Andalan

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)

imageproxy-phpimageproxy-php-2

~~ Penggalan dari part yang kemarin ya. Karena, MAAAK, PANJANG BANGET AJA GITUH!!~~

Ini benar-benar final part. Jika teman-teman ingin membaca postingan sebelumnya, bisa dilihat di part 1, part 2, part 3. part 4.

Sesi Terakhir

Tampak di layar, video klip yang menampilkan foto-foto dokumentasi pribadi Hye Kyo. Foto Kyo dari bayi, anak-anak, remaja hingga dewasa dan sepertinya semua foto-fotonya belum pernah dipublikasikan. Dan di antaranya, terdapat foto Kyo yang mengenakan seragam SMU dan berpose dengan kedua sahabatnya tadi.. *aaaw.. hatiku hangat* Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 5 (End)”

Day 15. What’s the best compliment you’ve ever received?

Masih ada? Lahyuuung.. kirain sudah selesai..

Oke. Mari kita bicara tentang komplimen atau pujian..

Kenapa sih pujian itu menyenangkan.. Pujian yang tulus loh ya.. Karena itu adalah bagian dari empati. Pujian dapat memberikan efek yang positif bagi yang menerimanya. Si penerima akan merasa bahagia, kepercayaan dirinya meningkat, dan dia akan merasa dihargai.

Mungkin kata-kata ini hanya sekilas, tapi percayalah.. walaupun sepertinya diucapkan sambil lalu, tapi sangat berkesan dan susah untuk dilupakan. CIYAAILAAAAH..

Lanjutkan membaca “Day 15. What’s the best compliment you’ve ever received?”

Day 14. If you were only allowed to watch one movie for the rest of your life, what movie would it be and why?

Sebagai penggemar drama dan film Korea bangkotan, jika disuruh memilih satu film untuk ditonton seumur hidup, maka gue akan memilih..

.. paling film Korea lagi..

Salah.

.. gue memilih..

film India. 

film India?

Iyaap.. dan film itu adalah..
Lanjutkan membaca “Day 14. If you were only allowed to watch one movie for the rest of your life, what movie would it be and why?”

Day 13. List your favorites: song, quote, food, vacation spot, photo

Favorite song.

Seringnya playlist youtube gue kalau sambil main internetan adalah lagu Korea. Biasanya lagu-lagu OST ataupun background music drama Korea (maklum, baper).. Tapi kalau ditanya lagu favorit untuk saat ini, jawabannya, semua lagu di album barunya Ed Sheeran. Dan kalau disuruh memilih salah satu, gue akan memilih Supermarket Flowers..

Setiap mendengarkan lagu ini, rasanya itu.. bawaannya antara sedih dan rindu dengan orang-orang terkasih yang terlebih dahulu meninggalkan kita.. hhhh…

Favorite quote. Lanjutkan membaca “Day 13. List your favorites: song, quote, food, vacation spot, photo”

Day 12. What are you most looking forward to in the next six months?

Gini nih kalau tidak punya planning, jadi kelamaan mikir apa yang akan dilakukan dalam enam bulan ke depan.. Cih, 6 bulan aja nggak ada rencana, apalagi 6 tahun? Lalu tujuan hidup lo apa, ha?.. Aa.. aampuuun Nyaaahh.. (langsung terbirit-birit baca buku motivasi)

Aaada kok.. kalau jangka pendek, salah satunya ingin menyelesaikan 15 Days Challenge. Tapi bulan Maret sudah selesai, postingan gue baru sampaiii di… tantangan hari ke 12… ngiahahahaHAHAHAhahahaha *tutup muka*.

Yasudahlah. Biar telat, asal kelar..

Oke. jadi apa yang gue tunggu 6 bulan ke depan?

  • 10th wedding anniversary.

Yeyy!! Mau ngapaaiin? Ada deeeh. Lahaciaaakk.. ~~padahal aselinya emang belum ada rencana mau ngapa-ngapain, biasa, pencitraan aja biar kelihatan rada romantis nan intelektual gitchuuw~~

  • Potong rambut.

“Kamu nggak ada niat pengen manjangin rambut apa, Dhek?”. Itu kalimat yang dilontarkan suamik ketika melihat foto-fotoku jaman sebelum hamil.

Ia menambahkan, “Biar sedikit feminin. Seperti dulu.”

Dulu?

Eh iya ya.. dulu kan gue punya rambut mirip Bella Swan #eciyee.. Tapi Bella Swan dengan cita rasa kearifan lokal, alias Bella bangsa dan negara #nggakjadiciyee..

Jadi kata suamik, dia ingin juga rambut gue sesekali agak sedikit panjang. Iya sih, sejak 2013 gue potong pixie, semenjak saat itu, sekalipun, rambut gue belum pernah panjang lagi.

Terkadang suamik heran, kenapa rambutku nggak numbuh-numbuh. Rambut gue numbuh, kok.. Masalahnya, rambut gue ini seperti slogan iklan susu anak-anak, tumbuhnya tuh ke atas, bukan ke samping. Walhasil, gue harus potong rambut tiap satu dua bulan. Nggak sadar ya suamiik?

Ini mungkin hanya gue, tapi kalau sudah terbiasa berambut pendek, mau panjangin rambut sedikit saja risihnya nggak enaaak banget. Apalagi rambut gue ngembang, jadi kalau gondrong, kalah dah tuh helm SNI.

