Miss Fabulous Personality

Pada Pemilihan Wajah femina 2006, yg lalu ada seorang finalis dari bekasi bernama Bona Dea Kometa,tepatnya dia adalah Adek sepupu gw (adek lo jadi finalisnya dew? iyaa..jadi finalisnyaa), gak cuma itu, dia berhasil menang sebagai Miss Fabulous Personality dan sekaligus jadi duta untuk The Body Shop (sodara lo menaaang dew? Iyaaa, iyaa, I know.. dia menang…capek deeh jawabnya..)

Ih kok bisa sodara lo jadi wajah femina sih dew? Jangankan mempertanyakan kenapa sodara Gw bisa jadi salah satu pemenangnya, orang gw sendiri aja gak percaya kalo dia sodara gw, apalagi temen2 gw (boro2 orang yang baru kenal.. apalagi yang baru lihat..abis gak ada mirip2nya tuh).

 

Jadi, daripada semakin banyak yg mempertanyakan, maka gw perkenalkan Bona Dea Kometa atau Dea, sepupu tercinta-pun-terdekat Gw yang secara usia kita beda 5 thn, tapi kita sodara paling deket. Kok bisa paling dekat dibanding dengan yg lain, yah bisa aja, (kan dia sodara deket…*tidak menjawab yah*) begini, karena dia satu2nya cewek yang jarak usia lumayan sepantaran dengan gw jadinya kita senasib seperjuangan.. (Yang lain? Kalo nggak jauh lebih tua yaaa..mereka jauh lebih muda, dan pastinya telah membentuk peers group masing2..sehingga tinggallah kami berdua..gituu looo)

 

 

Naah sampai dengan saat ini, setiap gw kenalin ke temen2 gw, (dia juga junior gw di kom UI) semua orang tidak ada yang percaya kalo kita sodaraan huhuhuhuhuhuhu…segitu bedanya ya, apakah sepertinya telah terjadi kesalahan genetika dalam keluarga gw? Sepertinya iya. Tapi siapa yang salah ya?

Sedikit perbandingan, jadinya temen2 bisa tau kenapa temen2 gw gak ada yang percaya Gw sodaraan ama Dea..


Dea

Dewi



Tinggi Badan

179 cm ..(membuatnya sering memandang ke bawah

165 aja gak nyampe.. (membuatnya sering mendongak keatas)

 

Berat badan

50 kg ? atau kurang ya

 


(membuatnya sering memakai push up bra..*ups ketauan :P*)

Berat deeeh pokoknya..

 

(membuatnya sering mengelus-elus perutnya yg buncit)

Model Rambut

Pendek, di cat coklat.. (membuatnya jd sering dipakai hair fashion designer)

Model

 

rambutnya Rakhee Punjabii (membuatnya jadi sering dipanggil Ibu-ibu)

Umur

20 tahun

Seperempat Abad hehe

 

 


Hehehe..kalo gitu aja yaa terang aja beda dew, nenek nenek juga tau..

Hehehe..yasudlaah, yg penting gw bangga banget deh punya sepupu seperti Dea ini, selain emang anaknya yang manja, dia juga pinter banget, ramah, kepribadiannya bagus, sholatnya oke.. mungkin dia satu dari sedikit model yang professional ya, dan tidak terlalu terbawa kehidupan glamour para socialita kali yah hehehe..(halaah halaah..dirimu pasti tersedak sendok deh..)

Padahal kalo temen2 mau tau,Dea ini dari kecil mindeeer banget sama tinggi badannya yang tinggi menjulang. Bahkan sampai kebawa dia masuk kulliah loh.. dari dibantu pilih jurusan SPMB, bahkan pacar aja belum punya..tapi sekarang Voillaa.. Sudah bisa melihat sendiri hasilnya kan? Pokoknya gw mau diskon body shopnya..tapi kalo ternyata gratisan, juga gak papa kok (teteup dong, gak mau rugi)

 

 

 

 

Iklan

Another Stupid Moment with AADC

.We were called AADC..
(yess We are the big fan of Dian Sastro, desperately want to be Nicholas Saputra’s girl friend and also Cinta’s peer group wannabe…)..*yeeaah ritee…..*
Bukaan,,, ini bukaaan kami,,, cuma mirip2 dikit

Yaaa nggaaaklaaaah…AADC plus plus itu Anak-Anak Dari Ciputat plus plus (plus Pasar Minggu, plus Lebak BUlus, plus Kelapa Gading, Plus Pondok Gedhe, plus Sawangan Depok etc…) intinya yang dari Ciputat itu cuma Tri, tapi kok bisa namanya begitu?.. gak penting deeh..pokoknya kita adalah sekumpulan mahasiswa komunikasi UI yang menjadi akrab berdasarkan senasib-sepertebengan kuliah jurusan Halte Pondok Indah-Depok UI.

