Drama Korea : Menonton Encounter ituu…

… seperti ada kupu-kupu beterbangan di dalam perutku…

Beneran, tapi tunggu sebentar ya, gue mau napas dulu.. Ini habis ngos-ngosan nonton episode 10.

***

Okeh.

Jadi, sebagai posting pertama di tahun 2019, gue akan buka jurnal blog gue dengan mengulas drama artis korea kesayanganku, siapa lagi kalau bukan, Song Hye Kyo.

ENCOUNTER (BOYFRIEND)Gambar terkait

f131868052293260000(0).jpg

*** Lanjutkan membaca Drama Korea : Menonton Encounter ituu…

Iklan

Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..

Apaan dah, judulnya sudah mirip orbituari..

Ceritanya, drama ini sudah tamat seminggu yang lalu. Walaupun definisi seminggu di dunia drama korea ekuivalen dengan beberapa-hari-terserah-anda di dunia nyata..

Nah, daripada nggak ada postingan, maka gue akan merampungkan draft final review drama ini sebagai saluran emosi gue. Kan kasihan selama ini Joice melulu yang gue bombardir.. Ya, nggak bu Joice Chang Wook?

Jadi, bagaimana final reviewnya, mamah dewik? Lanjutkan membaca Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..

Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..

Warning, sepanjang tulisan akan penuh halusinasi parah dari si penulis. Mohon bersabar, ini ujian kalau membacanya jadi pengen muntah. Maklum, ya, kata Joice.. namanya juga hormon emak-emak..

***

Hai semua para kisanak penggemar drama korea, kembali hadir di sini, mamah dewik, beserta review drama korea abal-abalnya..

Menurut gue, tidak ada yang namanya drama yang jelek atau bagus. Semua itu kembali ke Yang Maha Kuasa.. eh maksud gue, balik ke yang namanya selera.. (lalu mbak selera tunjuk tangan, #krikkrikkrik).

Pokoknya, kalau ceritanya bagus, tapi kita sebagai penonton nggak suka, ya, secara subjektif drama itu jelek. Dan begitu pula sebaliknya.

Buat gue pribadi sih, bagus tidaknya suatu drama bisa dilihat dari awal-awal episode yang ditayangkan. Pertimbangan gue sih cetek, selama gue suka cerita dan akting para pemainnya lalu OST-nya mendukung.. yawiiss, gue akan setia mengikutinya sampai akhir..

Drama yang bagus? Banyak.

Tapi jika gue mau capek-capek mereview drama itu menjadi satu postingan blog, berarti drama yang gue tonton itu ~~menurut gue~~ memang baguuuusss banget.

Nah, drama yang saat ini sedang menghantui gue adalah.. Lanjutkan membaca Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)

imageproxy-phpimageproxy-php-2

~~ Penggalan dari part yang kemarin ya. Karena, MAAAK, PANJANG BANGET AJA GITUH!!~~

Ini benar-benar final part. Jika teman-teman ingin membaca postingan sebelumnya, bisa dilihat di part 1, part 2, part 3. part 4. Lanjutkan membaca Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4

Ketika acara berlangsung, gue diberitahu mba Nissa untuk melihat wanita-wanita yang duduk di depan kami. Gue melihat, mereka sesekali menyaksikan acara menggunakan teropong. Kami bergumam.. “Ih, kok nggak kepikiran sii?”.. Terang saja, aku bukan generasi anak nongkrong fan meeting.. saya generasinya anak nongkrong kangsayur. Jadi, jangankan terpikir membawa teropong, paspor nggak ketinggalan saja, sudah bagus..

Akhirnya Mba Nisa memberanikan diri untuk meminjam teropong milik wanita Korea tersebut. Mba Nissa pun menawarkan gue untuk melihat.. Ternyata melihat melaui teropong, hasilnya bisa sangat jelas ya. Aku baru tau..