Kalau tiba-tiba panjang sih, oke. Tapi persoalannya, gue harus melewati fase-fase rambut nanggung. Dikucir belum bisa, digerai? Gerah banget. Ditambah, kalau mau punya rambut panjang artinya harus rajin merawat rambut. Aduh, malasnyoo..

Akhirnya kami buat kesepakatan, boleh potong rambut dengan syarat kalau gondrongnya sudah berantakan banget.. Nggak ada cerita, baru sebulan panjang 1 cm udah gelisah ngeluh gatal rambutnya kepanjangan. “Biar kelihatan hasilnya kalau ada yang dipotong..” begitu katanya.. Ih, papiii ih…

Demikianlah, dalam beberapa bulan ke depan, gue tidak sabar untuk bisa segera ke salon dan potong rambut. Kalau saat ini, yah pasrah nikmati saja model rambut yang sudah mirip…

mas keanu reeves..

.. Ngimpii.. Maksudnya, mirip rambutnya yang kayak ikan pari..

Day 11. What’s one thing that you would never change about yourself?

Mmmm… SIbuk mikir untuk menulis tema tantangan hari ini..

ini apa ya?

Kalau hal-hal yang ingin gue ubah, banyak bangeeet..

  • Semua yang berkaitan dengan management. Ya financial, ya waktu, ya barang-barang di rumah. Pengen lebih bisa terorganisir dan lebih rapi.
  • Selebor dan pelupa..
  • Malas olahraga..
  • Hobi ngemil coklat..
  • Kebiasaan begadang..
  • Cuek dan kurang perhatian..

Dan masih banyak lagi..

Kalau satu yang tidak ingin gue ubah? Apa ya? Aseli ini susah banget.. Blogwalking dan gue cuma bisa manggut-manggut sendiri baca ceritanya teman-teman..

kok mereka bisa tahu ya?

Aku? Mmm.. bagaimana kalau tetep suka drama korea?

Eh, itu bukan sih?

Oke. Kalau bukan itu dan hanya satu, gue akan memilih.. I love my sense of humor. 

Garing sih. Lebay, nggak jelas dan nggak lucu-lucu amat. Sebenarnya ini hanya perpaduan antara gue demen becanda ditambah berbagai pikiran random yang melintas di otakku.. Hasilnya ya itu tadi, komentar absurd tentang hal-hal yang sungguh nggak penting..

Gue kekanak-kanakan yah? Bisa jadi..

Tapi yang pasti sih gue bahagia jika orang lain pun bisa tertawa. Dan anak-anak itu kan makhluk paling bahagia di dunia, jadi masih dianggap kekanak-kanakan, ya nggak masyaaalaah..

Oh dan itu salah satu alasan kenapa gue suka blogging, karena dunia penuh cerita lucu.. Banyak kejadian-kejadia sederhana yang lucu dan sering terlewatkan karena biasanya kita terlalu fokus pada hal-hal negatif dan serius. Padahal, hidup sudah berat, apalagi badan gue.. berat banget.. jadi daripada terlalu serius, mari kita..

nonton drama korea..

*yah balik maning* *maafkan* *sudah hampir jam 1 malam* #dahneiiik

Day 10. What’s your most embarrassing moment.

Sepertinya hampir semua cerita memalukan sudah pernah gue tulis di blog ini. Memangnya masih ada yang lebih parah lagi? Ada. Gue nyaris lupa karena ingatan tentang peristiwa ini sudah terkubur di lipatan lemak yang paling dalam..

Yasudahlah yaa, sudah kepalang tanggung..

Jadi, mari kita kembali ke 20 tahun yang lalu, masa-masa gue duduk di bangku kelas 1 SMU. HWAAAAA… tuwaak banget! *tenang, sebelum para pembaca generasi milenial menjerit, gue sudah jejeritan duluan*.

Nah peristiwa itu terjadi kira-kira sekitar 3 bulan ketika gue baru jadi anak SMU.

*** Lanjutkan membaca “Day 10. What’s your most embarrassing moment.”

Day 9. Describe the best day of your life to date.

Ini maksudnya apa ya? Salah satu hari terbaik atau salah satu kencan terbaik yang pernah dilakukan? Daripada kebanyakan mikir nggak ditulis-tulis, gue buat dua-duanya aja ya..

The best day of my life.

Ketika gue bisa traveling tanpa anak dan suamik. 

Lanjutkan membaca “Day 9. Describe the best day of your life to date.”

Hak Anak di media sosial..

Ini dari pemikiran gue ya..

Terus terang, gue kadang enegh dengan terlalu ‘berlebihannya’ postingan para ortu muda tentang prestasi anak-anak mereka di media sosial.. It’s okaay, kalau masih dalam tahap wajar, tapi kalau pamernya sudah terlalu over? Mhales. Lanjutkan membaca “Hak Anak di media sosial..”

Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

Telat. Telat. Telat..

Melihat berita-berita menyeramkan yang terjadi kemarin membuat mood gue untuk menulis langsung drop. Dunia sudah gila! Apa hanya gue sendiri ya, yang merasa berat sekaliiiii tantangan menjadi orang tua masa kini..

Hhhh.. Postingan kali ini masih membahas tentang diri sendiri? Okeh, jadi dengan kepribadian Sanguin ditambah sedikit percikan Plegmatis, jika dijabarkan secara gamblang maka inilah karakterku. Lanjutkan membaca “Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..”

Day 7. Recommend to us a book to read. Why do you think it’s important.

Rekomendasi buku untuk dibaca? Dan kenapa buku itu penting?

Mikir dulu..

Mmm..

Jawabannya : Buku Tabungan..

