Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..

Apaan dah, judulnya sudah mirip orbituari..

Ceritanya, drama ini sudah tamat seminggu yang lalu. Walaupun definisi seminggu di dunia drama korea ekuivalen dengan beberapa-hari-terserah-anda di dunia nyata..

Nah, daripada nggak ada postingan, maka gue akan merampungkan draft final review drama ini sebagai saluran emosi gue. Kan kasihan selama ini Joice melulu yang gue bombardir.. Ya, nggak bu Joice Chang Wook?

Jadi, bagaimana final reviewnya, mamah dewik? Lanjutkan membaca “Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..”

Iklan

Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..

Warning, sepanjang tulisan akan penuh halusinasi parah dari si penulis. Mohon bersabar, ini ujian kalau membacanya jadi pengen muntah. Maklum, ya, kata Joice.. namanya juga hormon emak-emak..

***

Hai semua para kisanak penggemar drama korea, kembali hadir di sini, mamah dewik, beserta review drama korea abal-abalnya..

Menurut gue, tidak ada yang namanya drama yang jelek atau bagus. Semua itu kembali ke Yang Maha Kuasa.. eh maksud gue, balik ke yang namanya selera.. (lalu mbak selera tunjuk tangan, #krikkrikkrik).

Pokoknya, kalau ceritanya bagus, tapi kita sebagai penonton nggak suka, ya, secara subjektif drama itu jelek. Dan begitu pula sebaliknya.

Buat gue pribadi sih, bagus tidaknya suatu drama bisa dilihat dari awal-awal episode yang ditayangkan. Pertimbangan gue sih cetek, selama gue suka cerita dan akting para pemainnya lalu OST-nya mendukung.. yawiiss, gue akan setia mengikutinya sampai akhir..

Drama yang bagus? Banyak.

Tapi jika gue mau capek-capek mereview drama itu menjadi satu postingan blog, berarti drama yang gue tonton itu ~~menurut gue~~ memang baguuuusss banget.

Nah, drama yang saat ini sedang menghantui gue adalah.. Lanjutkan membaca “Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..”

Film Silenced (2011) dan kenapa aku jadi suka Gong Yoo..

Judulnya panjang amat..

Halo 2017! Hei blog, kamu kebanyakan nganggur ya? Maklum ya, aku sedang terpaku nonton Goblin.. Goblin? Itu yang layanan aplikasi ojek? (itu GoBox), atau itu kata-kata yang sering diucapkan para netizen di kolom-kolom perang komen Pilkada? (itu Gobl.. ah yasudahlah)

Tentu saja Goblin ini drama korea.

Eh, gue bersyukur loh bisa berada di waktu yang sama dengan masa penayangan Goblin… SOALNYA BAGUSS BANGETTT, JENG SRIII!!..

Gue selalu picky untuk pilihan menonton drama korea atau menyukai aktor-aktornya.. Nggak semuanya sempat gue tonton, too much drama, too little time yunauu. Tapi jika sekalinya suka, biasanya gue akan fokus stalking semua informasi di balik layarnya.

Dan tentu salah satu yang gue pantengin adalah sang pemeran Goblin, Gong Yoo. Tapi apakah karena Goblin maka gue jadi kepincut dengan mas Gong Yoo?

Salah.

Gue mengagumi beliau setelah mengetahui perannya di balik layar pembuatan film Silenced ini.

***

gong-yoo-27

Lanjutkan membaca “Film Silenced (2011) dan kenapa aku jadi suka Gong Yoo..”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)

imageproxy-phpimageproxy-php-2

~~ Penggalan dari part yang kemarin ya. Karena, MAAAK, PANJANG BANGET AJA GITUH!!~~

Ini benar-benar final part. Jika teman-teman ingin membaca postingan sebelumnya, bisa dilihat di part 1, part 2, part 3. part 4. Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4

Ketika acara berlangsung, gue diberitahu mba Nissa untuk melihat wanita-wanita yang duduk di depan kami. Gue melihat, mereka sesekali menyaksikan acara menggunakan teropong. Kami bergumam.. “Ih, kok nggak kepikiran sii?”.. Terang saja, aku bukan generasi anak nongkrong fan meeting.. saya generasinya anak nongkrong kangsayur. Jadi, jangankan terpikir membawa teropong, paspor nggak ketinggalan saja, sudah bagus..