Kita bisa fokus pada apa yang ingin kita lihat. Kalau di layar, kan hanya mengandalkan mas-mas kameramen yang mengarahkan acara.. kalau misalnya kita ingin fokus dengan tahi lalatnya mba MC, misalnya, tapi si kameramen ingin memusatkan perhatian pada botol-botol minuman yang ada di meja, ya kita bisa apa, hanya bisa pasrah bukan..

Oke. Kembali ke cerita selanjutnya..

Lanjutkan membaca Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3

Setting panggung acara ini sangat sederhana, daripada acara jumpa fans, gue merasa lebih mirip sedang menghadiri seminar motivasi. Duh, jangan-jangan Song Hye Kyo adalah Mario Teguh yang menyamar.. *jangan dibayangkan, pokoknya jangan*

Bagaimana tidak, di panggung hanya ada satu set sofa putih dan empat banner tinggi dengan tampilan wajah sang artis utama. 

Oh, bagi teman-teman yang mengharapkan gue bisa menampilan foto atau video selama acara, sekali lagi, gue mohon maaf kalau teman-teman pembaca harus kecewa.

Gue menghargai Song Hye Kyo sebagaimana ia yang sudah mempercayai kita, para fansnya. Jadi bila dibandingkan dengan bisa hadir di event yang mungkin hanya terjadi once in a life time, memenuhi satu-satunya permintaannya untuk tidak mengambil foto, terasa sangat mudah, bukan?

img20161115100809-01.jpeg

Tapi ini kembali ke pribadi masing-masing ya. Gue tidak menyalahkan para fans internasional yang ‘broke the rules’. Mereka pasti juga ingin berbagi kebahagiaan.. Toh kalau gue tidak ikut, pasti gue juga penasaran dengan apa yang terjadi dan berharap, siapapun itu, bisa membocorkannya di sosial media.

Tapi, yang gue pikirkan, nanti, dampaknya seperti apa?

Bagaimana jika ia kecewa? Bagaimana jika ini adalah fan meetingnya yang pertama dan terakhir? Kalaupun nantinya akan ada, apa mungkin dia bisa sesantai hari itu?

Itu sebabnya, gue memilih untuk melaporkannya sesuai dengan apa yang gue lihat dan rasakan.. Walaupun tidak ada foto-foto, sebisa mungkin, gue akan jelaskan kronologisnya secara rinci..

Semoga teman-teman mengerti ya.. Lanjutkan membaca Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2

Satu hal yang pasti. Sejak awal pendaftaran ada beberapa point penting yang diminta panitia…

  1. No photography selama acara.
  2. Diharap tidak membawa banner pribadi.
  3. Diharap tidak membawa hadiah secara personal. Karena hadiah yang diberikan, secara sopan, akan ditolak panitia.

Pasal ‘no photography’ ini, beruuuulaaaang kali disampaikan. Kebetulan gue juga nggak punya kamera, jadi nggak boleh foto, yang nggak masyalah.

Oiya, dari pengumuman, untuk penukaran tiket di venue, nantinya kami hanya diminta membawa passpor.

Iya, cuma begitu saja.

Sempat terbersit keraguan di benakku.. “Jangan-jangan ini bohong..”

Oleh karenanya, hanya beberapa orang saja yang tahu berita ini. Iya kalau beneran, kalau ternyata zonk? Kan amsyiong..

Dan rata-rata reaksi yang kudapatkan…

Adekku   : ” Awas, nanti ditipu mbak, sampai sana, kamu malah dimintain duit..”

Mbakku  : ” MASAAAK SIIIH? NGGAK MUNGKIN.. AH YANG BENER?!”

Ibuk         : ” Ketemu artis siapa? Huai Ko? Sopo kui jenenge? Hong Kio. Hong Kio? ”

-_____-

Aduuuh, jangankan mereka, gue sendiri saja ragu.. Hari gini gituloh. Apalagi yang berangkat dari Indonesia, setahu gue, hanya tiga orang. Gue, Ibu Hani Surlianto, dan Mbak Annisa, seorang dosen dari Surabaya. Nanti kalau sampai sana kita diapa-apain, bagaimana?