Lanjutkan membaca “Day 7. Recommend to us a book to read. Why do you think it’s important.”

Day 6. What’s something you’ve always wanted to do but haven’t. Why not?

Ih. Aku telat sehari.

Ternyata begini ya rasanya ikut 15 day challenge itu.. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa posting tulisan sehari atau dua hari secara konsisten.. Susah ya bok. Apalagi buat gue yang harus buka laptop.. Kok nggak pakai handphone. D’oh dengan perpaduan keypad handphone yang error dan kedua jempol sebesar laos menghasilkan lebih banyak typo daripada kalimat yang benar. Gue jadi lebih pengen banting-banting handphone.

Oke, jadi di antara kechaosan dan banyaknya drama di hari ini, berikut beberapa hal yang ingin gue lakukan tp sampai sekarang masih juga belum terlaksana. Di antaranya..

  • Les nari. Basi, ya katanya dari dulu mau les, tapi sampai bulan Maret 2017 belum juga terlaksana. Alasannya sih simple, selain nggak ada temennya, waktunya juga belum ada yang cocok.. Setelah browsing sana sini, ada lihat tempat yang dirasa oke.. tapi jadwal lesnya, kalau weekdays pasti di atas jam 12.. Yah, gue pengennya pas anak gue sekolah, kalau dia sudah pulang sekolah masih belum ada yang jagain huhu.. Semoga aja dengan seiring waktu dan makin seringnya gue encokan, gue masih bisa diterima di kelas nari ‘yang rada mudaan dikit’ yah. Kelas nari ibu-ibu juga bolehlah, walaupun akuh masih belum siap mental kalau nantinya gue disarankan sang pelatih untuk ikut kelas poco-poco ala-ala nenek-nenek yang suka flash mob di mall deket rumah.
  • Diet. Alasannya? Aku masih tidak tahan godaan Kit Kat Chunky Bar.. Huwaaa…
  • Naik roller coaster. Sesungguhnya gue adalah tipe penyuka film horor tapi yang sepanjang film tutup mata melulu.. Begitu pula dengan wahana-wahana yang memacu adrenalin di theme park.. Kalau dibandingkan suamik, gue lumayan bisa jumawa, bisa menaklukkan wahana di Dufan. Ih, gitu aja bangga. Eh, lumayan bok, gue jadi bisa ngecengin suamik.. Soalnya mau dibujuk rayu seperti apapun, suami cuma mau naik Kora-Kora-nya Dufan. Lainnya semacam Halilintar, Tornado, dan apapun yang bikin jantungan? Nohway.. Nah, sebelum gue makin bangkotan dan akhirnya nggak dibolehin main theme park.. Gue ingin sekali mencoba naik roller coaster yang sedikiiiit rada ekstriman gitu. Salah satunya yang ada di Taiwan. Gue penasaran dengan roller coaster yang gue lihat ‘kengeriannya’ di salah satu episode running man. Lihatnya aja takuuuutt.. tp pengen coba.. tp takut.. tapi pengen coba.. tapi aku takuut.. ~~gitu terus sampai warga netizen nggak ada yg berantem lagi soal pilkada~~. Nah kenapa sekarang belum dicobain? Selain punya suamik yang kalau masih ada pilihan lain, dia memilih nggak mau main theme park, anak pun masih kecil banget. Sama teman-teman, boleh, tapi titah suamik, Aidan diajak. Aiihh.. kayaknya gue sudah cukup deh pergi travelling dengan Aidan di usia nanggung gini.. Walaupun sama teman-teman seru, tapi capeeeeknya book.. (curhat)?

Demikanlah, sekian untuk postingan hari ini.. Semoga semua hal yang kita inginkan tapi belum terlaksana, segera terwujud yaaa..

Have a good day, teman-teman..

Day 5. If you could have dinner with any five people, who would they be?

Mmm.. Dengan siapa aja yaa? Ini adalah lima dari banyak orang yang ingin gue ajak dinner bareng.. Nggak pakai mikir, inilah orang-orangnya..

  1. Bapakku. Yeah, I just miss him so much..
  2. Presiden Joko Widodo. Yah habis gimana yah, soalnya acara makan malamnya nanti di Istana. Biasa khasnya pak Jokowi yang sering mengundang makan warganya. Sudah, yang baca jangan protes. Sana, ambil sepedanya di belakang sana..
  3. Ahok. Cuma pengen tau dan dengerin gimana kalau Ahok sama Jokowi ketemu dan ngobrol. Yang mereka bicarakan apaan yah? Apakah mereka membahas Lambe Turah? Apakah mereka juga menganggap pasangan Hamish dan Raisa itu too good too be true? Dan apakah pendapat mereka tentang tahu.. tahu bulat, digoreng dadakan gopekan?
  4. Ed Sheeran.. Masih nggak ngerti deh, kok lagunya bisa bagus-bagus banget. Terus nanti kalau sudah kenyang nyanyi ya dek.. jangan langsung SMP ya, alias Sudah Makan Pulang..
  5.   Lee Je Hon. Demi kemaslahatan umat, tentu saja gue harus memilih satu di antara sedikit bias per-dramakoreaan-ku.Jadi kalau sekarang pilihanku tertuju cowok 32 tahun ini. Gue tertarik dengan kepribadiannya yang kuper, no-fun, polos tapi kok lucuu ditambah cakep dan seksii lagi #kumatedan..