Akhirnya Mba Nisa memberanikan diri untuk meminjam teropong milik wanita Korea tersebut. Mba Nissa pun menawarkan gue untuk melihat.. Ternyata melihat melaui teropong, hasilnya bisa sangat jelas ya. Aku baru tau..

Kita bisa fokus pada apa yang ingin kita lihat. Kalau di layar, kan hanya mengandalkan mas-mas kameramen yang mengarahkan acara.. kalau misalnya kita ingin fokus dengan tahi lalatnya mba MC, misalnya, tapi si kameramen ingin memusatkan perhatian pada botol-botol minuman yang ada di meja, ya kita bisa apa, hanya bisa pasrah bukan..

Oke. Kembali ke cerita selanjutnya..

Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3

Setting panggung acara ini sangat sederhana, daripada acara jumpa fans, gue merasa lebih mirip sedang menghadiri seminar motivasi. Duh, jangan-jangan Song Hye Kyo adalah Mario Teguh yang menyamar.. *jangan dibayangkan, pokoknya jangan*

Bagaimana tidak, di panggung hanya ada satu set sofa putih dan empat banner tinggi dengan tampilan wajah sang artis utama. 

Oh, bagi teman-teman yang mengharapkan gue bisa menampilan foto atau video selama acara, sekali lagi, gue mohon maaf kalau teman-teman pembaca harus kecewa.

Gue menghargai Song Hye Kyo sebagaimana ia yang sudah mempercayai kita, para fansnya. Jadi bila dibandingkan dengan bisa hadir di event yang mungkin hanya terjadi once in a life time, memenuhi satu-satunya permintaannya untuk tidak mengambil foto, terasa sangat mudah, bukan?

img20161115100809-01.jpeg

Tapi ini kembali ke pribadi masing-masing ya. Gue tidak menyalahkan para fans internasional yang ‘broke the rules’. Mereka pasti juga ingin berbagi kebahagiaan.. Toh kalau gue tidak ikut, pasti gue juga penasaran dengan apa yang terjadi dan berharap, siapapun itu, bisa membocorkannya di sosial media.

Tapi, yang gue pikirkan, nanti, dampaknya seperti apa?

Bagaimana jika ia kecewa? Bagaimana jika ini adalah fan meetingnya yang pertama dan terakhir? Kalaupun nantinya akan ada, apa mungkin dia bisa sesantai hari itu?

Itu sebabnya, gue memilih untuk melaporkannya sesuai dengan apa yang gue lihat dan rasakan.. Walaupun tidak ada foto-foto, sebisa mungkin, gue akan jelaskan kronologisnya secara rinci..

Semoga teman-teman mengerti ya.. Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2

Satu hal yang pasti. Sejak awal pendaftaran ada beberapa point penting yang diminta panitia…

  1. No photography selama acara.
  2. Diharap tidak membawa banner pribadi.
  3. Diharap tidak membawa hadiah secara personal. Karena hadiah yang diberikan, secara sopan, akan ditolak panitia.

Pasal ‘no photography’ ini, beruuuulaaaang kali disampaikan. Kebetulan gue juga nggak punya kamera, jadi nggak boleh foto, yang nggak masyalah.

Oiya, dari pengumuman, untuk penukaran tiket di venue, nantinya kami hanya diminta membawa passpor.

Iya, cuma begitu saja.

Sempat terbersit keraguan di benakku.. “Jangan-jangan ini bohong..”

Oleh karenanya, hanya beberapa orang saja yang tahu berita ini. Iya kalau beneran, kalau ternyata zonk? Kan amsyiong..

Dan rata-rata reaksi yang kudapatkan…

Adekku   : ” Awas, nanti ditipu mbak, sampai sana, kamu malah dimintain duit..”

Mbakku  : ” MASAAAK SIIIH? NGGAK MUNGKIN.. AH YANG BENER?!”

Ibuk         : ” Ketemu artis siapa? Huai Ko? Sopo kui jenenge? Hong Kio. Hong Kio? ”

-_____-

Aduuuh, jangankan mereka, gue sendiri saja ragu.. Hari gini gituloh. Apalagi yang berangkat dari Indonesia, setahu gue, hanya tiga orang. Gue, Ibu Hani Surlianto, dan Mbak Annisa, seorang dosen dari Surabaya. Nanti kalau sampai sana kita diapa-apain, bagaimana?

