Drama Korea: Mr. Sunshine bagus sih, tapi..

… gue nggak nangis dibuatnya.

Ha?

Iya, loh.. gue jadi bertanya, apa cuma gue doang yang nggak nangis nonton drama ini? *lalu netizen menjawab*

ampun nyaahh…

Huhuhu.. elus2 pipi-merah-bekas-gambar-tanganmu *lalu Betharia Sonata nyanyik*.

Emang penting banget gitu gue harus nangis? E doo do ee.. soalnya ini drama historical jo. Nah, mengingat track record yang ditowel dikit langsung mewek., gue juga sudah siap2 mau nangis bawang geprek.

Namun kenyataan berkata sebaliknya..

Jadi, demi mengisi blog gue dengan konten unfaedah yang semoga membawa faedah (kalimat apa pula ini?) maka dengan ini, review Mr. Sunshine gue buka.. *prok prok prok*

Hello, Mr. Sunshine! New trailer!! | Dramas with a Side of Kimchi Lanjutkan membaca “Drama Korea: Mr. Sunshine bagus sih, tapi..”

Iklan

Kurasa kau perlu mengenal temanku, Putri.

Gue manggut-manggut setelah menonton video tentang white savior complex, ini.

Bukan berarti gue menganggap sinis mereka yang melakukan kebaikan ya. Ndaaak begitu. Gue sangat salut dan bangga karena gue sendiri belum bisa berbuat banyak untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Taa.. tapii.. akibat sering memakan ketumbar lengkoas kehidupan, belum lagi framming yang dibentuk media, gue agak susah membedakan mana yang pure demi kemanusiaan serta mana yang hanya demi pencitraan. Ditambah, beberapa kali menjumpai banyak oknum yang memanfaatkan kisah penderitaan orang lain untuk mengeruk keuntungan pribadi.. Zzzzz….

Lalu apa dong yang bisa gue lakukan? Mungkin sesederhana menceritakan kisah seseorang yang benar-benar tulus mengabdikan hidup mereka untuk kegiatan sosial.

Salah satunya, temanku, Putri. Lanjutkan membaca “Kurasa kau perlu mengenal temanku, Putri.”

Tiba-tiba beranak tiga..

September 2015.

Kali ini gue ingin menyelesaikan draft cerita gue ketika sempat tinggal di Medan. Ini adalah semacam cerita sambungan dari postingan yang ini.

Jadi selama gue di sana, gue benar-benar menikmati peran gue sebagai nyonya lengkap dengan asisten-asistennya. Aidan pun sempat merasakan menjadi murid TK di Medan.

Nah, apabila dibandingkan dengan sekolahnya di Jakarta, jam kepulangan TK di Medan ini lebih lama. Jam 1 boook.. Sebagai emak-emak yang hampir selalu ada di sisi Aidan selama 5 tahun pertama kehidupannya, tentu saja aku bersorak horay.. Wiiiii, begini ya rasanya jadi ibuk-ibuk yang anaknya masuk sekolah.. Waktu golar-golernya jadi lebih lama.. Yay!

Bayangkan, setelah melepas anak serta para keponakan berangkat sekolah, hari-hari gue hanya diisi dengan leyeh-leyeh saja. Tujuan hidup? Apa itu tujuan hidup? Pokoknya..

Lanjutkan membaca “Tiba-tiba beranak tiga..”

Nguping ibuk #11..

Haiii Guyss..

Ini perasaan gue saja atau memang ranah blog lebih sepi dibanding platform media sosial lain ya. Apalagi membuka postingan sendiri, yailaaah…

Kemudian gue beralih ke Twitter. Hadeuh, sekarang isinya cuitan orang-orang yang *biasanya* tidak saling kenal tapi berantem melulu yak.. Jadi daripada sumpek dengan berbagai sosial media yang ribut melulu, mari kita kembali ke blog dan selingi dengan postingan yang ringan-ringan sajah…

Nyeritain Ibuku, misalnya…

Lanjutkan membaca “Nguping ibuk #11..”

Ngomongin Suamik #4

Sudah lama nggak nggosipin suamik di sini.. Sepertinya banyak yang ingin diceritakan, tapi karena begitu lamanya hiatus, gue sampai lupa apa yang ingin gue tulis..

Jadi, yaa kira-kira seperti inilah kisah kami sehari-hari. Pokoknya, tinggal beberapa juta tahun cahaya lagi untuk mencapai status #couplegoals dan #relationshipgoal #muntah. Lanjutkan membaca “Ngomongin Suamik #4”

Racun itu berjudul : Master in The House

Hai teman-teman penggemar hiburan Korea, kembali hadir mamahdew.. ah yasudahya openingnya. Kubosyaan…

Selama ini gue selalu random menonton Variety Show Korea. Alasan utamanya: episodenya sudah ratusan bueeebook. Dulu gue mengikuti Running Man.. tapi keteteran juga dan aku pun menyerah. Akhirnya gue hanya menonton variety show hanya tergantung siapa yang sedang jadi bintang tamunya..

Nah, sejak awal tahun ini, ceritanya gue sedang kesengsem dengan Lee Seung Gi. Ituh, cowok yang popularitasnya langsung meroket setelah keluar wamil. Tapi meskipun..