***

Nanti sembari dengerin Pak Jokowi Ahok ngobrol, Bapak senyam-senyum sendiri merhatiin anaknya sembari diiringi suara merdunya Ed Sheeran. Terus Lee Je Hoon-nya duduk deket aku aja.. Kita cukup lihat-lihatan ajaalaah.. Atau dirimu cerita apa kek, nanti gue manggut-manggut aja. Udah nggak usah ngobrol nggak papa, gue tau pasti secara batin kami sanggup berkomunikasi dengan baik dan benar.

Terus suamik mau dikemanain? Anu’.. Kan bagi tugas, jadi suamik yang jaga anak.. Nanti kalau ikut, papi bakalan cuma ngelihatin aku yang lagi sibuk lihatin Lee Je Hoon loh. Terus jadi #lihatinception.

Oh atau gini ajah, suamik ikut tapi nanti foto-fotoin aku ya Pih.. Semacam Instagram husband gitu, yah pi yaah.. Aiiilaapyuuk, suamiik!

Sekian dan terima cipok dari Lee Je Hoon.

Day 4. What’s your favorite childhood memory?

Memang benar ya, tidak ada yang mengalahkan serunya masa anak-anak..

Seperti pada umumnya anak-anak generasi 90-an pasti kita semua menghabiskan waktu bermain bersama teman-teman di luar rumah. Apalagi gue, sebagai anak tengah dengan jarak antara kakak dan adik agak jauh.. Pengen ikutan gaul kakak-kakakku yang ABG sudah pasti ditolak mentah-mentah. Main ama adek cowok gue yang jaraknya terpaut 6 tahun? Ih, piyik-piyik banget. Malas. Jadi gue menemukan kebahagiaan dengan bermain bersama teman-teman di komplek.

Kalau gue ingin bercerita kenangan favorit masa kecil yang masih gue ingat adalah kenakalan gue waktu besar di Solo. Serius. Gue dulu nakaaal dan pecicilan banget. Tapi kenapa ya, waktu kecil dulu bukan nakal yang gue pikirkan, tapi rasanya seru dan bahagia banget.

Dan tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa kenakalan-kenakalan itu akan membekas menjadi kenangan untuk ditertawakan di kemudian hari.

Sedikit banyak yang gue ingat adalah..

Lanjutkan membaca “Day 4. What’s your favorite childhood memory?”

Day 3 : Tell about an article of clothing that you’re deeply attached to.

Gue bukan tipe yang harus berpatokan terhadap jenis busana tertentu..

Kalau ditanya busana favorit apa, maunya sih jawabannya kayak artis atau model yang ada di majalah gitu, yan..

Oh kalau busana favorit akuh tuh T-shirt dan celana jeans…

Atsaadap, semacam cuek-cuek terencana gitu ya.. Tapi sayangnya busana seperti ini hanya berlaku ketika gue masih kuliah.. masa-masa badan masih kurus yang ditiup dikit langsung terbang.. Kalau sekarang? Ih baru ngancingin celana jeans aja udah butuh bantuan pernafasan.

Berangkat dari pengalaman pernah kerja di media, dengan busana ngantor yang tidak terlalu formal, membawa selera bajuku juga jadi ‘gitu-gitu aja’.. Nggak berubah dari dulu.. Trend fashion? Apa itu trend fashion…. OOTD atau fashion blogger? Enggak tahu juga.. Jadi tahunya apa? Nggak tahu apa-apa huaaa.. Pokoknya yang selama ini masih nyaman dipakai dan nggak ngoyo harus up to date. Udah lewat masanya harus ‘seragam’ dengan para wanita di luaran sana..

Yang pasti sebisa mungkiiiinn baju itu harus bisa menutupin kelebihan gue. Kelebihan lemak, maksudnya.. Dan dari tahun ke tahun yang paling sering gue pakai adalah..

  • Dress. Bukan dress yang canggih gimana-gimana gitu sih. Hanya dress longgar selutut. Makin tidak ada brand-nya, makin oke.  Fyi, dari yang pernah gue baca, tips untuk menyamarkan perut buncit salah satunya adalah mengenakan dress..  Gue setuju sih. Menurut aku, selain mampu menyamarkan lemak-lemak di perut dan turunannya, dress adalah busana ajaib karena bisa dipadupadankan dengan apa saja.. Sebagai atasan celana jeans, legging, stocking atau dipakai dengan outer apapun, biasanya sih cocok-cocok aja. Ini kalau aku yah..

  • Jaket Jeans.. Hampir setiap kali gue keluar rumah, gue pasti pakai cardigan/outer. Tapi mungkin hanya atasan jeans, baju yang paliiiiing lama umurnya di lemari gue. Menurut gue, selama pakai jeans tidak dari ujung kepala sampai ujung kaki, atasan jeans sampai saat ini merupakan salah satu fashion item yang tidak pernah salah.

38444_411275063324_2518346_n1936461_96208733324_5917587_nimg201607081612372015613165721 img-20161115-wa0112.jpg

Udah itu aja. Demikian postingan untuk tantangan hari ke-3.

Have a good monday friends..

Day 2 : Write a (few) six-word memoir(s)

Ini maksuddddnyaaa apaaan? (nangis)..

Untungnya dapat pencerahan dari mba Yoyen. Jadi yang dimaksud memoirs adalah peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup kita. Oh begitchuu..

Gue coba pikirkan ulang beberapa peristiwa yang gue coba rangkai ke dalam 6 kata.. Dan apa ini bisa disebut memoirs? Entahlah.

