Enter title here.. #2

Ternyata hampir sebulan lamanya tidak mengutak-atik tulisan di blog lumayan bikin kagok menulis juga ya..

Apalagi ditambah kenyataan yang terjadi pada hari-hari belakangan ini.

Ada masalah apa? Errr.. anu’ itu, angka timbangan berat badan gue sudah bukan bergeser ke kanan lagi.. Tapi ini sudah ngglundhung.. ngacir jauh ke kubu sebelah kanan sana. Grmbl.. grmbl..

Enihweii.. ya sudah, mari bikin postingan seperti dulu.  Seperti biasa, kalau nggak ada ide maka yang keluar adalah percakapan random antara tiga orang yang.. yaaah.. apa yah, dia lagi, dia lagi.. Siapa lagi kalau bukan Ibuk, suamik, dan anak..

  • Semua gara-gara solmed..

Sebagai generasi baby boomers, Ibuk acapkali berkomentar tentang perilaku para pengguna teknologi, terutama gadget, yang tentu saja belum ada pada waktu Ibuk masih seusia gue..

.. Ibuk, kalau lihat gue main handphone sembunyi-sembunyi..

Ibuk     : ” Kalau jaman Ibuk muda dulu kayak Ibuk-Ibuk sekarang, pasti nggak keburu pegang kerjaan apa-apa..”

Gue      : ” Ah.. masak sih Bu? Nggak juga lah..”

Ibuk     : ” Beneran. Untung jaman dulu, Ibuk nggak kenal yang namanya solmed.”

Gue       : ” Solmed? Ustad? Ustad Solmed?”

Ibuk      : ” Ituu fisbuk.. apa itu? Fisbuk? Jadi semua pada sibuuuk lihat hp terus.. ”

Gue       : ” Ealaah sosmed.. kalau solmed, itu Ustad.”

Lanjutkan membaca “Enter title here.. #2”

Enter title here

Paling nggak bisa deh kalau disuruh nulis judul..

***

nfh8sfs
nonton yang lagi pada berantem

Sekarang sedang ramai heboh di mana-mana ya?..

Ada yang bersuka-cita karena bisa nonton konser Coldplay. Tentang Coldplay sendiri, gue merasa sedikit beruntung karena rada kudet.. jadi nggak galau-galau amat kalau nggak kebagian tiketnya. Gimana mau ikutan heboh, secara lagu yang masih gue ingat pun cuma yang judulnya Vicks yuuuk.. Hyuuk. *lalu ngolesin balsem*

Ada yang masih saja comment war. Mulai dari aktris yang level setiker ~~selebriti tidak terkenal~~ sampai level para aktris korea dengan segala macam opini delusionalnya.

Dan tentu saja masalah yang tidak akan pernah usai.. Pilkada. Hhhhhh… Pilkadaa lagi. Kenapa ya, energi ngomel-ngomelnya tidak digunakan untuk topik yang lebih positif. Pilka…. Be, misalnya..

Ya sudahlahlah.. aku update cerita tentang orang-orang yang paling banyak gue ceritain di sini ya. Siapa lagi kalau bukan Ibuk, Suamik, sama Anak…

***

  • Kalau gitu aku tim Dylan

Ibuk.    : ” Beli tas brandon itu di mana sih?”

Gue       : ” Tas apa? Brandon? Beverly hils?”

Ibuk     : “ Opo meneh kui? Itu artis-artis katanya pada punya tas brandon.. Syahrini punya tas brandon..”

Gue       : ” Weelaaadalah, maksudnya branded too buk.. ”

Lanjutkan membaca “Enter title here”

Pacar Ketinggalan Kereta..

Bukan, ini bukan tentang filmya Ongky Alexander dan Nurul Arifin kok, cuma judulnya saja yang rada mirip sama ceritanya suamik. Dengan kata lain, nggak ada ide mau kasih judul apa.

***

Beberapa hari yang lalu, Suamik dinas ke Yogyakarta. Dan pada hari kepulangannya ke Jakarta, Suamik dan Andri, salah satu rekan kerjanya, mengambil penerbangan pagi. Tepatnya, pukul 07.15 WIB.

Kalau penerbangan pagi dari Jakarta, kita harus selalu berangkat minimal 2 jam sebelumnya kan? Lewat dari itu, dengan kondisi jalanan yang tidak bisa diprediksi, bersiap-siaplah menempuh kemacetan dengan jantung dag dig dug dor. Jadi daripada terburu-buru, suamik yang time managementnya lebih mendingan dibanding gue, memutuskan untuk berangkat pagi-pagi buta. Saking butanya, ayam belum kelar tereak-tereak menyenandungkan lagu kukuruyuk, suamik dan rekannya sudah dalam perjalanan menuju bandara.

