Drama Stasiun Balapan..

Jakarta turun hujan jugaa. Yasss! Akhirnya ya boook, setelah sekian lama prakiraan cuaca berstatus the hot is not public..alias puanassssssssee ora umuuum.

Jadiiii, karena udara sedang sejuk mari kita ngeblog lagi.

Apa kabar para kisanak?

Kalau gue, tidak terasa sudah dua bulan terakhir ini resmi jadi Ibu dari anak SD. Lebih tepatnya, beradaptasi dengan jadwal gedubrakan di pagi hari ketika menyiapkan bekal dan drama di siang hari sebelum jemput Aidan.

Drama melulu, mbok yaooo sekali sekali siraman rohanii… Yaaa habisnyaa, hidup tanpa drama, bagaikan Vety Vera tanpa poninya.. ada yang kurang, bunee.. Lanjutkan membaca “Drama Stasiun Balapan..”

Iklan

Movie Review : The Battleship Island

Dirgahayu Kemerdekaan yang ke-72 Negara Indonesiaakuu!

Hai semua para kisanak penggemar perfilman Korea, kembali hadir mamah Dewik dengan review abal-abalnya.

Ceritanya, gue memiliki sahabat yang bekerja di majalah film, sebut saja namanya Bunga.. Karena namanya memang Bunga. Naaaah, dari Bungalah gue dan Imbi bisa sering ‘ikutan’ acara premiere atau hanya sekedar nobar film-film di CGV. Pokoknya persahabatan kami ini mirip dengan hashtagnya Dian Sastro. Hanya bedanya, kalau Disas #pertemanansehat dan #jangankasihkendor, sementara kami #pertemanankere #jangankasihkolor..

Terus kalau kata Bungaa..

Hari itu, 9 Agustus 2017, gue hadir di acara premiere salah satu film dengan budget terbesar terbesar yang pernah dibuat insan perfilman Korea Selatan. Film yang sangat gue nantikan penayangannya sejak setahun yang lalu… The Battleship Island

Seperti biasa, jika sedang ada premiere, CGV Grand Indonesia pasti ruamekk.. Kata Bunga, hari itu hanya ada acara premiere film ini. Acaranya sendiri akan diadakan di dua studio. Dan kami, para media partner berkesempatan melihat The Battleship Island di studio terbaru CGV, ScreenX CGV.

Gue review satu per satu ya..

Lanjutkan membaca “Movie Review : The Battleship Island”

Hari Ketika Adekku Diculik..

Peristiwa itu terjadi di tahun 1999 ketika gue masih jadi murid SMU.. Sementara adek gue, Kunto Aji, ~~bukan Kunto Aji yang penyanyi yaa..~~ masih duduk di bangku kelas 6 SD..

Saat itu keluarga kami tinggal berpencar-pencar. Domisili orang tua dan Kakak nomor satu di Jakarta, Kakak nomor dua kuliah di Yogyakarta dan tinggalah gue dan adek gue yang masih bersekolah ini di Solo.

Dulu, gue tinggal di Solo Baru yang jaraknya kira-kira 7-10 km dari pusat kota. Dengan jarak sejauh itu, perumahan Solo Baru dan sekitarnya benar-benar terletak di luar kota. Apalagi setelah kerusuhan Solo 98, kediaman kami yang tadinya ramai dan berkembang, kini berubah menjadi sepi, panas dan gersang. Lebih cocok jadi tempat Jin buang selingkuhan..

Lanjutkan membaca “Hari Ketika Adekku Diculik..”

Menjadi korban kejahatan..

Bicara soal kejadian kriminal, gue ingin cerita sedikit tentang beberapa peristiwa kejahatan yang pernah kami alami. Kejahatan yang bukan hanya sekedar baju atau mukena dicolong mbak-mbak asisten rumah tangga ya, itu mah.. relain saja. Tapi peristiwa kriminal yang, ~~untungnya meski tidak semenyeramkan sekarang~~, tetap saja bikin bergidik kalau mengingatnya..

Beberapa di antaranya.. Lanjutkan membaca “Menjadi korban kejahatan..”