  • “Ortu tabrakan” was scariest moment ever.
  • Mobil nyaris masuk jurang. Gue supirnya.
  • Kuliah Komunikasi UI telah mengubah hidupku..
  • Aku tidak sempat menyaksikan ‘kepergian’ Bapakku..
  •  Beruntung pernah lihat Song Hye Kyo…

 

Oke. Itu dulu..

Have a good weekend teman-teman..

Day 1 Writing Challenge: 15 Fun Facts About Me

Mari kita mulai postingan blog rasa bulletin board-nya Friendster.

Baru postingan pertama sudah mikir. Fakta yang fun tentang gue. Emang ada?.. Yang apes mah banyak, tapi fun? Coba gue pikir-pikir..

1. Dulu gue bertanya ke Ibuk, kenapa gue harus diberi nama Restu Dewi? Kata Ibuk.. artinya di FloRES lahir anak cewek saTU. Haiaa bisa aje. Dan semenjak lahir sampai 30 tahunan kemudian, gue belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke tanah kelahiran gue.

2. Punya musuh bebuyutan sejak jaman babad tanah leluhur. Namanya Nyai Mukti Rahayu.. biasa dipanggil Nyamuk. Dan dari semua anggota keluarga, hanya gue yang selalu bermasalah dengan nyamuk dan bekas gigitannya.. Sementara yang lain, tetep tidur pulas.

3. Waktu kecil punya hobi aneh suka ngemut uang logam. End up gue pernah nelen duit 50 waktu di Ambon dan harus dioperasi di Ujung pandang. Lanjutkan membaca “Day 1 Writing Challenge: 15 Fun Facts About Me”

March: 15 day writing challenge

Gue paling tidak suka dengan deadline. Itu salah satu sebabnya gue sebenarnya tidak suka dan tertarik untuk ikut-ikutan writing challenge.. Mau sih ikutan, tapi apa gue ada waktu? Selama ini aja nulis harus nyolong-nyolong.. Tapi baca-baca postingan teman-teman blogger seperti mbak Yo, Joice dan Mariska kok sepertinya menarik ya.. Aku jadi tergoda..

Dan seperti kata mba Yoyen, writing challenge bulan ini seperti membawa kita kembali ke satu dekade lalu awal-awal blogging mulai booming. Belum main blog? Oke, seperti flash back ke fitur bulletin boards-nya Friendster..

Ya sudahlah.. Walaupun gue agak serem dengan beberapa macam topiknya yang terlalu personal.. tapi auk ah gelap remang-remang.. Semoga gue persisten.. karena jika iya, maka bulan Maret ini akan menjadi bulan dengan jumlah postingan blog terbanyakku.. Yuk teman-teman ikutan.. mari ikutan pusiiiing bersama-sama..

img_6024-e1488289999690

Merem. Here we go..

Oh Tuhan tolong, akhirnya gue klik publish tulisan ini..

Pingsan.

Mari kembali ke masa sekolah.

a2a0wd7

Waktu SMP-SMU, gue selalu kagum dengan temen-teman yang bisa pingsan waktu upacara. Mereka heroik sekali ya, semacam simbol perjuangan penyintas upacara bendera gituuh..

Mungkin ini akibat terlalu banyak membaca novel. Jadi kalau si tokoh utama cewek pingsan, tiba-tiba si cowok akan menyeruak di antara kerumunan dan menolong si cewek. Kemudian mereka melangkah pasti menuju cahaya matahari sembari diiringi tatapan takjub dari para figuran cerita.

Romantisss yaaaak..

Rasanya pingsan itu gimana sih? Gue berandai-andai, kalau gue pingsan, nanti gue akan ditolong kakak kelas yang gue suka, dan ketika gue dibopong ke ruang UKS  kami pun saling bertatapan…#plaaak.

MIIIMPIIIII, JENG SRIII…

Sampai berpuluh-puluh tahun kemudian, nggak pernah ada tuh kejadian seperti itu..

Hingga akhirnya gue menjadi Ibu. Lanjutkan membaca “Pingsan.”

Untuk semua anak istimewa di dunia..

Sebagai seorang Ibu, kayaknya postingan ini akan menjadi satu catatan penting untuk gue..

Tadi siang, ketika gue sedang dalam perjalanan ke dokter, gue mampir ke supermarket untuk membeli beberapa urusan. Begitu sampai, iseng gue membuka Facebook Perjuangan gue. Kenapa dinamakan perjuangan? Ya masak cuma PDI aja yang boleh Perjuangan.. Intinya mah, ini akun FB kedua gue setelah sebelumnya kena hack.

Apa yang gue lihat di FB, tentunya feed timeline teman-teman gue yang kocak-kocak. Sampai gue terpekur dengan status Facebook kakak ipar gue. Lanjutkan membaca “Untuk semua anak istimewa di dunia..”

Movie Review. My Annoying Brother (2016).

Bulan desember lalu gue berkesempatan datang ke premiere film My Annoying Brother (Hyung).

img20161219191608

Ciiaaailaaaah.. ngguayaaa, premiere nih yeeee..

Bukan.. Ini bukan personal invitation kok, boro-boro red carpet.  Lebih tepatnya kantor temen gue, Bunga punya beberapa tiket undangan yang nganggur. Jadi begitu ditawarkan, belum juga Bunga selesai bicara.. gue sudah mengiyakan ajakannya..

img-20160918-wa0004-02
Bunga-tangannya Imbi-Gue

Lanjutkan membaca “Movie Review. My Annoying Brother (2016).”

Nguping Ibuku #9

Jumpa lagi dengan serial Nguping Ibuku. Cerita Ibuku kali ini banyak terjadi ketika gue sedang mudik ke Yogya beberapa waktu yang lalu..

