Mau Pewukaaan…

Princess DianaDraft tulisan ini gue buat beberapa minggu yang lalu ketika Aidan demam. Dan seperti biasa, ceritanya supaya jadi #selfreminder untuk diri gue sendiri.. 

Errr.. yang mana kalau teori selalu ingat, tapi kalau praktek kok selalu lupa ya..

***

Suatu hari kami akan masuk ke dalam lift di sebuah pusat perbelanjaan. Tiba-tiba Aidan, seperti biasa, mengulurkan kedua tangannya. Hadeeh, gelagat minta gendong dianyaa.. Aduh, nak kenapa harus sekarang? Kenapa harus di sini? Tanganku repot dengan segala macam bawaan. Capek akuh..

Gue masih berimaginasi horor tentang mem-piggy back anak gue di tengah-tengah lift yang penuh dengan pengunjung..

Gue      : ” Aidaan jangan gendong ah. Susah mami kalau harus gendong-gendong..”
Aidan  : ” Aidan cuma mau pewukan..”
Gue      : ” Oh..”
Aidan  : ” Iya, pewuuk mamii…”

.. gue jongkok dan memeluk anak gue…

Oohh parenthoooddd.. Why so seriious mamiiiih..

NxsNmK.gif

*elap air mata*

***

Gue mengetik postingan ini sambil menatap Aidan yang sedang tidur sambil mangap. Dia sedang demam, demam selama dua malam berturut-turut. DIa mengeluh sakit tenggorokan, tapi karena gue belum ngeh, gue masih terus saja memberi dia makan. Aidan yang biasanya geragapan kalau pagi-pagi gue mandikan air dingin, tapi hari itu tidak menolak gue guyur dengan air dingin..

Sekarang di telapak kakinya muncul ruam-ruam merah. Gue sedih. Kurang merasa bersalah apalagi gue. Setiap hari sebelum tidur selalu berniat untuk menjadi orang tua yang lebih baik dari hari kemarin, memberi stimulus, endesbrei endesbrei…. ternyata, nggak juga.

Langsung teringat hari-hariku..

.. Gue sering mengeluh karena dia tiba-tiba ngamprok minta gendong dari belakang..

… Gue menyarankan Aidan untuk menonton tv sementara gue mengerjakan pekerjaan rumah.

… Gue yang selalu menunda-nundaaa menemani panggilannya untuk bermain, hanya karena sedang sibuk masak dan tanggung mau cuci piring sebiji lagi.

… Gue ingat pernah ngambek sama Aidan, karena ketika sedang mempraktekkan bagaimana Pocoyo harus duduk, dia tidak sengaja menumpahkan mangkok kolak yang gue taruh di lantai. Padahal siapa juga yang menyuruh gue makan di kamar?

Maafkan mami, ya Nak..

***

Second guessing yourself..

Sebagai orang tua, hampiiirrr setiap hari gue selalu meragukan diri gue sendiri. Dan sepertinya aku yakin, hampir semua ibu juga mengalami hal yang sama..

Apa gue sudah cukup jadi orang tua yang baik buat anakku?

Apa dia sudah bahagia?

Apakah dia bangga memiliki kami, sebagai orang tuanya?

Apakah gue sudah tersenyum ke anakku hari ini?

Apakah kebutuhan cinta anakku sudah terpenuhi?

Apakah ini.. Apakah itu.. Apakah ini lagi? Apakah itu lagi?

Terus kemudian membandingkan dengan cerita mama-mama dan bunda hebat lainnya.. Sementara gue? Gue masih trauma pernah sekali-kalinya menceples pantatnya hanya karena dia beol nggak mau dicebok dan berlarian sepanjang ruang tamu..

Huhuhuhu..

Tapi terus selanjutnya apa? Kalau hanya diutarakan lewat tulisan apalagi status sosmed.. ya yang bersangkutan, alias si anak, nggak akan tau. Ini sama aja komplain dengan kelakuan seseorang, tapi boro-boro menegor, kita diam saja malah mencurahkan secara viral di dunia maya.

Gak sampai pesannya, bundaa…

Jadii bunda, mama, mami, Ibu, mommy, umi dan semua Ibu baik hati di luar sana, peluklah anak-anak sesering mungkin. Peluk dan katakan ” I Love You, Baby”. Pastikan sang anak mendengar dan mengerti. Jangan hanya memeluk sambil terdiam dan memandang dengan tatapan penuh arti yaaa, kan bukan drama koreaa.

Terakhir, jangan terlalu fokus akan kekurangan kita sebagai orang tua ya shaay.. Seperti yang selalu disampaikan dua teman baik gue, Ryani dan Dilla, Parenting itu bukan tentang berkompetisi dan membandingkan dengan orang lain, tapi perjalanan antara diri kita dengan sang anak.

