Movie Review : The Battleship Island

Dirgahayu Kemerdekaan yang ke-72 Negara Indonesiaakuu!

Hai semua para kisanak penggemar perfilman Korea, kembali hadir mamah Dewik dengan review abal-abalnya.

Ceritanya, gue memiliki sahabat yang bekerja di majalah film, sebut saja namanya Bunga.. Karena namanya memang Bunga. Naaaah, dari Bungalah gue dan Imbi bisa sering ‘ikutan’ acara premiere atau hanya sekedar nobar film-film di CGV. Pokoknya persahabatan kami ini mirip dengan hashtagnya Dian Sastro. Hanya bedanya, kalau Disas #pertemanansehat dan #jangankasihkendor, sementara kami #pertemanankere #jangankasihkolor..

Terus kalau kata Bungaa..

Hari itu, 9 Agustus 2017, gue hadir di acara premiere salah satu film dengan budget terbesar terbesar yang pernah dibuat insan perfilman Korea Selatan. Film yang sangat gue nantikan penayangannya sejak setahun yang lalu… The Battleship Island

Seperti biasa, jika sedang ada premiere, CGV Grand Indonesia pasti ruamekk.. Kata Bunga, hari itu hanya ada acara premiere film ini. Acaranya sendiri akan diadakan di dua studio. Dan kami, para media partner berkesempatan melihat The Battleship Island di studio terbaru CGV, ScreenX CGV.

Gue review satu per satu ya..

The Battleship Island

Sutradara : Ryo Sung Wan

Pemain : Hwang Jung Min, Song Joong Ki, So Ji Sub, Kim SO An

Sinopsis:

Mengambil latar belakang masa penjajahan Jepang di waktu perang dunia II. Tentang banyaknya warga Korea Cina, baik itu pria wanita dan anak-anak, yang dipekerjakan selayaknya buruh tambang dan budak seks di pulau Hashima, Jepang. Dan kisah kejamnya Jepang serta perjuangan mereka untuk bisa melarikan diri dari pulau tersebut pun dimulai..

Setelah selesai menonton, komentar gue hanya dua tentang film ini Bagus dan Bagus banget. Tapi kembali lagi, bagus tidaknya suatu film kan kembali ke masalah selera ya, *kenapa mba Selera selalu bermasalah?*.. Maksudnya, teman-teman pembaca tidak harus setuju dengan apa yang aku review, begitchuuww yaaa..

***

Review Film

Terus terang, gue tidak begitu suka film dengan genre perang. Aku masih tidak kuat mental melihat adegan-adegannya. Sudahnya suram, sedih, banyak adegan sadis pulak. Tapi, menurut gue, The Battleship Island adalah salah satu film perang terbaik yang pernah gue saksikan..

Beberapa kesan positif yang gue dapat..

  • Kisah nyata, itu pasti.

Sejarah Korea sebagai negara jajahan Jepang ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami negara kita. Gue masih ingat di pelajaran sejarah bagaimana ‘kejamnya’ Jepang ketika menjajah Indonesia. Ternyata, kekejaman itu tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan hampir di semua negara jajahannya. Termasuk negara Cina dan Korea, salah satunya.. Romusha? Jugun Ianfu? Ingat kan? Atau jangan-jangan tidak tahu..

Mungkin dedek-dedek imut masih kurang informasinya, siniiih tante jelaskan dulu.. Jadii, Indonesia dan Korea sama-sama memiliki sejarah kelam atas penjajahan Jepang. Yang laki-laki dipaksa kerja rodi, sementara perempuan dijadikan budak seks. Ibaratnya, jika di pulau Hashima saja nasib para warga Korea sudah menderita seperti itu, apalagi di Indonesia..

  • Lucu..

Salah satu kekuatan cerita Korea adalah, ia bisa meramu komedi sekaligus drama dalam satu cerita. Jadi, gue tidak berpikir bahwa di film perang yang serius dan suram ternyata masih banyak adegan dan dialog-dialog yang bisa membuat senam rahang. Percayalah, kami ngakak-ngakak dibuatnya..

  • Aktor-aktornya..