The Real Drama Korea..

Dari awal gue kenal Song Hye Kyo, (yang kenal gue yaa.. kalau mba Song, menyadari gue nafas aja, cencuu cidaak), selama itu pula gue selalu pengen banget jodohin dia dengan lawan mainnya yang aku suka.. Kenapa? Nggak tahuu.. Pokoknya, itulah magic drama korea..

Nah, masalahnya dunia entertainment Korea begitu tertutup. Jadi susah sekali mencari tahu kehidupan pribadi para aktor aktrisnya..   Lanjutkan membaca “The Real Drama Korea..”

Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..

Apaan dah, judulnya sudah mirip orbituari..

Ceritanya, drama ini sudah tamat seminggu yang lalu. Walaupun definisi seminggu di dunia drama korea ekuivalen dengan beberapa-hari-terserah-anda di dunia nyata..

Nah, daripada nggak ada postingan, maka gue akan merampungkan draft final review drama ini sebagai saluran emosi gue. Kan kasihan selama ini Joice melulu yang gue bombardir.. Ya, nggak bu Joice Chang Wook?

Jadi, bagaimana final reviewnya, mamah dewik? Lanjutkan membaca “Mengenang Seminggu Tamatnya Drama Chicago Typewriter..”

Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..

Warning, sepanjang tulisan akan penuh halusinasi parah dari si penulis. Mohon bersabar, ini ujian kalau membacanya jadi pengen muntah. Maklum, ya, kata Joice.. namanya juga hormon emak-emak..

***

Hai semua para kisanak penggemar drama korea, kembali hadir di sini, mamah dewik, beserta review drama korea abal-abalnya..

Menurut gue, tidak ada yang namanya drama yang jelek atau bagus. Semua itu kembali ke Yang Maha Kuasa.. eh maksud gue, balik ke yang namanya selera.. (lalu mbak selera tunjuk tangan, #krikkrikkrik).

Pokoknya, kalau ceritanya bagus, tapi kita sebagai penonton nggak suka, ya, secara subjektif drama itu jelek. Dan begitu pula sebaliknya.

Buat gue pribadi sih, bagus tidaknya suatu drama bisa dilihat dari awal-awal episode yang ditayangkan. Pertimbangan gue sih cetek, selama gue suka cerita dan akting para pemainnya lalu OST-nya mendukung.. yawiiss, gue akan setia mengikutinya sampai akhir..

Drama yang bagus? Banyak.

Tapi jika gue mau capek-capek mereview drama itu menjadi satu postingan blog, berarti drama yang gue tonton itu ~~menurut gue~~ memang baguuuusss banget.

Nah, drama yang saat ini sedang menghantui gue adalah.. Lanjutkan membaca “Terlalu suka dengan Chicago Typewriter..”

Solo, Mei 1998..

Membaca postingan Mariska, membawa kembali ingatan kelam gue tentang peristiwa 19 tahun lalu.

Dan melalui tulisan ini, gue ingin bercerita tentang pengalaman yang tidak akan gue lupakan seumur hidupku. Peristiwa itu kita kenal dengan nama…

Kerusuhan Mei 1998

Sepertinya tidak banyak yang tahu jika kota asal presiden Jokowi yang terkenal akan kuliner dan budayanya yang kental, pernah memiliki catatan gelap dalam sejarahnya. Gue googling, dan artikel yang gue rasa cukup lengkap ada di blog ini.

Mungkin, ini salah satu bentuk kegelisahan gue tentang kondisi politik Indonesia akhir-akhir ini. Jadi, seperti biasa, tulisan ini dibuat hanya untuk berbagi pengalaman. Dan jikalau teman-teman yang pada waktu itu masih kecil atau dari daerah lain bisa mengetahui sejarah peristiwa itu saja, sudah cukup buat gue.

Lanjutkan membaca “Solo, Mei 1998..”

Jangan pernah lupa, nak..

Aidan, anakku..

Suatu saat ketika kamu baca blog mami..

Ingat terus wajah bapak ini ya, Nak..