Ternyata kalau di Yogya, tidak sampai 15 menit perjalanan, mereka sudah sampai di bandara. Enak banget ya..

***

Baru saja duduk, bapak-bapak ini mendapati kabar bahwa penerbangan mereka akan mengalami sedikit keterlambatan. Ah, delay lagi.. cerita lama ituu..

Karena waktunya masih lama, mereka masih bisa ngobrol santai sambil menunggu kedatangan pesawat..

Suamik   : ” Iya Ndri, jadi satu ditambah satu itu sama dengan dua..”
Andri      : ” Oh gitu ya pak, saya pikir satu ditambah satu sama dengan dua..”
Suamik   : ” Iya, padahal sebenarnya satu ditambah satu sama dengan dua, kan ya?”

*seperti biasa, si penulis sedang setres dengan percakapan virtual ini*  Lanjutkan membaca “Pacar Ketinggalan Kereta..”

Itu Samaa, Pak..

Ada satu kisah tentang seorang bapak-bapak, dua orang rekan kerja dan pembahasan tentang rencana pengadaan laptop..

Bapak-bapak    : ” Untuk laptop, saya rekues MacBook ya”..
Rekan kerja 1    : ” Iya pak..”
Rekan Kerja 2   : ” Anak-anak jaman sekarang juga sudah pakai Apple semua. Kemarin baru saja beliin anak saya Apple untuk keperluan belajarnya.. Bagus sih.. blablablabla…” *menjelaskan*

..sang bapak serius menyimak penjelasan si rekan kerja 2..
Bapak-bapak : * lalu kembali berbicara dengan rekan kerja 1* ” Ya sudah, saya nggak jadi pesan yang MacBook. Punya saya, ganti sama Apple aja.”
Rekan kerja 1 dan 2 : ” Itu sama kaleee pak..”

 

… Malamnya, Bapak ini menceritakan ke istrinya..

… Sang istri langsung ngakak nyembur sampai Wonogiri…

 

ps: si Bapak-bapak adalah suamik saya.

 

 

 

 

 

Ngomongin Suamik. ~Part.3

Melanjutkan ceritanya setahun yang lalu, sekarang kita ngomongin suamik lagi yuk.

***

  • Mungkin kuncinya hang..

Hari itu sepulangnya dari kantor, seperti biasa suamik bercerita tentang harinya ke diriku, istrinya. Ya masak ke kucing yang numpang tidur di teras. Kasihan sekali, yah. Kucingnya, maksudnya.. bingung nanti bagaimana si kucing harus menanggapi.

Suamik : ” Iya, kerjaan lagi lembur terus. Anak-anak di kantor pada kurang tidur semua. Udah ngga bisa mikir lagi nih, pikiran kita udah kunci..”
Gue       :Kunci gimana? ”
Suamik : ” Iyaa, kuncilah, dhek. Kalau ditanya apa udah ngga bisa mikir.. Cuma mikir perencanaan terus. Kunci udah, ni otak..”
Gue      : ” Kok kunci? Kunci jawaban? Maksudnya Hang, tooo..”

Suamik memberikan pandangan yang mengartikan kosakatanya lebih keren. Wek. Lanjutkan membaca “Ngomongin Suamik. ~Part.3”

Balada si Jari Kaki..

You Called?
YIhaaa.. Saya datang lagii..

Ini adalah kelanjutan cerita yang kemarin yak..

Riwayat bagaimana miripnya gue dan suamik sewaktu kecil, dalam hal ke.. kee.. keee..*terus kecekek*..  maksudnya ketidakwajaran perilaku anak-anak, alias bandel gitulah.

Ckckckckck.. *cicak di dinding yang ikut ambil suara*. Ckckckckckcck (lagi), mbok yaooo.. kalau ada persamaan itu lebih ke sama-sama baik hati, rajin belajar dan selalu membantu nenek menyeberang jalan gituloooh.. laini kook…

Sekarang apa lagi yang serupa?

Kali ini yang persis adalah jari-jari kaki kami. Yaitu sama-sama.. Lanjutkan membaca “Balada si Jari Kaki..”

Jodoh, Nih yeee…

Soon
*ngintip lapak blog yang mulai gersang*.. Ciluuukk..baaa..