Hwang Jung Min

Pertama kali gue mengenal Hwang Jung Min ini ketika dia beradu akting dengan Yoo Ah In di film Veteran. Veteran sendiri adalah film terlaris sepanjang masa ketiga di Korea sana yang kebetulan sutradanya adalah orang yang sama yang membuat The Battleship Island. Jadi om Hwang Jung Min ini seperti jaminan box office bagi film yang diperankannya.

Tapi ya memang ternyata doi keren banget. Dengan tidak mengesampingkan aktor-aktris yang lain, om Jung Min ini memang mencuri perhatian gue. Dari semua pengembangan karakter sepanjang film, bagian yang menjadi favorit gue adalah kisah dirinya, seorang ayah yang menggunakan segala cara agar bisa meloloskan putrinya dari pulau ini… Mau seperti apapun kondisinya tokoh yang diperankan Hwang Jung Min ini selalu positif sambil memikirkan cara apa agar putrinya selamat. Mirip-mirip sama kisah film Life is Beautifull ya.

Sementara Kim So An, sang putri, yang dulu menjadi anaknya Gong Yoo di Train To Busan pun tidak kalah keren. Meski masih kecil, tapi aktingnya sudah luwes.. Intinya, chemistry antara anak dan ayah ini dapat banget..  *sotoy* *doamat*

Kelihatannya klise khas film Korea ya, tapi yasudahlah dinikmati saja.. Terlebih di akhir film gue nggak nangis lho (penting).

Dan satu kesimpulan yang pasti, gue dan Imbi membahas Hwang Jung Miin ini mirip orang Indonesia, tapi siapaaa ya? Rasanya wajahnya familiar sekali. Apa Cok Simbara, mirip nggak sihh? *ngaaaaaakkkk*

Song Joong Ki dan SO Ji Sub.

Sudahlahyaaa.. dua pria ini sedang berada di puncak karier mereka. Daripada gue akhirnya spoiler.. gue hanya menyampaikan sedikit poin saja..

  • Song Joong Ki sangat berkarismaaa.. Serius, sepertinya dia terlahir sebagai seorang tentara daripada aktor yang sempat memiliki image pretty boy.
    SJK yang ini? Dadah babaaayy…

    Dibandingkan dua aktor utama yang lain, peran SJK sebagai letnan yang memiliki misi khusus, baru muncul di tengah-tengah film. Tapi setiap SJK berbicara aduuuuh suara bass-nya ituuuh.. Oh dan jangan lupa akan adanya detil kecil. Meski tubuhnya tidak terlalu kekar, tapi SJK memiliki backside yang bagus bulat cemokot… Muehahahahhaa

  • So Ji Sub. Meski di akhir film ada satu adegan yang membuat gue berkomentar “Posenya harus gitu banget ya?” tapi adegan laganya keren! Bukannya tidak suka. Karena gue masih sebal dengan dirinya di drama Memmories in Bali, maka gue biasa aja sama So Ji Sub. Tapi, meski biasa saja, justeru drama-dramanyalah yang paling banyak gue tonton.. Sungguh omnya sangat produktipppp..

The Battleship Island juga menjadi satu film dengan budget terbesar Korea. Kalau tidak salah biaya produksi saja mencapai sekitar 25 Milyar Won.. Dengan budget sebesar itu, kita dimanjakan dengan setting yang dibuat semirip mungkin dengan aselinya. Pun CGI-nya baguss..

Begitulah, dan ketika film ini selesai, refleks seisi bioskop bertepuk tangan puas.. “Baguusss… bagusss!” Demikian komentar-komentar penonton yang sempat gue dengar.

***

Kritik.

Meski digadang-gadang akan menjadi film yang sukses besar, pada kenyataanya di Korea sendiri antusias warga Korea tidak seheboh yang diperkirakan. Dengan kata lain, pencapaian box office di Korea sendiri dicapai dengan susah payah karena diiringi berbagai kontroversi..

Beberapa pendapat negatif terkait film ini..

  • Film ini dianggap mengeksploitasi sejarah demi keuntungan.
  • Tidak sepantasnya duka sejarah kelam yang sangat sensitif bagi warga Korea dijadikan lelucon dan dibuat sebagai hiburan…
  • Isu monopoli hampir semua layar bioskop di korea hanya menayangkan film ini..