Walaupun kamu masih belum mengerti apa yang Mami ceritakan..

Walaupun bagimu, lego super hero itu lebih seru..

Tapi ingatlah,

Jangan pernah lupakan wajah ini ya, Nak..

 

Enter title here.. #2

Ternyata hampir sebulan lamanya tidak mengutak-atik tulisan di blog lumayan bikin kagok menulis juga ya..

Apalagi ditambah kenyataan yang terjadi pada hari-hari belakangan ini.

Ada masalah apa? Errr.. anu’ itu, angka timbangan berat badan gue sudah bukan bergeser ke kanan lagi.. Tapi ini sudah ngglundhung.. ngacir jauh ke kubu sebelah kanan sana. Grmbl.. grmbl..

Enihweii.. ya sudah, mari bikin postingan seperti dulu.  Seperti biasa, kalau nggak ada ide maka yang keluar adalah percakapan random antara tiga orang yang.. yaaah.. apa yah, dia lagi, dia lagi.. Siapa lagi kalau bukan Ibuk, suamik, dan anak..

  • Semua gara-gara solmed..

Sebagai generasi baby boomers, Ibuk acapkali berkomentar tentang perilaku para pengguna teknologi, terutama gadget, yang tentu saja belum ada pada waktu Ibuk masih seusia gue..

.. Ibuk, kalau lihat gue main handphone sembunyi-sembunyi..

Ibuk     : ” Kalau jaman Ibuk muda dulu kayak Ibuk-Ibuk sekarang, pasti nggak keburu pegang kerjaan apa-apa..”

Gue      : ” Ah.. masak sih Bu? Nggak juga lah..”

Ibuk     : ” Beneran. Untung jaman dulu, Ibuk nggak kenal yang namanya solmed.”

Gue       : ” Solmed? Ustad? Ustad Solmed?”

Ibuk      : ” Ituu fisbuk.. apa itu? Fisbuk? Jadi semua pada sibuuuk lihat hp terus.. ”

Gue       : ” Ealaah sosmed.. kalau solmed, itu Ustad.”

Lanjutkan membaca “Enter title here.. #2”

Day 15. What’s the best compliment you’ve ever received?

Masih ada? Lahyuuung.. kirain sudah selesai..

Oke. Mari kita bicara tentang komplimen atau pujian..

Kenapa sih pujian itu menyenangkan.. Pujian yang tulus loh ya.. Karena itu adalah bagian dari empati. Pujian dapat memberikan efek yang positif bagi yang menerimanya. Si penerima akan merasa bahagia, kepercayaan dirinya meningkat, dan dia akan merasa dihargai.

Mungkin kata-kata ini hanya sekilas, tapi percayalah.. walaupun sepertinya diucapkan sambil lalu, tapi sangat berkesan dan susah untuk dilupakan. CIYAAILAAAAH..

Lanjutkan membaca “Day 15. What’s the best compliment you’ve ever received?”

Day 14. If you were only allowed to watch one movie for the rest of your life, what movie would it be and why?

Sebagai penggemar drama dan film Korea bangkotan, jika disuruh memilih satu film untuk ditonton seumur hidup, maka gue akan memilih..

.. paling film Korea lagi..

Salah.

.. gue memilih..

film India. 

film India?

Iyaap.. dan film itu adalah..
Lanjutkan membaca “Day 14. If you were only allowed to watch one movie for the rest of your life, what movie would it be and why?”

Day 13. List your favorites: song, quote, food, vacation spot, photo

Favorite song.

Seringnya playlist youtube gue kalau sambil main internetan adalah lagu Korea. Biasanya lagu-lagu OST ataupun background music drama Korea (maklum, baper).. Tapi kalau ditanya lagu favorit untuk saat ini, jawabannya, semua lagu di album barunya Ed Sheeran. Dan kalau disuruh memilih salah satu, gue akan memilih Supermarket Flowers..

Setiap mendengarkan lagu ini, rasanya itu.. bawaannya antara sedih dan rindu dengan orang-orang terkasih yang terlebih dahulu meninggalkan kita.. hhhh…

Favorite quote. Lanjutkan membaca “Day 13. List your favorites: song, quote, food, vacation spot, photo”

Day 12. What are you most looking forward to in the next six months?

