sama bikin sang pencipta lagu dan yang denger pengen bunuh diri.

Tapi pernikahan itu tidak melulu tentang yang cocok dan tidak cocok kan. Melainkan tentang saling pengertian, kekompakan dan keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Ih, aku bijak kali ya.. pasti karena habis makan Kit Kat Chunky Bar. YIhaaw!

Iklan

27 pemikiran pada “Day 9. Describe the best day of your life to date.

    1. hahhaha.. iyaa gpp bareng suami jg seru. Ini aku krn terbiasa aja, ada wkt ama suami ada wkt sendiri ada wkt ama temen… klo suamik mau ikutan heboh fangriling, bs jd pertimbangan hihihi..
      .oh itu mah fotonya Jo In sung beneran kok.. yg adeknya mirip, tp lebih kecil dan lebih pendek.. cm krn bukan aktor aku nda berani upload fotonya..

      Suka

  1. Wulan

    Huahahahaha, dari sekian banyak untaian kata-kata mu aku terpana pada kata “olahraga rahang”. Tetiba aku sadar, ternyata selama ini ku pikir aku tak pernah olahraga, ternyata ada 1 olahraga yang sangat kukuasai.:))

    Suka

  2. Aku belum pernah travelling sama keluarga kecil (baca: anak dan suami) soalnya kalo sendirian udah sering, mbak 😆 Ciyeeee jogging, kami dong olahraganya olahraga mulut alias ngobrol berjam-jam huahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s