Itu sebagian kritik yang gue tahu. Selain itu masih ada beberapa kontroversi yg menyertainya.. Di antaranya:

  1. Beberapa tahun yang lalu pulau Hashima ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh UNESCO, tapi di situsnya tidak dijelaskan mengenai tragedi Hashima. Hal inilah yang mendasari para produser, sutradara dan aktor-aktornya untuk membuat film ini. Karena mereka ingin dunia tahu tentang fakta yang sebenarnya..
  2. Kabarnya, pihak Jepang belum selesai memberi ganti rugi kepada para korban Battleship Island ini…

Iiiii.. sensitiiiiiif sekaliii..

Kalau menurut gue siiiiiih.. entah terlepas kritik netizen itu ada benarnya atau tidak, tapi isu yang diangkat memang sangat sensitif. Apalagi bersinggungan langsung dengan Jepang sebagai negara tetangga sekaligus negara pesaing.

Dua negara ini sudah seperti kehidupan bertetangga di komplek perumahan. Ituh, yang bersebelahan sih iya, tapi tegoran belum tentu. Apalagi ada adegan yang merusak lambang negara, mmmm.. kalau gue jadi warga negara Jepang atau lebih dari itu, misalnya gue dulu adalah pihak-pihak yang ‘diuntungkan’ dengan adanya pendudukan Jepang mungkin… mungkiiiin.. akan tersinggung juga.. Jadi, katanya… ini katanya loh yaa.. ada pihak-pihak yang memang tidak ingin film Battleship Islan ini sukses..

Demikian review tentang film ini.. Kalau gue siih, suka ya.. Entah kalau mas Simon Cowell..

***

ScreenX CGV

ScreenX CGV

Sesungguhnya review ini gue buat karena gue ingin membahas layar cinema terkeren yang pernah gue lihat. ScreenX CGV.. Untuk tahu apa itu ScreenX CGV bisa klik di sini ya..

Kesan pertama ketika duduk di dalam ruangan.. ” Whoaaaa.. ini adalah layar bioskop terbesar yang pernah gue lihat..”. *maklum ibuk-ibuk kudet nan gaptek, jadi bisa layar segede dinding aja bahagia banget*

Lalu ketika mulai, belum selesai kenorakan gue melihat layar di depan gue.. TIBA-TIBAAAAA dinding di kanan kiri studio juga bisa menampilkan gambar-gambarnya

WHOAAAA WHOAAA WHOAAAA…

Cuma itu sepanjang film yang bisa gue ungkapkan..

Jadi, kalau yang biasanya kita terbiasa dengan wajah segede layar, sekarang jadi terpana karena melihar aktor2 ganteng ini segede dinding bioskooopp.. Gedaaak gilak, muter-muter kepala gue takjub dibuatnya…. Apalagi ketika layar menampilkan adegan kapal yang sedang berlayar di tengah laut.. Aduh,, keren bangettt.. berasa sedang berada di tengah-tengah samudra. Jaringan cinema 21? Apa itu?

Pokoknya, seruuu banget melihat film epic ini di layar yang luar biasaaaa besaaar.. Karena gue tidak suka cinema 3D atau yang teknologi yang banyak special effect, tadinya gue pikir bakal pusing atau nggak nyaman melihat layar yang sampai kanan kiri dinding.

Ternyata tidak juga, adegan masih juga di layar utama.. Hanya adegan-adegan tertentu yang dianggap penting yang menyambung sampai ke kanan kiri dindingku..

Nah masalahnya, pengambilan film iu harus dari samping kanan dan kiri, sehingga tidak semua format film dapat diputar di studio bioskop ini.. Jadi ketika Battleship Island memiliki format ScreenX.. film itu jadi jauuuuh lebih hidup.

Oh ya.. tiket Screen X ini dibandrol seharga Rp 60.000,- dan Rp 70.000,- ya.. Kita berharap, senin harga belum naik ya.

***.

Demikian review film yang tidak mirip review ini. Jika para teman-teman ingin mengisi waktu di hari libur kemerdekaan dengan menonton film, The Battleship Island ini bisa dicoba sebagai aternatif pilihan..