Tapi ya sudahlah, kalaupun hoax, nggak ada ruginya juga, hitung-hitung gue ‘me-time’ sebentar ke Seoul. #preeett.  Akhirnya dengan ditemani adek ipar, gue dan mba Annisa berangkat ke Korea. Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1

Brace yourself. 

Gue akan menuliskan beberapa tulisan panjang tentang perjalanan gue menghadiri acara fan meeting Song Hye Kyo…

Yes, you read me right.

Gue. Datang. Di. Acara. Fan. Meeting. Song Hye Kyo..

raw

Ah elaaah, artis Korea lagi. Well, gue tidak minta persetujuan siapa-siapa sih tentang siapa yang harus disukai dan siapa yang tidak. Selama kita tidak meninggalkan kewajiban dan tidak merugikan orang lain, kenapa nggak?

Dan kebetulan idola gue itu adalah seorang.. Song Hye Kyo.

song-hye-kyo-30

Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1”

Sudah tau cengeng..

… eh masih nonton drama korea.

Yah, doakan gue tobat dan tertarik nonton drama Indonesia yaa.. *lalu lihat sinetron* *lalu ikut sakit jiwa*

Yasudahlah ya.. mending cerita yang ringan-ringan saja, yang berat, cukup badan gue aja..

***

Jadi begini ceritanya..

Gue suka banget bercanda, nggak usah disuruh pun, pasti gue akan mentertawakan diri sendiri. Tapi di balik itu, sesungguhnya aku ini mudah sekali mengeluarkan air mata. Bahasa ilmiahnya sensitif, bahasa kalbunya cengeng dan bahasa jawanya gembeeng.

Lagi sedih.. aku nangis *yaiyalah*

Lagi marah dan keseeeel.. eh nangis juga

Nonton film mengharukan, gue terisak-isak..

Lagi lihat anak tidur.. aku mbrebes mili

Lihat seseorang yang bersedih atau sakit.. gue juga ikut tersedu-sedu..

Lagi bercanda, terus digodain.. “Nangis ya Dew, nangis ya..”.. Awalnya nggak nangis, eee lah kok terus keluar air matanya..

Mending kalau wajah gue bisa berubah menjadi nangis-cantik seperti mbak-mbak di bawah ini..

tumblr_mxkuucyqsi1rcih7jo1_400

song-hye-kyo-crying

Yang ada, pada kenyataannya, muka gue berakhir seperti ini… Lanjutkan membaca “Sudah tau cengeng..”

One of The Best Drama Korea : Signal (2016).

Beberapa minggu terakhir ini bisa dibilang menjadi salah satu bulan tersibuk gue. Padahal kayaknya begini-begini saja, tapi rasanya kok banyaaaak banget yang harus dikerjakan.. Kayaknya waktu cepat sekali berlalu ya, boro-boro bisa duduk tenang main blog..

Terus sekarang kagok, jadi lupa lagi caranya nulis..

Jadi untuk gampangnya, gue mau review drama korea ajah..

Drama Korea lagi?

Hihi, maaf ya.. ketahuan banget kalau lagi kehabisan ide. Habisnya drama ini memang bagus banget. Pun kalau gue nggak suka, pakai banget, gue nggak akan capek-capek menuliskannya di sini..

***

Nah, jika teman-teman adalah tipe penonton drama yang :

  1. Suka cerita dan akting yang bagus..
  2. Nggak suka drama korea yang nangis nggerung-nggerung,
  3. Bosan dengan cerita komedi romantis ataupun sudah males dengan kisah Cinderella yang plot ceritanya kebanyakan seperti  ini..
  4. Suka cerita misteri atau thriler..
  5. Suka serial kriminal seperti CSI atau Criminal Minds..
  6. Suka cerita yang diangkat atau terinspirasi dari kisah nyata
  7. Suka cerita dengan plot twist yang tidak bisa ditebak..
  8. Tapi teteepp suka cowok yang cakebbh..

Maka, mari gue kenalkan drama favorit akuh..

SIGNAL. Lanjutkan membaca “One of The Best Drama Korea : Signal (2016).”

Sabtu Bersama Gong Yoo..

Jika ada satu film yang saat ini sangat gue rekomendasikan untuk ditonton, maka itu adalah :

Train To Busan..