Oscar Wilde

Pokoknya selama anak kita sehat, bahagia dan terpenuhi akan kebutuhan cintanya.. itu saja, gue rasa itu sudah lebih dari cukup..

Begitchuuuu…

Nak, kalau 20 tahun kemudian yang namanya blog masih ada, dan dirimu membaca tulisan ini… Saat itu ibumu sudah berubah menjadi ramping jelita dengan tumpukan lemak yang sedang bertempur melawan gravitasi *kok serem ya*.. Ingat ya Nak.. Mami papi sangat mencintaimu. Ingatlah, terus tumbuh menjadi orang baik hati dan selalu menjadi dirimu yang terbaik..

 

Love you, anakku..

Iklan

23 pemikiran pada “Mau Pewukaaan…

  1. Aduh ikut nangis. Menurutku sepertinya parenting itu personal journey. Kesabaran, ketabahan, dan prioritas kita jadi berubah. Anak kita jadi inspirasi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dan penuh kasih sayang. Hugs 🙂

    Suka

  2. Pewuuuukk dewichan duluuuu! Yup, disaat lagi error banget aku sama yudo juga suka mikir, udah beres belom sih, egois gak sih blablabla…

    Mari memeluk dengan rasa! 😘😘😘

    Semangat dewichan 😊😊😊

    Suka

    1. semangaaaat lagii.. hehehhe, sekarang si udah nggak mewek.. tapi iya, ini draft jaman lagi sendu melo galau krn anak sakit.. jadinyaa yaaa begitulah adanya.. *malah suka lupa sendiri nulis apaan*

      Suka

  3. Ah pewukan dulu ah.

    Aku terharu nih. Kemudian berkontemplasi sejenak sambil ngunyah nasi uduk *tetep*, mengingat2 betapa aku ini pun sebenernya gak beres2 amat jadi ortu. Sering gak sabar dan gak sabaran, entah berapa juta kali marah2, ngomel2, nyuekin, ngasih makan fast food pas anak lagi mogok makan instead of jungkir balik di dapur masakin menu2 mpasi homemade (pokoknya jalanin prinsip “apa aja dah yang penting masuk makanan”). Tapi anak2 itu sungguh pemaaf ya. Emak ngomel mulu gini aja mereka masih kangenin, peluk2in, kalo ga ada dicariin. Tapi aku juga mikir, mungkin ga selamanya mereka akan se-pemaaf ini.. *hello, teenagers*. Makanya sembari baca postingan ini aku berasa kepingin cepetan pulang kantor trus sungkem sama anak2. Bener juga kata Ko Arman di atas, mumpung anaknya masih mau dipeluk dicium2 nih!

    Disukai oleh 1 orang

    1. pewuuukaaaaann dulu Ichaaaa…

      huhuhu.. iyaaa,ada kala masa di mana aku ‘bosan’ hampir all the time selalu ada di sampingnya.. makanya begitu ada wkt kabur sejenak bahagiaaanya luarbiyasaaakk.. pdh anak2 belum bosan dengan kita yaaaa, maunya nempel melulu dan selalu memaafkan..

      Suka

  4. ah sama kaya anakku kemarin, kan dia kakinya luka, pas mau aku kasi betadine dia ga mau, malah nangis, aku kesel kan, sambil marah bilang sama dia “nanti lukanya ga sembuh, aila maunya apa sih?” eh dia malah bilang “aila maunya dipeluk ajaaa” sambil mewek, yaah emaknya ikutan mewek deh

    Suka

    1. halo Neng Fey.. aaaah iyaaaaaaaa ngerti bangeeet.. celetukan2 kita ini ya sbg ortu yg suka gak disadari tnyt bisa membekas utk waktu lama

      Ailaaaa kamu sweet dan pinter banget sih, sudah bisa mengenal emosi dan tau bagaimana ingin diperlakukan..

      Suka

  5. Jadi pengen dipeluk juga. Aidan cepat sembuh yach biar lincah lagi dan gangguin mami. hehehe.

    kalau anak sakit itu orang tua manapun langsung nelangsa yach Dew. Benar bangat kata mu selagi anak masih bisa dipeluk rajin2 meluk yach. Entar ada waktunya mereka nga mau dipeluk hehehehe..

    Suka

    1. makasih ya tantr Adel, skg udah sembuuuhhh, walaupun ttp jgn terlalu capek.. tp Alhamdulillah lah, udah berantem lagi ama maminya terutama tiap dsuruh mandi heheh..

      iyaaa bener bangeeeet, pas belum jd ortu belajar baca2 udah siap dgn sgala teori, prakteknya lupa semuaaaa..

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s