  • Nggak, pesawatnya nggak kena TBC.

Sore itu gue-Ibuk-dan Aidan dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Kebetulan penerbangan kami diiringi cuaca yang sedikit berawan. Dan sudah bisa ditebak, pesawat kami beberapa kali mengalami turbulensi.

Mungkin terbang saat itu adalah penerbangan yang paling bikin ‘deg-degan’.. Guncangan terasa sangat kencang..  Ibuk berpegangan erat pada kursi di depannya.. Beberapa penumpang di sekitar gue mulai istighfar. Sementara gue mencoba memejamkan mata sambil sedikit banyak melirik tegang ke arah pramugara dan pramugari yang sedang duduk ngobrol di kursinya.

Alhamdulilah, kami mendarat dengan selamat. Tapi sepertinya Ibuk akan berpikir berpuluh-puluh kali jika harus naik pesawat terbang lagi..

Esoknya, Ibuk pun menyampaikan keresahannya padaku..

Ibuk          : “Aku nggak mau pulang naik pesawat lagi. Emoh aku.. ”
Gue           : ” Kenapa emangnya bu, kan harganya sama ama naik kereta api?”
Ibuk          : ” Kalau sendirian, nggak mau ah.… Nanti kayak kemarin lagi..”
Gue           : ” Ya ngga papa..”
Ibu            : ” Nggak mau , nanti ada tuberkulosis lagi. Takut aku..”
Gue           : *keselek* *perasaan aku nggak lagi batuk-batuk* “Apa buk? Tuberkolosis? TBC?”
Ibuk          : “Yang kayak kemarin itu lo, pesawatnya kan kena tuberkulosis..”
Gue           : ” Ealaaah.. Turbulens, itu buk..”

  • Jadi pelawak itu pusing, ya?

Meskipun Ibuk dan kakak-kakakku tinggal di Yogya, tapi belum tentu kami mengerti di mana tempat wisata yang sedang hits di kota gudeg ini. Dan pada prakteknya, setiap kali gue dan Aidan mudik, kami sering bingung mau ‘angon bocah’ ke mana lagi..

Seperti pada hari itu ketika kami sedang berdiskusi ke mana kita akan membawa anak-anak main.. Dan bisa ditebak, Ibuk selalu memberikan usul yang sering membuat kami terkaget-kaget

Ibuk             : “Ayo.. hari ini kita Klaten aja. Di sana ada waterboom.. ”
Mba Rini    : “Ih jauh amat, kan di sini kan juga ada.”
Ibuk             : “Yang ini bagus.. Ada di hotel. Nanti di sana juga ada komedi putar.”
GUe              : “Apaan.”
Ibu               : “Komedi putar, anak-anak pasti senang.”
Gue.             : Maksudnya komidi putar buk?”

Tentu yang dimaksud Ibuku adalah ferris wheel alias kincir ria. Komedi putar itu… ngelawak sambil muter-muter? Capee dong..  

  • Kopi dari mana?

Hari itu mbak Rini sedang kepengen banget minum kopi. Katanya kalau sehari nggak minum kopi, badannya pasti lemas. Untuk urusan kopi, Ibuk dan kakak gue yang nomor dua ini memang sealir seirama..

Mba Rini      : “Ibu ada kopi nggak.. Aku hari ini belum ngopi nih..”
Ibuk.             : ” Ada di lemari.. Tapi bukan kapal api, Ibu punyanya kopi cino..”
Gue                : ” Weiitsss.. Kopinya Ibuk sudah naik kasta.. Baru tau aku ada kopi cina.. Mirip nggak sama kopi laos bu? Kikikikik.. ”
Ibuk.             : ” Yaiyalaaahhh..”
Mba Rini      : “Mau deh buk, kopi cina yang kayak gimana sih? Sama kayak Kopi apa itu.. Kopi Tongkat Ali? Yang dari Malaysia itu..”
Ibuk.             : ” Halah.. Kopi cino yo kopi cino.. Podho wae..”

Ibuk bejalan ke lemari dapur dan membawa kopi yang dimaksud. Dan ketika kami melihat beberapa sachet kopi yang dibawa Ibuk.. ternyata yang dimaksud Ibuku kopi cina adalah..

CAPPUCCINO..

tumblr_mg4gx5ycxm1r8e6ieo2_r1_500

.. halaaahyuuunnngg…

Film Silenced (2011) dan kenapa aku jadi suka Gong Yoo..

Judulnya panjang amat..

Halo 2017! Hei blog, kamu kebanyakan nganggur ya? Maklum ya, aku sedang terpaku nonton Goblin.. Goblin? Itu yang layanan aplikasi ojek? (itu GoBox), atau itu kata-kata yang sering diucapkan para netizen di kolom-kolom perang komen Pilkada? (itu Gobl.. ah yasudahlah)

Tentu saja Goblin ini drama korea.

Eh, gue bersyukur loh bisa berada di waktu yang sama dengan masa penayangan Goblin… SOALNYA BAGUSS BANGETTT, JENG SRIII!!..

Gue selalu picky untuk pilihan menonton drama korea atau menyukai aktor-aktornya.. Nggak semuanya sempat gue tonton, too much drama, too little time yunauu. Tapi jika sekalinya suka, biasanya gue akan fokus stalking semua informasi di balik layarnya.

Dan tentu salah satu yang gue pantengin adalah sang pemeran Goblin, Gong Yoo. Tapi apakah karena Goblin maka gue jadi kepincut dengan mas Gong Yoo?