ClbhhPdVEAA-e70.jpg

Sutradara    : Yeon Sang-ho
Penulis        : Park Joo-suk
Pemeran      : Gong Yoo, Kim Su-an, Jung Yu-mi, Ma Dong-seok, Choi Woo-shik
Ahn So-hee
Durasi          : 118 menit
Negara         : Korea Selatan
Sinopsis      : 

Sok-woo and his daughter Soo-ahn are boarding the KTX, a fast train that shall bring them from Seoul to Busan. But during their journey, the train is overrun by zombies which kill several of the train staff and other passengers.While the KTX is shooting towards Busan, the passengers have to fight for their naked lives against the zombies . Lanjutkan membaca “Sabtu Bersama Gong Yoo..”

Meet Joe (not Black)

Selamat datang di postingan blog yang ke 101..

Wow! Sudah 100 postingan. Produktif sekali ya.. Sayangnya jumlah ini sudah terkumpul hampir 10 tahun. Artinya selama setahun aku cuma rata-rata menulis 10 postingan. Produktif dari mane?

Nah cerita kali ini lebih istimewa, karena gue baru saja ketemuan dengan teman baru. Bukan, bukan Joe Black-nya Brad Pitt.. Anggap aja akiyuh bingung mau kasih judul apa. Tapi beneran, gue baru aja ketemuan dengan teman blogger.

Ciailaaaah, gaya yaak. Padahal yang lain sudah dari duluuuu jaman rikipik kenal dekat dan menjadi saudara dari blogger, gue baru pertama kali kopi darat di tahun 2016. Lanjutkan membaca “Meet Joe (not Black)”

Apa yang kau cari, kisanak?

Beginilah kalau blog sudah lama dianggurin tapi tidak ada ide untuk menulis. Oleh sebabnya, gue berterima kasih dengan fitur ‘search term’ yang nyasar sampai ke blog ini, karena gue bisa sedikit terhibur bacanya..

d2762-awkward.gif
gue. ketika membaca search terms absurd..

***

Ternyata seru juga bikin rekapan search keywords ini. Tahun lalu hampir rata-rata yang mampir ke blog gue masih mencari seputar per-bokepan. Yah, tahun ini juga sih, tapi kayaknya sekarang sudah lebih mendingan. Lebih aneh juga, pastinya.

Tapi ada yang berbeda dalam dua bulan terakhir ini, karena ketika gue membuka dashboard wordpress, kata pengacu yang mampir ke situs ini sudah lebih ‘normal’.. Dan kategori normal di sini adalah sebagian besar mereka mencari informasi tentang drama korea : Descendant of The Sun alias DoTS.. *belum tau drama ini? Tontooon sekarang juga.. agar mengerti apa yang kami rasakan, mueahahahah*

image_zpsxbgaqixy.gif

Lanjutkan membaca “Apa yang kau cari, kisanak?”

Drama korea : Descendants of The Sun

https://i1.wp.com/www.cutecatgifs.com/wp-content/uploads/2015/09/fall.gifHappy New Year 2016!!

***

Akhirnya postingan perdana di tahun 2016.

Huuuhuh aku rindu padamu, laptop *kekepin-laptop-jadul-erat-erat*. Apalagi kelamaan ditinggal pergi, udah deh jari-jari dan otak ini makin mirip rambut yang kebanyakan hairspray.. kaku kabeh. Melasi nemen..

Oiya.. apa kabar resolusi tahun baru? Nggak punya. Mengikuti petuah meme yang beredar di jagat petiyah dan instagramiyah, daripada resolusi gue lebih memilih Risolisi.. Lebih enak, apalagi kalau pakai telor, keju, dan mayonaise. kriiiik kriiiik kriiik.. jangkrik mengambil suara.. Lanjutkan membaca “Drama korea : Descendants of The Sun”

Review Drama Korea : Fated to Love You

Ada yang pernah dengar lagu ini?

Lagu Sweet Dream-nya Jang Nara ini pernah menjadi salah satu lagu favorit gue bertahun-tahun yang lalu.. Jaman akuh masih sibuk belajar perkalian dan pembagian gitu deh. #lebaylagi #plak.. Iye Iye, gue sudah kuliah.. iyee..

Tentu saja pada masa itu K-pop belum seheboh sekarang jadi gue masih bisa update info tentang film dan drama yang beredar di lapak-lapak DVD Ambassador. Salah satunya serial kesukaan akuh, Successful Story of a Bright Girl yang diperankan Jang Nara dan Jang Hyuk. Sungguh terhibur melihat mereka di antara gempuran melodrama yang nangisnya never ending ending.. alias kagak kelar-kelar.