Film ini sendiri telah pada tanggal 16 Agustus 2017. Di mana? Film ini tayang di layar CGV dan Cinemaxx ~~pokoknya bukan jaringan 21~~.

Selamat menonton dan semoga terhibur yaaa…

MERDEKA!!

Diterbitkan oleh

dewi

Illustrator yang aselinya malas nonton drama korea, pengennya masak-cuci piring aja..

25 tanggapan untuk “Movie Review : The Battleship Island”

  1. Iya ya kalau liat film bahas sejarah d masa sekrg ini rasanya agak gimana gtu apa lg kalau sudah bertetangga dan berhubungan baik hehe.. kesanya malah kayak numbuhin dendam.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Aku hampiiirr saja nonton film ini, mbak.. Batal karena temenku gak suka Korea-koreaan walaupun film perang sekalipun 😆
    Tapi kalo ngeliat trailer-nya sendiri memang menggoda sih~ Next time nonton sendiri ah 😀

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ah sayang sekaliii.. temanmu melewatkan salah satu film keren. Nonton sendiri aja Ge, review temenku si anak majalah film..kualitas film ini sudah yg paling dekat alias hampir mirip dgn film Hollywood.. Jepang aja lewat..

      Suka

  3. Whoa..om ji sub..gw cuma tau dia di master’s sun yang gw nobatkan sebagai drama korea paling sering gw re-run dan teteup kaget kalo muncul mahluk goibnya..haha

    Mbuh..aku ga demen film perang2an ni mbaknya…tapi aku kok lebih pengen nonton taxi driver nya jungpal yakk…

    Film ini juga penasaran bgt sih, cuma komenan cabe level 10 kornet bikin eike maju mundur kejedot ujung meja.

    Demikian komen ga penting ini

    Suka

    1. Oh yaaa? Akupun nonton The Master Sun tuh mba PIt.. dan minta potong rambut mirip model rambutnya om Ji Sub bhahahahhaha..

      Wah kalau kamu ngefans ama Ji Sub mestinya nonton mba Pit. Aku yg nggak suka genre perang aja demen kok, asal nggak banyak adegan ho-oh ho-oh ajaa..

      Ah iyaaaa.. Taxi Drivernya Ryu yaaaa.. akupun mauuu lihat itu
      ish.. komenmu mah penting lagiii.. sa aee mba Pit..

      Suka

  4. Waktu itu udah liat nih di blitz cuma gak ada temen nontonnya, apa anak2 suruh nonton carsss sama papanya trus diri sendiri masuk ntn korea yah hahahahaa *modus banget*

    Pertama nonton film So Ji Sub pas dia main Cain & Abel kayanya udah lama bgt tuh film hihihi trus ntn di master sun tapi cuma tahan eps 1 aja abis jantung gak kuat sama penampakannya -_-

    Disukai oleh 1 orang

    1. mba Felliciaa.. ahahahhaha lebih seru sama suami si, tapi kalau nggak selera boleeeeh tuh Papi ama anak2 nonton Cars atau Emoji, Maminya melipir ke sini hihi..

      Iya Ji Sub ini produktiiiipppp banget dari satu dekade yang lalu.. pertama kali aku nonton tentu saja di Memmories In Bali, di mana aku tim Jo In Sung.. dan sebelnya ama SJS bertahan bertahun2 hahahha..

      Suka

  5. Kyaaaaa…. udh nnton juga mba ini, bagussss bgttt.. Kan Jong Ki muncul pas filmnya ud brjalan brp menit gt, nah pas kemunculan dia ad cew yg histeris “oppaaaaaa” gitu, sontak pd nengok dia semua dan belakang kita bilang “alayyyyy” akhrnya ketawa pecah seisi ruangan bioskop hahhaa.. Sgitunya ngefans sm mas jongki..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Waaa banyak yang sudah nonton yaaa.. pasti full terus studionya..

      Wakakakakakak kebayang Nolaaa adegannya seperti apa. Akupun pernah di situasi yang sama, memandang takjub ke wanita2 yg jejeritan waktu lihat DO EXO di filmnya kemarin. Kalau mau fangirling memang sebaiknya lihat situasi dan kondisi sih.. kalau nggak semuanya ngefans, kan yang ada jadi malu sendiri..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s