Ketika membuka lapak-lapak media sosial yang sudah lama terbengkalai, gue mendapati kabar bahwa bulan November ini ada peringatan Hari Ayah Nasional.. Ihh aku baru tauuu.. *kemane aje, neng* *di rumah aje, bang*

Untuk Alm. Bapak, Alm. Papa dan Suamik.. selamat hari ayah ya..

Sad Brad
Jadi rindu, yah mellow lagi deh. .

Lanjutkan membaca “Jodoh, Nih yeee…”

Ngomongin Suamik – part 2

Beberapa waktu yang lalu ada teman yang bertanya…
kok suamimu nggak pernah keliatan di path ya wi?… 
Iya ya, kenapa juga ya?
Bisa jadi karena suamik tidak bermain sosmed kali ya, jadi mau kasih ‘kode’ apapiyun di sosial media juga nggak guna.  Kagak dibaca, sob. Dan mungkin itu sedikit alasan kenapa kami berada di level pergaulan yang berbeda.. Karena di rumah aja, gue lebih ‘gaul’ di internet sementara suamik ‘gaul’ di… batu akik.. Haiyaaahhh.. Bapak-bapak banget si kamu mass..
Meski jarang ‘cerita’ di sosmed, bukan berarti kami tidak baik-baik saja. Problematika rumah tangga? Buwaaanyuaaak. Nih, misalnya.. Kejadian ini masih panas-panas pantat wajan alias baru beberapa hari yang lalu… Sedang ada angin sedang ada hujan, tiba-tiba suamik nyeletuk.. “Dhek, ini semua baju dalam digadaikan ya buat beli sayur?” sambil mengobrak-abrik lemari pakaian dalam, yang gue hakul yakin, habis diberantakin cencunya ndak bakal dibereskan kembali.. Kzl.. ih Kzll..
Tapi apakah dengan kesel begitu sedikit-sedikit harus bikin status? Mending kalau yang bersangkutan baca. Ini ngerti kagak, tambah kesel iye.. Akhirnya daripada mubazir lebih baik bikin postingan bersambung di blog ini ajah ~~ Ih sama juga kakaaakk… Eh sama ya? HaHa~~.

Lanjutkan membaca “Ngomongin Suamik – part 2”

Ngomongin Suami..

Kerjaan gue cuma sekarang cuma buka tutup blogger dashboard sambil ngikik-bengong-heran liat search keyword yang berakhir nyasar ke tempat ini. Jadi, ada beberapa pencarian yang membuat gue bertanya “Kok bisa..?”. Nih ya sedikit diataranya yang masih tersisa:

  1. apa arti pepo memo.. (Mbaknya masnya, tolong diperhatikan atuh kalau Ibu Ani Yudhoyono sudah posting foto instagramnya).
  2. artis bokep Pacitan (HEH.. cari yang porno melulu! Kau anggap SBY itu artis apa? Eh Pak SBY artis kan? Beliau kan mengeluarkan album-album lagu, jadi sudah masuk jajaran artis dong ah…)
  3. artis trenggalek cantik semok (Ini siapa sih yang dimaksud? Kalau ketemu kasih tau ya)
  4. bokep bombai jepang
  5. artis jepang telanjang
  6. foto miyabi nungging semua
  7. foto miyabi telanjang

… EMANG SELAMA INI AKUH NULIS STENSILAN APAAN??.. Lanjutkan membaca “Ngomongin Suami..”

Oh Mama, Oh Papa…

Sebagai salah satu anak generasi 90-an gue sangat menikmati tahun-tahun dimana semua media massa masih buatan lokal. Hampir nggak ada tuh majalah-majalah ‘bule’ yang masuk ke Indonesia.. Dengan mudah gue bisa menyebutkan berbagai nama segmen majalah wanita yang ada :
  1. Anak-anak : Bobo, Ananda, Fantasi..
  2. Remaja : Anita Cemerlang, Gadis, Mode (Teuku Ryan, Ezra Saleeeh..kyaaaakk), Aneka Yess (dengan cover model tumpuk tiga kepala dan senyum-ngakak-cap-tiga-jari).. 
  3. Wanita : Femina, Kartini, Sarinah
Karena gue terlalu banyak waktu luang, maka ketika majalah Bobo sudah selesai, tentu saja gue membaca majalah yang seharusnya menjadi konsumsi Ibuku.. Iyak, majalah Kartini.
 