Setelah selesai, apa kabar mereka? Ya sibuk dengan kerjaan masing-masing.. Ngga berharap lah mereka kerja bareng lagi karena menunggu couple-idol favorit reuni itu rasanya kayak ngga pakai parem kocok. Pegel linu bangkotan bok.

Tapi 2014 kemarin sedikit berbeda. Tahun lalu bisa dikatakan ajang reuni bagi beberapa aktor-aktris senior yang serialnya pernah sukses.. Termasuk pasangan favoritkuuh iniii. Hip hip.. Horray.. Akhirnyaa nonton drama korea lagi *tabur kertas koran* *karena tabur confetti susah bersihinnya*

Lanjutkan membaca “Review Drama Korea : Fated to Love You”

Racun itu Berjudul Running Man.

Gue mempunyai satu kebiasaan buruk. Kebiasaaan ini berlaku sejak jaman sekolah yang setiap hari harus menghapal pelajaran sampai dengan kuliah dengan berbagai tugas papernya. Apalagi namanya kalau bukan SKS alias Sistem Kebut Semalam.

Sadar sih kalau kebiasaan ini jelek dan sudah tau kok kalau cara memperbaikinya adalah mengatur time management. Begitulah teorinya, pada prakteknya sih tetap saja lebih sering kejar-kejaran dengan deadline.

Itu dulu, sekarang?

Lanjutkan membaca “Racun itu Berjudul Running Man.”

Dunia dalam Drama korea.

Emang apa sih bagusnya drama korea? Bukannya ceritanya hanya tentang kisah cinderella dan suka ngga masuk akal yah? Lah emaaaang iyaaaa… Kalau masuk akal bukan drama korea namanya, tapi drama kehidupan..

Tapi meskipun sukak, gue pun sempat kok mengalami masa jenuh. Baru lihat drama korea lagi dua tahun yang lalu sewaktu ada serial That Winter The Wind Blows.. Itulah awal gue balik maning ke hobi lama.

Saking selonya, gue suka googling Korean Artist before-after-plastic-surgery. Kesimpulannya. Ya sutralahyaa dimaklumi saja. Selama wajah yang dari sononya sudah ganteng dan cantik boleh kok diperbaikin sana sini.. Tapi kalau make overnya sampai benar benar berbeda dengan aselinya, yang ada gue lihatnya ngilu.. Kayaknya artis-artis ini kok jadi susah gerakkin muka, belum lagi rahangnya sampai digerus. Ouuch

Kembali fokus.

Jadi sekarang suka lagi nih dengan drama korea? Iya, sejauh ini sih favorit gue masih yang bergenre romantic comedy dengan OST yang satu frekuensi. Sudah capek kakak kalau masih harus nangis lihat permasalahan yang ada di dalam drama korea. Maunya yang bikin ngakak-ngakak aja, oh iya dan pemerannya harus yang sudah eksis sejak 15 tahun yang lalu ya. Jadi hei kau artis muda jebolan para idols, kecuali kau Lee Min HO.. dada babay dulu yaa..

Satuu lagi, gue ngga menyarankan semua harus suka sama drama korea. Tapi kalau kalian mulai suka dengan drama korea, ingatlah ada satu resiko yang harus dihadapi. Apalagi kalau bukan …

… BEGADANG …

cr. to dramatroll.net

Lanjutkan membaca “Dunia dalam Drama korea.”

Jadi Fangirl Drama Korea Lagi,,,

Nih ya,, daripada nggak ada postingan blog sama sekali, sekarang gue mau fangirling dulu ah. Kali ini kiblatnya ke Asia.