Gini nih kalau tidak punya planning, jadi kelamaan mikir apa yang akan dilakukan dalam enam bulan ke depan.. Cih, 6 bulan aja nggak ada rencana, apalagi 6 tahun? Lalu tujuan hidup lo apa, ha?.. Aa.. aampuuun Nyaaahh.. (langsung terbirit-birit baca buku motivasi)

Aaada kok.. kalau jangka pendek, salah satunya ingin menyelesaikan 15 Days Challenge. Tapi bulan Maret sudah selesai, postingan gue baru sampaiii di… tantangan hari ke 12… ngiahahahaHAHAHAhahahaha *tutup muka*.

Yasudahlah. Biar telat, asal kelar..

Oke. jadi apa yang gue tunggu 6 bulan ke depan?

  • 10th wedding anniversary.

Yeyy!! Mau ngapaaiin? Ada deeeh. Lahaciaaakk.. ~~padahal aselinya emang belum ada rencana mau ngapa-ngapain, biasa, pencitraan aja biar kelihatan rada romantis nan intelektual gitchuuw~~

  • Potong rambut.

“Kamu nggak ada niat pengen manjangin rambut apa, Dhek?”. Itu kalimat yang dilontarkan suamik ketika melihat foto-fotoku jaman sebelum hamil.

Ia menambahkan, “Biar sedikit feminin. Seperti dulu.”

Dulu?

Eh iya ya.. dulu kan gue punya rambut mirip Bella Swan #eciyee.. Tapi Bella Swan dengan cita rasa kearifan lokal, alias Bella bangsa dan negara #nggakjadiciyee..

Jadi kata suamik, dia ingin juga rambut gue sesekali agak sedikit panjang. Iya sih, sejak 2013 gue potong pixie, semenjak saat itu, sekalipun, rambut gue belum pernah panjang lagi.

Terkadang suamik heran, kenapa rambutku nggak numbuh-numbuh. Rambut gue numbuh, kok.. Masalahnya, rambut gue ini seperti slogan iklan susu anak-anak, tumbuhnya tuh ke atas, bukan ke samping. Walhasil, gue harus potong rambut tiap satu dua bulan. Nggak sadar ya suamiik?

Ini mungkin hanya gue, tapi kalau sudah terbiasa berambut pendek, mau panjangin rambut sedikit saja risihnya nggak enaaak banget. Apalagi rambut gue ngembang, jadi kalau gondrong, kalah dah tuh helm SNI.

Kalau tiba-tiba panjang sih, oke. Tapi persoalannya, gue harus melewati fase-fase rambut nanggung. Dikucir belum bisa, digerai? Gerah banget. Ditambah, kalau mau punya rambut panjang artinya harus rajin merawat rambut. Aduh, malasnyoo..

Akhirnya kami buat kesepakatan, boleh potong rambut dengan syarat kalau gondrongnya sudah berantakan banget.. Nggak ada cerita, baru sebulan panjang 1 cm udah gelisah ngeluh gatal rambutnya kepanjangan. “Biar kelihatan hasilnya kalau ada yang dipotong..” begitu katanya.. Ih, papiii ih…

Demikianlah, dalam beberapa bulan ke depan, gue tidak sabar untuk bisa segera ke salon dan potong rambut. Kalau saat ini, yah pasrah nikmati saja model rambut yang sudah mirip…

mas keanu reeves..

.. Ngimpii.. Maksudnya, mirip rambutnya yang kayak ikan pari..

Day 11. What’s one thing that you would never change about yourself?

Mmmm… SIbuk mikir untuk menulis tema tantangan hari ini..

ini apa ya?

Kalau hal-hal yang ingin gue ubah, banyak bangeeet..

  • Semua yang berkaitan dengan management. Ya financial, ya waktu, ya barang-barang di rumah. Pengen lebih bisa terorganisir dan lebih rapi.
  • Selebor dan pelupa..
  • Malas olahraga..
  • Hobi ngemil coklat..
  • Kebiasaan begadang..
  • Cuek dan kurang perhatian..