 

Sabtu lalu, gw janjian dengan AADC mau lihat Kemang festival (perayaan memperingati kemerdekaan RI, Full Bazaar di sepanjang jalan Kemang).. Planningnya adalah Gw, Dayen, Tri, berangkat dari Blok M Plaza picked up by Diana (tentunya wajib dengan kartu Truff baru XD XD) janjiannya kita akan ketemuan denganBung dan Imbi di Ak’sara Kemang…… Entah kenapa, setiap AADC ketemu pasti banyak kejadian error yang selalu terjadi… Salah satunya ya kemarin itu..

Latar Belakang Permasalahan:

Tujuan adalah ke kemang..tapi jam 17.00 Jalanan Blok M – Arteri Dharmawangsa – Kemang maceeet banget, dari depan Pasaraya, GW, Diana dan Tri mengambil keputusan untuk mencari jalan alternative lewat Dharmawangsa – trough SMU Pangudi Luhur yang langsung tembus ke perempatan Traffic Light Kemang…

Setelah muter-muter di perbelokan Brawijaya-Dharmawangsa kita sampai juga di perempatan traffic light Kemang – arteri Dharmawangsa..dan setelah berhenti di Traffic Light, kita sedikit bingung karena kok susah banget untuk jalan lurus ke jl. Raya Kemang..luamayan lama tuh, berhenti di perempatan bingung antara mau muter balik atau jalan terus..akhirnya dengan initiative yang sangat bagus, kita berniat akan bertanya ke polisi lalu lintas untuk meminta tolong bagaimana caranya supaya bisa lurus melewati perempatan ini untuk sampai ke kemang…

Story Line:

Date : August 26th 2006, 17.50 WIB
Situasi T K P :Traffic Jam di perempatan Kemang-Arteri Dharmawangsa, mayan macet di sore hari..tumben2an polisi sibuk mengatur lalu lintas (pasti duoong secara ada festive kemang gitu yaah)
Subjek Pelaku : Oknum mas-mas Polisi yang sok kegantengan
Objek Penderita : 3 Gadis manis tak berdosa..include Dayenah (the driver), Dew (penumpang 1) Tricantik (penumpang 2)
Barang Bukti : Honda Jazz Merah

 

Kronologis Kejadian:

Dayen : “Dew, gimana nih, kita terus atau muter balik?Kok gak ada traffic lightnya?”
Dew    :(sok tau) ”Seharusnya sih bisa ya Day, Gw dulu si bisa, coba Tanya ama pak polisi itu deh..minta tolong”
Dayen : (membuka jendela) ”PAAAK..PAK POLISIIII…KITA MAU KE KEMAANG…KITA BISA JALAN LURUS GAAAK?”
Subjek Pelaku : (
datang menghampiri)“Yaa..bu..bisa ditunjukkan surat2nya? lengkap tidak”
Objek Penderita :”Mau Tanya jalan kok pake nunjukkin surat2 kendaraaan segala siih Pak?”
Subjek Pelaku:” Mari buu.. ke pos polisi sebentar.”
Dayen              : “Deew, gimana niiih..duuuh…?”
Dew                  : (buang body..) “Tri..gimana doong?”
Tricantik         : (buang body again) ” Gimana dong Day?…”
Subjek Pelaku   : “Ibu, ini one way..ada banyak petunjuk jalan dilarang masuk, ada yang di sebelah situ, dan ada petunjuk jalan di ujung jalan”
Objek Penderita :” Yaah..paaaaak kita gak liat ada petunjuuuk jalannya”
Subjek Pelaku    :”ADAAA BANYAAAK BUU…kalo Ibu gak percaya sini saya tunjukkin…udah lah bu, mbak-mbak saya bantu saja yah…kalo saya tilang, nanti dendanya Rp 500.000,- lho, saya Bantu saja saja yah, gak usah malu-malu…gak papa kok
(senyum-licik-gak-ganteng-tapi-pengen-dianggap-ganteng-dan-berharep-bisa-tebar-pesona)
 
Gak usah digambarin lagi, tapi anggap saja terdapat adegan ngotot-ngototan antara Subjek Pelaku dan Objek Penderita…akhirnya Objek Penderita mengalah, dan memberikan uang sogokan (yang emang dari awal sudah menjadi tujuan utama dan yang amat sangat diharapkan oleh si Subjek Pelaku) sebesar Rp. 50.000,00…. AAARRGGGGGHHHHHHHHHHH
Selesai transaksi
Subjek Pelaku : “ Sudah selesai mbak, Kali ini saya bisa Bantu …lain kali jangan diulangi lagi ya..” (dengan senyum kemenangan yang jueleeek pun nyebelin abis HUUUEEEKKS HUUEEKKS)
Objek Penderita : “ Ya Paaaaak…!!” (muka ditekuk 13)
Oknum Polisi lain ( sebagai figuran doang) : “Gimana Mbak, Udah dibantu kan Mbak…gak usah malu-maluu laah mbak…gak papa koook” (YEEEE… Mas-mas satu ini bener-bener minta dibanting)