Once upon a time, sebelum gue naik pangkat menjadi emak lebay yang kesehariannya selalu berhadapan dengan urusan domestik, satu dasawarsa yang lalu gue punya hobi yang paling menyenangkan

‘begadang nonton drama korea’


Kalau dipikir-pikir kenapa ya bisa suka segala yang berbau Korea:

  • Saat itu heboh korean2-an belum nge-heiiitzzz seperti saat ini.
  • Pengen jadi anti mainstream, disaat yang lain sedang demam F4 dan mas Tau Ming Se (nama lengkap = Tolong MInggir Sedikit) gue yang korea2 aja. 
  • Masih bisa hafal nama2 artis favorit Korea . Padahal ya amplop, susah banget membedakan antara nama laki-laki dan perempuan. Semuanya samak.
  • Begadang nonton drama korea? Keciiill itumaaah
  • Masih sempat menonton semua film korea. Pokoknya setiap ada drama korea atau film korea terbaru gue pasti sudah membelinya di lapak2 dvd tercinta di Ambasador
  • Pokoknya segala yang berbau Korea, gue bisa terjondhil-jondhil karena bahagia.. bahkan liat ada mahasiswa Korea berbaju pink nyasar di kampus aja sudah seperti kedatangan artis (ok, gue akuin yang ini aneh)


Akhirnya gue sudah menemukan titik jenuh karena drama korea ceritanya begitu-begitu saja.. Apalagi aktor dan artis favorit gue jarang banget muncul di film (mas WOn Bin,, kemana dirimu? Sembunyi di bonbin apah?). Kemudian Indonesia demam korea lagi dengan kpop-nya dan gue nggak bisa membedakan mereka semua. Ya sudahlahyaa dadababai sajah.



Berhubung gue masih sangat old skul ,, gue hanya menyukai sedikit drama korea. Definisi drama korea bagus menurut gue adalah ketika drama itu selesai dan gue masih sibuk meng-uprek2 apa yg terjadi di balik layarnya ~~etjieeeh~~ dan diantaranya adalah: 


Endless Love (Autumn in My Heart)

Gak usah deh diceritain seperti apa.. intinya asemwati bin horrokman ceritanya. Dari episode awal sampai akhir isinya nangis meluluk, dan untuk gue yang cengeng pastinya air mata ini jatuh bercucuran tapi gak ada kece-kecenya sama sekali. Happy ending? Ish, boro-boro.

Tapi satu dan yang paling penting adalah untuk pertama kalinya gue langsung jatuh cinta sama drama korea. Tak henti-hentinya mengagumi fisik dan akting para pemeran utamanya. Siapa lagi kalau bukan WOn Bin (WB)  dan Song Hye Kyo (SHK). Nah WB ini bangga lo, karena gue nobatkan sebagai my  imaginary boyfriend…cuuup cuup muaaah

Seperti biasa, semakin gue semangat berharap mereka berjodoh (at least dalam film2 berikutnya deh) semakin hal itu gak pernah menjadi kenyataan. Terlebih karena mba SHK ini ternyata dikenal gampang sekali terkena cinta lokasi.

Mari kita kenalan sama mantan2-nya SHK, seperti :

  1. Lee Byung Hyun (LBH). Aktor senior di kancah perfilman Korea dan sudah menjangkau ranah Hollywod. Tapiii kenapaaa setiap melihat LBH yang ada dalam pikiran gue adalah komedian paling hits saat ini di Indonesia. Sule. 
     
    Nah tebak, kalau foto dibawah ini LBH atau Sule? gue aja gak tau
     
  2. Hyun Bin. Termasuk salah satu aktor pendatang baru yang masuk A-list aktor Korea. Ganteng sik,,, tapiiii kenapa kok mirip sama Ariel? Kalau liat foto2 di bawah ini, penglihatan gue gak salah kan?





Memories in Bali (What happened in Bali)

Heran ih kenapa judul aja harus ada versi yang berbeda. Pemeran utamanya si Haji Sulam ,,, eh salah maksud gue Ha Ji WOn dan Jo in SUng (yang nggak tau Haji Sulam, fyi sinetron Tukang bubur naik haji sudah tayang episode 500).

Jo In Sung ini gantengnya badaaaaiiiii. Saking kerennya, mungkin kalau dia lewat tiba-tiba yang tadinya kering kerontang tiba2 tornado berdatangan.


Serial-serial diatas itulah yang membuat gue mau begadang semalaman menontonnya.

Eniwei perbedaan sekarang dengan dulu adalah ketika masih mahasiswa gue bisa langsung hibernasi setelah selesai begadang. Sekarang berkat kehadiran fans kecil yang selalu mengintili kemanapun gue pergi maka dengan kantong mata seberat dadanya NIkita Mirzani, pagi harinya gue masih harus memulai rutinitas peran sebagai istri dan ibu.


Jadi mari kembali ke topik drama korea…


Nah, selain nama pria dan wanita Korea yang sulit dibedakan, ada lagi ni drama yang judulnya selalu dari musim. Sepertinya orang-orang korea senang sekali dengan cuaca.