Tapi ya sudahlah, kalaupun hoax, nggak ada ruginya juga, hitung-hitung gue ‘me-time’ sebentar ke Seoul. #preeett.  Akhirnya dengan ditemani adek ipar, gue dan mba Annisa berangkat ke Korea. Lanjutkan membaca Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1

Brace yourself. 

Gue akan menuliskan beberapa tulisan panjang tentang perjalanan gue menghadiri acara fan meeting Song Hye Kyo…

Yes, you read me right.

Gue. Datang. Di. Acara. Fan. Meeting. Song Hye Kyo..

raw

Ah elaaah, artis Korea lagi. Well, gue tidak minta persetujuan siapa-siapa sih tentang siapa yang harus disukai dan siapa yang tidak. Selama kita tidak meninggalkan kewajiban dan tidak merugikan orang lain, kenapa nggak?

Dan kebetulan idola gue itu adalah seorang.. Song Hye Kyo.

song-hye-kyo-30

Lanjutkan membaca Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1

Sudah tau cengeng..

… eh masih nonton drama korea.

Yah, doakan gue tobat dan tertarik nonton drama Indonesia yaa.. *lalu lihat sinetron* *lalu ikut sakit jiwa*

Yasudahlah ya.. mending cerita yang ringan-ringan saja, yang berat, cukup badan gue aja..

***

Jadi begini ceritanya..

Gue suka banget bercanda, nggak usah disuruh pun, pasti gue akan mentertawakan diri sendiri. Tapi di balik itu, sesungguhnya aku ini mudah sekali mengeluarkan air mata. Bahasa ilmiahnya sensitif, bahasa kalbunya cengeng dan bahasa jawanya gembeeng.

Lagi sedih.. aku nangis *yaiyalah*

Lagi marah dan keseeeel.. eh nangis juga

Nonton film mengharukan, gue terisak-isak..

Lagi lihat anak tidur.. aku mbrebes mili

Lihat seseorang yang bersedih atau sakit.. gue juga ikut tersedu-sedu..

Lagi bercanda, terus digodain.. “Nangis ya Dew, nangis ya..”.. Awalnya nggak nangis, eee lah kok terus keluar air matanya..

Mending kalau wajah gue bisa berubah menjadi nangis-cantik seperti mbak-mbak di bawah ini..

tumblr_mxkuucyqsi1rcih7jo1_400

song-hye-kyo-crying

Yang ada, pada kenyataannya, muka gue berakhir seperti ini… Lanjutkan membaca Sudah tau cengeng..

One of The Best Drama Korea : Signal (2016).

Beberapa minggu terakhir ini bisa dibilang menjadi salah satu bulan tersibuk gue. Padahal kayaknya begini-begini saja, tapi rasanya kok banyaaaak banget yang harus dikerjakan.. Kayaknya waktu cepat sekali berlalu ya, boro-boro bisa duduk tenang main blog..

Terus sekarang kagok, jadi lupa lagi caranya nulis..

Jadi untuk gampangnya, gue mau review drama korea ajah..

Drama Korea lagi?

Hihi, maaf ya.. ketahuan banget kalau lagi kehabisan ide. Habisnya drama ini memang bagus banget. Pun kalau gue nggak suka, pakai banget, gue nggak akan capek-capek menuliskannya di sini..

***

Nah, jika teman-teman adalah tipe penonton drama yang :

  1. Suka cerita dan akting yang bagus..
  2. Nggak suka drama korea yang nangis nggerung-nggerung,
  3. Bosan dengan cerita komedi romantis ataupun sudah males dengan kisah Cinderella yang plot ceritanya kebanyakan seperti  ini..
  4. Suka cerita misteri atau thriler..
  5. Suka serial kriminal seperti CSI atau Criminal Minds..
  6. Suka cerita yang diangkat atau terinspirasi dari kisah nyata
  7. Suka cerita dengan plot twist yang tidak bisa ditebak..
  8. Tapi teteepp suka cowok yang cakebbh..

Maka, mari gue kenalkan drama favorit akuh..

SIGNAL. Lanjutkan membaca One of The Best Drama Korea : Signal (2016).