Lalu, salah satu program acaranya yang membuat gue jatuh cinta saat ini adalah Variety Show yang berjudul:

MASTER IN THE HOUSE

 

Lanjutkan membaca “Racun itu berjudul : Master in The House”

Pak Satpam, Buka Pintu..

 

Beberapa minggu yang lalu gue ketemuan dengan teman-teman SMP gue, Ayu dan Mira. Ih, kok cuma bertiga? Kamu eksklusif ya? Nggak kakaaaaak.. Seringnya hanya mereka berdua ini yang waktunya fleksibel. Itupun biasanya kita hanya karaokean koook..

Karaoke cuma bertiga, suara(ku) pas pasan, minum juga hanya air mineral tapi sekalinya booking kamar karaoke langsung sampai lewat dini hari.. Ya ampun, mak emaaaaaakk… itu nyanyi apa mantengin netizen pada berantem? Lanjutkan membaca “Pak Satpam, Buka Pintu..”

Pria Idaman Lain..

Kalau selama ini kita mengenal istilah writerblock, artblock, sampai newkidsontheblock, nah, beberapa bulan yang lalu gue mengalami yang namanya nonton-drakor-block. Ituh, semacam sudah berusaha menonton drama tapi tidak mendapatkan emosinya. Lalu kumenjadi malas.

Tapi nggak bisa begini terus dong. Bagaimana nanti karirku di dunia perdramakoreaan?

Oleh karena itu, gue mau menulis faktor apa yang membuat gue bisa jatuh cinta dengan dunia drama korea. Salah satu alasannya adalah..

Cowok-cowoknya yang ganteng..

Ya dhuooong, masak gue kepincut dengan kadar iman dan intelegensia si sutradaranya.. Ya’opooo rek?..

Jadi, sebagai postingan pertama di tahun 2018, gue mau cerita perjalanan gue menjadi fangirl para oppa-oppa tampan ini.  Lanjutkan membaca “Pria Idaman Lain..”

Menggambar Lagi Yuk.. #2

Hai blog yang hanya update sebulan sekali…

Ceritanya, tahun ini Aidan sudah jadi murid kelas 1 SD. Dengan waktu belajar di sekolah yang lebih panjang, otomatis gue juga memiliki waktu luang yang lebih lama. Nah untuk mengisi waktu itu, kali ini gue kembali ke salah satu hobi lama yang cukup terbengkalai selama hampir dua tahun lamanya. Menggambar.

Terus terang, gue hampir lupa bagaimana nikmatnya menggambar. Rasanya tangan ini sudah kaku macam sosialita kebanyakan botox. Berangkat dari itu, gue putuskan untuk belajar kembali. Kali ini gue mengambil double degree di dua universitas. UGM dan UNY. Kelas yang gue ambil adalah kelas internasional dan kelas malam.

…ngguaaaayaaaa…

Maksudnyaaa, UGM itu Universitas Googling Mandiri dan UNY di sini dibaca Universitas Negeri Youtube. Kelas malam dan internasional? Iya, ambil kelasnya malam hari ketika suamik dan anak sudah pada ngelipusss sambil lihat tutorial para artist-artis luar negeri..

Dan di sela-sela itu gue pun mengambil les di UI. Iya, University of Instagram.. #kriikkrikkrrriik..

Begitchuuu… Sebenarnya inti postingan ini tidak ada isinya sih. Jadi daripada bulan ini belum ada postingan tulisan sama sekali maka gue cerita saja hasil belajar selama empat bulan terakhir ini saja yaa..

Dan di bawah ini hanya sebagian gambar coret dengan media tradisional seperti pensil warna, cat air di atas kertas yang pernah gue buat. Bukan gambar yang canggih atau bagaimana-bagaimana sih, masih belajar banget. Dan selebihnya, untuk daily doodling gue upload di instagram gue .

Segitu dulu ya.

Have a nice holiday, teman-teman..

Nguping Ibuk #10

Jumpa lagi dengan cerita-cerita seputar Ibuku. Wuooooww ngobrolnya sudah sampai episode #10.. Sungguh aku merasa istiqomah..

Jadi supaya tidak berlama-lama, begini kelanjutan ceritanya Ibuku…

  • Idul Adha waktu Indonesia bagian Rusia

Sedang membahas tentang rencana Idul Adha.

Gue : “Nanti Kunto kurban di mana Buk?”

Ibuk : “Di Yogya bareng Ibuk sama mba Rini..”

Gue : “La Mbak Santi? (mba Santi ini, kakak gue yang pertama.. red). Biasanya kan kurbannya di tempat mba Santi..”

Ibuk : “Mbakmu mau qurbannya ke Rusia..”

Gue : ” HHAAAAAAH???”

Ibuk : “Iya..”

Gue : “Mau ngapain? Kok sampai Rusia?”

Ibuk :Mbuh kuik.. Nyumbang kok adoh men.”

Gue bengong.. Serius, gue bener-bener mangap dengar cerita Ibuk. Kakak gue kesambet apa kok tiba-tiba mau potong kambing sampai Rusia. Rusiaaa? Nggak sekalian antartika? “Emang di Rusia ada Idul Adha Buk?”

Ibuk : “Katanya mau sedekah untuk yang lagi perang itu.. ”

Gue : *trriiingg!!* ” Ealaaaah, bukan rusia buk.. itu Suriah.”

Lanjutkan membaca “Nguping Ibuk #10”