Tapi kalau untuk drama korea kok bisa pas dan jadi bagus ya? Coba kita lihat kalau diaplikasikan ke sinetron Indonesia, kira-kira judul yang tepat apa ya?

  • Di Musim Kemarau, aku beli es doger.
  • Musim Penghujan dihatiku, banjir sedada orang dewasa dirumahku.
  • Musim kawin, 
  • Musim mangga harum manis, 
  • Musim durian medan, 


Eh, sampai dimana tadi?

Jadi The Winter, #apatadinamanya #judulnyapanjangamat ini adalah drama terbarunya Song Hye Kyo sama Jo In SUng #yanggantengnya #gakhabishabis. Beberapa tahun yang lalu mba SHK main di beberapa drama korea yang terkenal yaitu Full House dan World Within,, tapi berhubung gue gak sreg dengan pemeran prianya,, jadinya di serial terbaru ini seperti menemukan cinta lama bersemi kembali.

Namanya melodrama yah pastinya dong banyak diiringi air mata dan konflik kalau nggak, namanya berubah jadi sinetron Indosiar dengan pendekar yang naik burung elang.

Tapi walaupun judulnya adalah sinetron Korea, prosesnya nggak seperti sinetron Indonesia. Mari kita amati ciri khas perwajahan sinetron kita:

  1. Judulnya seragam. Paling sering nama pemeran utama wanita dengan cinta-cintanya (padahal hampir semua jalan cerita sinetron sama semua)…
  2. Opening tittle pasti dari salah satu lagu yang sedang naik daun. Seringnya cerita sama tema lagu gak nyambung semua.
  3. Hampir semua tokoh antagonis berakting ala Leli Sagita yang kalau marah teriak-teriak mengeluarkan semua urat nadi. Mungkin kalau urat pohon bisa ditarik, sudah habis pohon-pohon kita.
  4. Metode zoom-in zoom-out close up wajah tokoh antagonisnya dengan backsound #JEENG #JEENG #JEEENG. Basi banget ya
  5. Seringnya sih jalan ceritanya njiplak.


Jadi, daripada gue kurang kerjaan memperpanjang perbandingan antara sinetron dengan drama korea, lebih baik gue memanjakan mata dengan membanjiri postingan kali ini dengan foto-foto ciamiknya jeng Song Hye Kyo dan akang Jo In SUng. SIlahkan menikmasihhidup,, eh maksud gue silahkan menikmati.











Ngomong2 ada artis Korea yang namanya Han Ga In. Cantik deh.Perhatikan foto ini, mirip selebriti kita ya.. iya si Mulan Jameela..






ps : I don’t own the pictures dan video,, credit to owner-lah
sency ,,, eh  maksud gue ps : ceritanya gue lagi jd fangirl patah hati karena mas Jo In Sung mendadak dikabarkan sudah punya pacar huhuhuhu,,,

My imaginary Boyfriends

Beberapa waktu lalu ketika gw sedang bongkar-bongkaran mau pindah rumah, gw menemukan kembali koleksi komik-komik jaman kecil dulu.

csonriJadi kangen nih sama komik-komik oldies favorit gw di tahun 90-an. Dan diantara komik-komik yang beredar pada masa itu, hanya sedikit komik -salah satunya Cand-Candy- yg ceritanya telah menjadi obsesi gw. OBSESI yg menyebabkan gw jadi punya kebiasaan berkhayal ttg kelanjutan cerita2 komik tsb ,,

Kalau untuk istilah kerennya, seharusnya gw berkhayal seperti “seorang seniman kakap yg sedang mencari inspirasi” ya, tapi pada prakteknya kayaknya gw lebih mirip seperti orang bengong-kebelet-sembelit . Untung bengong sendirian-nya gak sampai ke tahap bisa kesambet jin lagi buang anak *saat menulis ini, di layar TV lagi diputar si “Hannibal Lecter” hiiiiyyyy…*
Istilahnya, kalau anak-anak kecil yang lain memiliki teman khayalan atau yang lebih popular di sebut imaginary friend-nya,,, mungkin gw sudah lebih maju selangkah, karena gw ingin memperkenalkan beberapa imaginary boyfriends-ku,, HO HO HO HO Lanjutkan membaca “My imaginary Boyfriends”