Dan masih banyak lagi..

Kalau satu yang tidak ingin gue ubah? Apa ya? Aseli ini susah banget.. Blogwalking dan gue cuma bisa manggut-manggut sendiri baca ceritanya teman-teman..

kok mereka bisa tahu ya?

Aku? Mmm.. bagaimana kalau tetep suka drama korea?

Eh, itu bukan sih?

Oke. Kalau bukan itu dan hanya satu, gue akan memilih.. I love my sense of humor. 

Garing sih. Lebay, nggak jelas dan nggak lucu-lucu amat. Sebenarnya ini hanya perpaduan antara gue demen becanda ditambah berbagai pikiran random yang melintas di otakku.. Hasilnya ya itu tadi, komentar absurd tentang hal-hal yang sungguh nggak penting..

Gue kekanak-kanakan yah? Bisa jadi..

Tapi yang pasti sih gue bahagia jika orang lain pun bisa tertawa. Dan anak-anak itu kan makhluk paling bahagia di dunia, jadi masih dianggap kekanak-kanakan, ya nggak masyaaalaah..

Oh dan itu salah satu alasan kenapa gue suka blogging, karena dunia penuh cerita lucu.. Banyak kejadian-kejadia sederhana yang lucu dan sering terlewatkan karena biasanya kita terlalu fokus pada hal-hal negatif dan serius. Padahal, hidup sudah berat, apalagi badan gue.. berat banget.. jadi daripada terlalu serius, mari kita..

nonton drama korea..

*yah balik maning* *maafkan* *sudah hampir jam 1 malam* #dahneiiik

Day 10. What’s your most embarrassing moment.

Sepertinya hampir semua cerita memalukan sudah pernah gue tulis di blog ini. Memangnya masih ada yang lebih parah lagi? Ada. Gue nyaris lupa karena ingatan tentang peristiwa ini sudah terkubur di lipatan lemak yang paling dalam..

Yasudahlah yaa, sudah kepalang tanggung..

Jadi, mari kita kembali ke 20 tahun yang lalu, masa-masa gue duduk di bangku kelas 1 SMU. HWAAAAA… tuwaak banget! *tenang, sebelum para pembaca generasi milenial menjerit, gue sudah jejeritan duluan*.

Nah peristiwa itu terjadi kira-kira sekitar 3 bulan ketika gue baru jadi anak SMU.

*** Lanjutkan membaca “Day 10. What’s your most embarrassing moment.”

Day 9. Describe the best day of your life to date.

Ini maksudnya apa ya? Salah satu hari terbaik atau salah satu kencan terbaik yang pernah dilakukan? Daripada kebanyakan mikir nggak ditulis-tulis, gue buat dua-duanya aja ya..

The best day of my life.

Ketika gue bisa traveling tanpa anak dan suamik. 

Lanjutkan membaca “Day 9. Describe the best day of your life to date.”

Hak Anak di media sosial..

Ini dari pemikiran gue ya..

Terus terang, gue kadang enegh dengan terlalu ‘berlebihannya’ postingan para ortu muda tentang prestasi anak-anak mereka di media sosial.. It’s okaay, kalau masih dalam tahap wajar, tapi kalau pamernya sudah terlalu over? Mhales. Lanjutkan membaca “Hak Anak di media sosial..”

Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

Telat. Telat. Telat..

Melihat berita-berita menyeramkan yang terjadi kemarin membuat mood gue untuk menulis langsung drop. Dunia sudah gila! Apa hanya gue sendiri ya, yang merasa berat sekaliiiii tantangan menjadi orang tua masa kini..

Hhhh.. Postingan kali ini masih membahas tentang diri sendiri? Okeh, jadi dengan kepribadian Sanguin ditambah sedikit percikan Plegmatis, jika dijabarkan secara gamblang maka inilah karakterku. Lanjutkan membaca “Day 8. Describe the “Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..”

Day 7. Recommend to us a book to read. Why do you think it’s important.