Anti Klimaks
Objek Penderita memutuskan untuk mengecek tanda verboden yang dimaksud ada banyak oleh si Oknum Polisi gemblung itu tadi…ternyata di Lokasi Kejadian Perkara, terdapat bukti-bukti yang-seharusnya-meringankan-si-Objek-Penderita-tapi-sayangnya-tidak-disadarinya-dan-didukung-Praduga-bersalah-yang-digunakan-oleh-si-Subjek-Pelaku…

 

Adapun bukti2 ini memiliki keanehan sbb:
 
1. Tanda dilarang masuk 1:
Lokasi berada si sebelah kiri jalan, pertigaan terakhir sebelum pos polisi-traffic light…tapi itu tidak ada rambuya..hanya-terdapat-plang-bundar-untuk-memasang-rambu-yang-tidak-berwarna-merah-strip-putih, tapi hanya warna besi karatan…See…We were right
2. Tanda dilarang masuk 2 : 
Lokasi berada di pertigaan jalan tepatnya di sebelah SMU PL..memang ada rambu berbentuk merah bulat dengan strip putih ditengahnya, tapi-rambu-itu-berada-di-atas-trotoar-di-sebelah-kanan-jalan (which is nobody can’t see it) dan tertutup pepohonan rimbun pulaaa..HUHUHUHU…
Kata Tricantik, kalo bisa digambarin lewat komik, cerita kemarin : 3 ekor ikan Tongkol gendut-gendut yang sudah berdarah-darah, merelakan diri masuk ke kandang ikan Hiu kurus2 yang belum makan selama 3 hari, dan menawarkan diri minta untuk dimakan…

yup kita makanan empuk para polisi itu, buat temen2…jangan sampai ngulangin kejadian konyol ini yah…kalo kata adek gw sih..”Go-bLogGG kowe ndook…masak ketemu polisi teriak-teriak…PAAK PAAK POLISI, TILANG KITA DONG PAAK!!

 

 

Fat? So What?

Haii..nduut..”

“Dewi agak gemukan ya sekarang?” (suara lembut berbisik, dan senyum dikulum)
“Dew…kok kamu gemuuk?”
“DEWI..GENDUUT BANGETT…!!” (volume maksimal di tempat keramaian)
“Dew..beratmu sekarang berapa?”
“Ya ampun dewi..kowe lemu men too”
“Dew, itu muka kok njebablah pipi semua..”
(waktu maag gw kumat di toilet Ambarukmo Plaza) “Bu..lagi hamil berapa bulan?” (busyeeeeeet mbaaak)
” Wik, kowe kok saiki lemuu…kukulen meneh?”...(hiiiks hiiikksss…)
“Ndal-indul-indal-induuul…” (dengan colekan dan cubitan)
 
Itu sebagian komentar temen2 lama, kakak-adik gw, temen Ibu, pemborong rumah, Mbah-mbah tukang pijet, tante, temennya temen Gw, semua yang ketemu gw..
Iya juga sih, gak nyadar selama setahun ini diriku baru mengalami apa yg dinamakan di pelajaran Biologi dan IPA yaitu “Ciri-ciri makhluk hidup adalah tumbuh berkembang..”

Kalo di rewind apa yg terjadi setahun belakangan ini terutama sewaktu gw di femina..Gw mau sharring rutinitas jadwal harian gw di femina (DAN TEMAN2 CK femina LAINNYA HAHAHA)


07.30
sampai di kantor
Novi (secre) dan Nungki: “Deeew, tumben datang pagi Sarapan di bawah yuukk,ada yang mau gw ceritain..”.

MENU : 1 gelas susu Milo dan 1/2 porsi Bubur Ayam (kadang Indomie,  Nasi Uduk + Bihun, Klepon, Roti Bakar, atau Mie Goreng)
 

Lanjutkan membaca “Fat? So What?”

Wisata Kuliner di Solo

Seminggu yang lalu main ke Solo, my hometown… Solo yang terkenal dengan segudang makanan-makanan enak pun murah…Solo tetap tidak berubah tetep ngangeni, kangen dengan makanan2nya, memorable places in Solo and off course the people 🙂

  • Ayam Bakar Ojo Gelo – Purwosari

Ini ayam bakar kesukaan alm. Bapak dan Ibu..”Ojo Gelo” artinya “Jangan Nyesel”..gak nyesel kok makan disini, ayamnya lembut, gedhe2 dan nasi panasnya enaaak deh…cuma karena seringnya kita ke solo makan disini, gw sih gak gelo ya..cuma bosyeeen..

  • Tahok (nama yang aneh)

kalo di Jakarta namanya Kembang Tahu, (gak usah didescribe yah..) tapi yang buatan solo ini beda..lebih manis, dan gulanya gak bikin gatel tenggorokan..sampai sekarang belum tau tempat yang jual tetapnya (ada yang tau gak?)..kemarin baru nyicip lagi di daerah Coyudan waktu nungguin Nyokap.

Lanjutkan membaca “Wisata Kuliner di Solo”