Nah, rubrik apa yang menjadi favorit teman-teman ketika dulunya sering baca Kartini? Apakah kita satu selera? *survey ke anak-anak yang tidak membaca majalah untuk segmennya*
 
.. Kayaknya nggak mungkin jawabannya Surat Pembaca, Dari Hati ke Hari atau Kontak Jodoh, misalnya.. Semua setuju bahwa yang paling sering dibaca adalah Oh Mama Oh Papa. Terus satu lagi, rubrik tanya jawab seksologi bersama dr. Naek L. 300 eh salah, itu kalau mau naik travel Cipaganti ke bandung.. yang bener dr. Naek L. Tobing.


… Oh.. begitu toh caranya..okeh

 

Rubrik Oh Mama Oh Papa ini hits banget deh.. Cerita-ceritanya banyak yang menginspirasi sinetron kisah sedih di hari minggu (karena besoknya mau kerja lagi) atau sinetron kisah sedih di setiap hari (karena nonton YKS-nya Trans TV)..  Kayaknya gue rasa reality show lebay-lebayan pun mengambil ide cerita Oh Mama Oh Papa. Iya, reality show macam Terngehek-ngehek (yang host-nya jadi member klub pria2-berwajah-jambon dengan ketua Saipul Jamil). 

… gayanya sih ngarep mirip.. beda di hasil akhir saja…
***
 
Gue mau cerita apa ya? Intinya sih, kenapa kok judul rubriknya bukan Oh Ayah Oh Bunda? atau Oh Mami Oh Papi, atau Oh Ibu dan Ayah..  

Apalagi jaman sekarang, pilihan judul rubrik Oh Mama Oh Papa ini bisa makin beragam dong yah mengingat banyaknya alternatiif nama panggilan untuk orangtua.. Ini gue sadari ketika gue sering mendapatkan pertanyaan bersambung. Kenapa bersambung? Karena setelah habis “Kapan punya Anak?” terbitlah ” Anak kamu manggil orang tuanya apa?”.

Hihi penting yah? Sepertinya iya.. Soalnya panggilan orang tua masa kini itu kece-kece, kiyut-kiyut dan uwuwuw uwuwuw gitu. Nih ya, coba gue rekap apa ada yang cocok buat gue: 
 
  • Mama & Papa

Waktu sekolah dulu, menurut gue, panggilan Mama-Papa itu keren sekali. Dengerin temen-temen manggil “Mamah-Papah” bagi gue itu asik banget deh.. Gue juga ingin memanggil Ibuku dengan sebutan mamah karena sebagai abg yang sering harus bertahan dari peer-pressure, panggilan Ibu itu sangat anti mainstream. Reaksi Ibuku, ya pastinya beliau menolak mentah-mentah lah haii. Malu katanya.. padahal kan Ibuku selalu berpakaian lengkap loh… *iya, ini beda konteks* 

Dulu waktu masih pacaran, suamik pernah komentar, kenapa kok gue memanggilnya Ibu.. Iya, komentarnya polos banget pulak ” Dhek, kayak nanya Ibu kantin ama Ibu kosku waktu kuliah.. Ibuuuuuk, sudah ya Buuk. Berapa semuanya habisnya Buk.. nasi kuah padang ama telor dadar?”…

….asyeeem.. walau ada benernya juga sih.. gue kalau mau bayar warung makan samping kantor pasti nanyanya gitu juga, gak mungkin gue nanya ” Mamah, berapa semua mamaah..”
 
  • Ibunda & Ayahanda : 

Image Ibunda adalah sosok yang halus lemah lembut dan penuh kasih sayang.. Waktu gue belum punya anak, sempat kepikiran untuk dipanggil Bunda. Tapi langsung gue simpan baik-baik ide ini ke lipatan ketek paling dalam.. betapa tidak, belum juga jadi Ibu,, gue sudah sebel dipanggil Bunda. 

 
Gue suka sebel kalau lagi belanja bulanan di lorong-lorong Hypermart, terutama di lorong-lorong panas.. Iya, lorong yang banyak promosinya itu..
 
Mbak-mbak SPG  : *Dengan ramahnya menghampiri dan menegur* ” Bunda, selamat ya sedang hamil.. Berencana kasih ASI? ASI memang makanan terbaik untuk bayi, tapi bisa jadi nanti kebutuhan ananda sesudah MPASI kurang loh Bunda. Bunda sekarang sudah banyak susu yang formula yang canggih-canggih .. Susu ini nggak cuma bikin anak Bunda sehat, tapi bisa saja membuat anak Bunda jago nari Balet, bercocok tanam atau jago koprol sambil terbang menembus tembok”
Gue                            : ” Tapi mbaknyah..saya nggak hamil..” 
Mbak-mbak SPG  : ” Oh.. maaf Bunda, saya kiraa… ” *pandangan menyelidik kearah perut*

..  kok hamil sih? bukannya busung lapar?..