Salah.

Gue mengagumi beliau setelah mengetahui perannya di balik layar pembuatan film Silenced ini.

***

gong-yoo-27

Lanjutkan membaca “Film Silenced (2011) dan kenapa aku jadi suka Gong Yoo..”

Enter title here

Paling nggak bisa deh kalau disuruh nulis judul..

***

nfh8sfs
nonton yang lagi pada berantem

Sekarang sedang ramai heboh di mana-mana ya?..

Ada yang bersuka-cita karena bisa nonton konser Coldplay. Tentang Coldplay sendiri, gue merasa sedikit beruntung karena rada kudet.. jadi nggak galau-galau amat kalau nggak kebagian tiketnya. Gimana mau ikutan heboh, secara lagu yang masih gue ingat pun cuma yang judulnya Vicks yuuuk.. Hyuuk. *lalu ngolesin balsem*

Ada yang masih saja comment war. Mulai dari aktris yang level setiker ~~selebriti tidak terkenal~~ sampai level para aktris korea dengan segala macam opini delusionalnya.

Dan tentu saja masalah yang tidak akan pernah usai.. Pilkada. Hhhhhh… Pilkadaa lagi. Kenapa ya, energi ngomel-ngomelnya tidak digunakan untuk topik yang lebih positif. Pilka…. Be, misalnya..

Ya sudahlahlah.. aku update cerita tentang orang-orang yang paling banyak gue ceritain di sini ya. Siapa lagi kalau bukan Ibuk, Suamik, sama Anak…

***

  • Kalau gitu aku tim Dylan

Ibuk.    : ” Beli tas brandon itu di mana sih?”

Gue       : ” Tas apa? Brandon? Beverly hils?”

Ibuk     : “ Opo meneh kui? Itu artis-artis katanya pada punya tas brandon.. Syahrini punya tas brandon..”

Gue       : ” Weelaaadalah, maksudnya branded too buk.. ”

Lanjutkan membaca “Enter title here”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4

Ketika acara berlangsung, gue diberitahu mba Nissa untuk melihat wanita-wanita yang duduk di depan kami. Gue melihat, mereka sesekali menyaksikan acara menggunakan teropong. Kami bergumam.. “Ih, kok nggak kepikiran sii?”.. Terang saja, aku bukan generasi anak nongkrong fan meeting.. saya generasinya anak nongkrong kangsayur. Jadi, jangankan terpikir membawa teropong, paspor nggak ketinggalan saja, sudah bagus..

Akhirnya Mba Nisa memberanikan diri untuk meminjam teropong milik wanita Korea tersebut. Mba Nissa pun menawarkan gue untuk melihat.. Ternyata melihat melaui teropong, hasilnya bisa sangat jelas ya. Aku baru tau..

Kita bisa fokus pada apa yang ingin kita lihat. Kalau di layar, kan hanya mengandalkan mas-mas kameramen yang mengarahkan acara.. kalau misalnya kita ingin fokus dengan tahi lalatnya mba MC, misalnya, tapi si kameramen ingin memusatkan perhatian pada botol-botol minuman yang ada di meja, ya kita bisa apa, hanya bisa pasrah bukan..

Oke. Kembali ke cerita selanjutnya..

Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~ Part. 4”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3

Setting panggung acara ini sangat sederhana, daripada acara jumpa fans, gue merasa lebih mirip sedang menghadiri seminar motivasi. Duh, jangan-jangan Song Hye Kyo adalah Mario Teguh yang menyamar.. *jangan dibayangkan, pokoknya jangan*

Bagaimana tidak, di panggung hanya ada satu set sofa putih dan empat banner tinggi dengan tampilan wajah sang artis utama. 

Oh, bagi teman-teman yang mengharapkan gue bisa menampilan foto atau video selama acara, sekali lagi, gue mohon maaf kalau teman-teman pembaca harus kecewa.

Gue menghargai Song Hye Kyo sebagaimana ia yang sudah mempercayai kita, para fansnya. Jadi bila dibandingkan dengan bisa hadir di event yang mungkin hanya terjadi once in a life time, memenuhi satu-satunya permintaannya untuk tidak mengambil foto, terasa sangat mudah, bukan?

img20161115100809-01.jpeg

Tapi ini kembali ke pribadi masing-masing ya. Gue tidak menyalahkan para fans internasional yang ‘broke the rules’. Mereka pasti juga ingin berbagi kebahagiaan.. Toh kalau gue tidak ikut, pasti gue juga penasaran dengan apa yang terjadi dan berharap, siapapun itu, bisa membocorkannya di sosial media.

Tapi, yang gue pikirkan, nanti, dampaknya seperti apa?

Bagaimana jika ia kecewa? Bagaimana jika ini adalah fan meetingnya yang pertama dan terakhir? Kalaupun nantinya akan ada, apa mungkin dia bisa sesantai hari itu?

Itu sebabnya, gue memilih untuk melaporkannya sesuai dengan apa yang gue lihat dan rasakan.. Walaupun tidak ada foto-foto, sebisa mungkin, gue akan jelaskan kronologisnya secara rinci..

Semoga teman-teman mengerti ya.. Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 3”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2

Bulan Oktober 2016.

Satu hal yang pasti. Sejak awal pendaftaran ada beberapa point penting yang diminta panitia…

  1. No photography selama acara.
  2. Diharap tidak membawa banner pribadi.
  3. Diharap tidak membawa hadiah secara personal. Karena hadiah yang diberikan, secara sopan, akan ditolak panitia.