Rekomendasi buku untuk dibaca? Dan kenapa buku itu penting?

Mikir dulu..

Mmm..

Jawabannya : Buku Tabungan..

Lanjutkan membaca “Day 7. Recommend to us a book to read. Why do you think it’s important.”

Day 6. What’s something you’ve always wanted to do but haven’t. Why not?

Ih. Aku telat sehari.

Ternyata begini ya rasanya ikut 15 day challenge itu.. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa posting tulisan sehari atau dua hari secara konsisten.. Susah ya bok. Apalagi buat gue yang harus buka laptop.. Kok nggak pakai handphone. D’oh dengan perpaduan keypad handphone yang error dan kedua jempol sebesar laos menghasilkan lebih banyak typo daripada kalimat yang benar. Gue jadi lebih pengen banting-banting handphone.

Oke, jadi di antara kechaosan dan banyaknya drama di hari ini, berikut beberapa hal yang ingin gue lakukan tp sampai sekarang masih juga belum terlaksana. Di antaranya..

  • Les nari. Basi, ya katanya dari dulu mau les, tapi sampai bulan Maret 2017 belum juga terlaksana. Alasannya sih simple, selain nggak ada temennya, waktunya juga belum ada yang cocok.. Setelah browsing sana sini, ada lihat tempat yang dirasa oke.. tapi jadwal lesnya, kalau weekdays pasti di atas jam 12.. Yah, gue pengennya pas anak gue sekolah, kalau dia sudah pulang sekolah masih belum ada yang jagain huhu.. Semoga aja dengan seiring waktu dan makin seringnya gue encokan, gue masih bisa diterima di kelas nari ‘yang rada mudaan dikit’ yah. Kelas nari ibu-ibu juga bolehlah, walaupun akuh masih belum siap mental kalau nantinya gue disarankan sang pelatih untuk ikut kelas poco-poco ala-ala nenek-nenek yang suka flash mob di mall deket rumah.
  • Diet. Alasannya? Aku masih tidak tahan godaan Kit Kat Chunky Bar.. Huwaaa…
  • Naik roller coaster. Sesungguhnya gue adalah tipe penyuka film horor tapi yang sepanjang film tutup mata melulu.. Begitu pula dengan wahana-wahana yang memacu adrenalin di theme park.. Kalau dibandingkan suamik, gue lumayan bisa jumawa, bisa menaklukkan wahana di Dufan. Ih, gitu aja bangga. Eh, lumayan bok, gue jadi bisa ngecengin suamik.. Soalnya mau dibujuk rayu seperti apapun, suami cuma mau naik Kora-Kora-nya Dufan. Lainnya semacam Halilintar, Tornado, dan apapun yang bikin jantungan? Nohway.. Nah, sebelum gue makin bangkotan dan akhirnya nggak dibolehin main theme park.. Gue ingin sekali mencoba naik roller coaster yang sedikiiiit rada ekstriman gitu. Salah satunya yang ada di Taiwan. Gue penasaran dengan roller coaster yang gue lihat ‘kengeriannya’ di salah satu episode running man. Lihatnya aja takuuuutt.. tp pengen coba.. tp takut.. tapi pengen coba.. tapi aku takuut.. ~~gitu terus sampai warga netizen nggak ada yg berantem lagi soal pilkada~~. Nah kenapa sekarang belum dicobain? Selain punya suamik yang kalau masih ada pilihan lain, dia memilih nggak mau main theme park, anak pun masih kecil banget. Sama teman-teman, boleh, tapi titah suamik, Aidan diajak. Aiihh.. kayaknya gue sudah cukup deh pergi travelling dengan Aidan di usia nanggung gini.. Walaupun sama teman-teman seru, tapi capeeeeknya book.. (curhat)?

Demikanlah, sekian untuk postingan hari ini.. Semoga semua hal yang kita inginkan tapi belum terlaksana, segera terwujud yaaa..

Have a good day, teman-teman..

Day 5. If you could have dinner with any five people, who would they be?