Sejak saat itu sampai beneran jadi emak-emak, gue masih sebel kalo sudah mulai ditegor-tegor dengan kalimat ” Susunya bunda, Diskonnya bunda, Rinsonya bunda, popoknya bunda…  ban bu ban bun… ” HIH. Kan makin sahih banget kan kalau kita emak-emak.. Coba kalau manggil-nya beda, misal ” Rinsonya Kakaaaaakk… atau susunya Kakaaaakk” mungkin gue akan nyengar-nyengir bahagia walau tetep aja nggak beli produknya.

Iya, masih sulit membayangkan kalau gue dipanggil bunda apalagi kalau beberapa tahun kemudian terjadi percakapan seperti ini:


Anakku   : “Ibunda, kenapa betis Ibunda gede banget”

Gue          : ” Bocah!!Nape nanye-nanye begonoan.. kagak tau ape dulu emak ini nyambi jadi ojek becak?” Nggak cocok kan? Yang benar ya kan seharusnya 
” Apa maksud dari pertanyaanmu Ananda? Betis Ibunda ini besar karena alkisah pada jaman dahulu kala di babatan tanah Jawi.. Ibunda harus mengendarai becak..becak.. Becak itu kereta tak berkuda, Ananda” * penjelasan panjang dan jelas dengan suara alto ala Maria Oentoe*
  • Mommy & Daddy

Seandainya gue dipanggil Mommy:

Anakku    : ” Mommy..Mommy Aidan be’ooll..”… 

Gue          : ” Wait wait bentar ya son.. Mommy finishing makan dulu son,, Lapar nih son… Son sudah lapar belum son,, mau makan gak son”
 
Nggak. Nggak setuju gue. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang senang-senang bergembira mungkin percakapan gue akan seperti dua tuyul yang main sinetron om Jin dan Jun.

  • Ibu & Bapak 

Manis banget yaaa… Aku suka panggilan Ibu. Masalahnya anak gue sudah sangat fasih membahasakan Ibu ,,, tapi ke Ibuku, alias neneknya.. 

  • Umi& Abi, Mamam/Ibun & Papap, Mimi dan PIpi, Memo & Pepo, dll
Banyak deh yang kayaknya hanya ada satu jenis diantara berjuta-juta nama panggilan orang tua di muka bumi ini.
 

Terus gue dipanggil siapa? Mammi dan Papi 
Ketika gue menjawab pertanyaan ini ada berbagai macam reaksi berbeda yang gue terima.

… ada yang ketawa.. (mungkin gue miriip sama Mamiek personel Srimulat)
… ada yang komentar “orang anaknya PNS aja panggilannya mami”.. eeeeeerrr…..
… Iya ada yang bilang mami kesannya negatif. Image Mami itu sebelas dua belas sama tante yang girang tapi tua’an dikit. Biasanya yang kebayang adalah madam-madam gemuk-tajir-kuku-tajam-merokok sambil dikelilingi para wanita muda cantik. Biasanyaaa.. Padahal sebenarnya tante dan mami itu nggak salah kan yah?.. 
 
Terlepas dari itu, ada cerita waktu anak gue waktu masih kecil. Kira-kira usianya dua tahun, dia susah sekali melafalkan kata dengan awalan huruf P.. Mirip-mirip sama logat orang timur tengah sana.. Tadinya gue biasa saja sampai pada suatu hari suamiku protes..

Suamik    : ” Mamii ketua, Interupsi Mami ketua *sepertinya mulai terinspirasi anggota DPR yang cari perhatian kalo rapatnya live di TV*
Gue             : ” Iya suamiku… ada apakah gerangan?”
Suamik     : ” Waktu tadi aku sama Aidan main di Giant, aku diketawa’in anak-anak. Mereka ketawa denger Aidan manggil-manggil aku.
Gue             : ” Aidan manggil kamu siapa? 
Suamik   : ” Ya manggilnya tetep Papaii papiii.. Tapi tereak-terak tuh sepanjang Giant manggil aku BAABIII.. BAAABIIIII!!”
Gue              : …. bwahahahhahaa… 

..ngakak keselek sampai mojokerto..


 Oh Mami Oh Babiii…