Pasal ‘no photography’ ini, beruuuulaaaang kali disampaikan. Kebetulan gue juga nggak punya kamera, jadi nggak boleh foto, yang nggak masyalah.

Oiya, dari pengumuman, untuk penukaran tiket di venue, nantinya kami hanya diminta membawa passpor.

Iya, cuma begitu saja.

Sempat terbersit keraguan di benakku.. “Jangan-jangan ini bohong..”

Oleh karenanya, hanya beberapa orang saja yang tahu berita ini. Iya kalau beneran, kalau ternyata zonk? Kan amsyiong..

Dan rata-rata reaksi yang kudapatkan…

Adekku   : ” Awas, nanti ditipu mbak, sampai sana, kamu malah dimintain duit..”

Mbakku  : ” MASAAAK SIIIH? NGGAK MUNGKIN.. AH YANG BENER?!”

Ibuk         : ” Ketemu artis siapa? Huai Ko? Sopo kui jenenge? Hong Kio. Hong Kio? ”

-_____-

Aduuuh, jangankan mereka, gue sendiri saja ragu.. Hari gini gituloh. Apalagi yang berangkat dari Indonesia, setahu gue, hanya tiga orang. Gue, Ibu Hani Surlianto, dan Mbak Annisa, seorang dosen dari Surabaya. Nanti kalau sampai sana kita diapa-apain, bagaimana?

Tapi ya sudahlah, kalaupun hoax, nggak ada ruginya juga, hitung-hitung gue ‘me-time’ sebentar ke Seoul. #preeett.  Akhirnya dengan ditemani adek ipar, gue dan mba Annisa berangkat ke Korea. Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part. 2”

Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1

Brace yourself. 

Gue akan menuliskan beberapa tulisan panjang tentang perjalanan gue menghadiri acara fan meeting Song Hye Kyo…

Yes, you read me right.

Gue. Datang. Di. Acara. Fan. Meeting. Song Hye Kyo..

raw

Ah elaaah, artis Korea lagi. Well, gue tidak minta persetujuan siapa-siapa sih tentang siapa yang harus disukai dan siapa yang tidak. Selama kita tidak meninggalkan kewajiban dan tidak merugikan orang lain, kenapa nggak?

Dan kebetulan idola gue itu adalah seorang.. Song Hye Kyo.

song-hye-kyo-30

Lanjutkan membaca “Song Hye Kyo Fan Meeting. ~Part.1”

Sudah tau cengeng..

… eh masih nonton drama korea.

Yah, doakan gue tobat dan tertarik nonton drama Indonesia yaa.. *lalu lihat sinetron* *lalu ikut sakit jiwa*

Yasudahlah ya.. mending cerita yang ringan-ringan saja, yang berat, cukup badan gue aja..

***

Jadi begini ceritanya..

Gue suka banget bercanda, nggak usah disuruh pun, pasti gue akan mentertawakan diri sendiri. Tapi di balik itu, sesungguhnya aku ini mudah sekali mengeluarkan air mata. Bahasa ilmiahnya sensitif, bahasa kalbunya cengeng dan bahasa jawanya gembeeng.

Lagi sedih.. aku nangis *yaiyalah*

Lagi marah dan keseeeel.. eh nangis juga

Nonton film mengharukan, gue terisak-isak..

Lagi lihat anak tidur.. aku mbrebes mili

Lihat seseorang yang bersedih atau sakit.. gue juga ikut tersedu-sedu..

Lagi bercanda, terus digodain.. “Nangis ya Dew, nangis ya..”.. Awalnya nggak nangis, eee lah kok terus keluar air matanya..

Mending kalau wajah gue bisa berubah menjadi nangis-cantik seperti mbak-mbak di bawah ini..

tumblr_mxkuucyqsi1rcih7jo1_400

song-hye-kyo-crying

Yang ada, pada kenyataannya, muka gue berakhir seperti ini… Lanjutkan membaca “Sudah tau cengeng..”

One of The Best Drama Korea : Signal (2016).

Beberapa minggu terakhir ini bisa dibilang menjadi salah satu bulan tersibuk gue. Padahal kayaknya begini-begini saja, tapi rasanya kok banyaaaak banget yang harus dikerjakan.. Kayaknya waktu cepat sekali berlalu ya, boro-boro bisa duduk tenang main blog..

Terus sekarang kagok, jadi lupa lagi caranya nulis..

Jadi untuk gampangnya, gue mau review drama korea ajah..

Drama Korea lagi?

Hihi, maaf ya.. ketahuan banget kalau lagi kehabisan ide. Habisnya drama ini memang bagus banget. Pun kalau gue nggak suka, pakai banget, gue nggak akan capek-capek menuliskannya di sini..

***

Nah, jika teman-teman adalah tipe penonton drama yang :

  1. Suka cerita dan akting yang bagus..
  2. Nggak suka drama korea yang nangis nggerung-nggerung,
  3. Bosan dengan cerita komedi romantis ataupun sudah males dengan kisah Cinderella yang plot ceritanya kebanyakan seperti  ini..
  4. Suka cerita misteri atau thriler..
  5. Suka serial kriminal seperti CSI atau Criminal Minds..
  6. Suka cerita yang diangkat atau terinspirasi dari kisah nyata
  7. Suka cerita dengan plot twist yang tidak bisa ditebak..
  8. Tapi teteepp suka cowok yang cakebbh..

Maka, mari gue kenalkan drama favorit akuh..

SIGNAL. Lanjutkan membaca “One of The Best Drama Korea : Signal (2016).”