Mmm.. Dengan siapa aja yaa? Ini adalah lima dari banyak orang yang ingin gue ajak dinner bareng.. Nggak pakai mikir, inilah orang-orangnya..

  1. Bapakku. Yeah, I just miss him so much..
  2. Presiden Joko Widodo. Yah habis gimana yah, soalnya acara makan malamnya nanti di Istana. Biasa khasnya pak Jokowi yang sering mengundang makan warganya. Sudah, yang baca jangan protes. Sana, ambil sepedanya di belakang sana..
  3. Ahok. Cuma pengen tau dan dengerin gimana kalau Ahok sama Jokowi ketemu dan ngobrol. Yang mereka bicarakan apaan yah? Apakah mereka membahas Lambe Turah? Apakah mereka juga menganggap pasangan Hamish dan Raisa itu too good too be true? Dan apakah pendapat mereka tentang tahu.. tahu bulat, digoreng dadakan gopekan?
  4. Ed Sheeran.. Masih nggak ngerti deh, kok lagunya bisa bagus-bagus banget. Terus nanti kalau sudah kenyang nyanyi ya dek.. jangan langsung SMP ya, alias Sudah Makan Pulang..
  5.   Lee Je Hon. Demi kemaslahatan umat, tentu saja gue harus memilih satu di antara sedikit bias per-dramakoreaan-ku.Jadi kalau sekarang pilihanku tertuju cowok 32 tahun ini. Gue tertarik dengan kepribadiannya yang kuper, no-fun, polos tapi kok lucuu ditambah cakep dan seksii lagi #kumatedan..

***

Nanti sembari dengerin Pak Jokowi Ahok ngobrol, Bapak senyam-senyum sendiri merhatiin anaknya sembari diiringi suara merdunya Ed Sheeran. Terus Lee Je Hoon-nya duduk deket aku aja.. Kita cukup lihat-lihatan ajaalaah.. Atau dirimu cerita apa kek, nanti gue manggut-manggut aja. Udah nggak usah ngobrol nggak papa, gue tau pasti secara batin kami sanggup berkomunikasi dengan baik dan benar.

Terus suamik mau dikemanain? Anu’.. Kan bagi tugas, jadi suamik yang jaga anak.. Nanti kalau ikut, papi bakalan cuma ngelihatin aku yang lagi sibuk lihatin Lee Je Hoon loh. Terus jadi #lihatinception.

Oh atau gini ajah, suamik ikut tapi nanti foto-fotoin aku ya Pih.. Semacam Instagram husband gitu, yah pi yaah.. Aiiilaapyuuk, suamiik!

Sekian dan terima cipok dari Lee Je Hoon.

Day 4. What’s your favorite childhood memory?

Memang benar ya, tidak ada yang mengalahkan serunya masa anak-anak..

Seperti pada umumnya anak-anak generasi 90-an pasti kita semua menghabiskan waktu bermain bersama teman-teman di luar rumah. Apalagi gue, sebagai anak tengah dengan jarak antara kakak dan adik agak jauh.. Pengen ikutan gaul kakak-kakakku yang ABG sudah pasti ditolak mentah-mentah. Main ama adek cowok gue yang jaraknya terpaut 6 tahun? Ih, piyik-piyik banget. Malas. Jadi gue menemukan kebahagiaan dengan bermain bersama teman-teman di komplek.

Kalau gue ingin bercerita kenangan favorit masa kecil yang masih gue ingat adalah kenakalan gue waktu besar di Solo. Serius. Gue dulu nakaaal dan pecicilan banget. Tapi kenapa ya, waktu kecil dulu bukan nakal yang gue pikirkan, tapi rasanya seru dan bahagia banget.

Dan tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa kenakalan-kenakalan itu akan membekas menjadi kenangan untuk ditertawakan di kemudian hari.

Sedikit banyak yang gue ingat adalah..

Lanjutkan membaca “Day 4. What’s your favorite childhood memory?”

Day 3 : Tell about an article of clothing that you’re deeply attached to.

Gue bukan tipe yang harus berpatokan terhadap jenis busana tertentu..

Kalau ditanya busana favorit apa, maunya sih jawabannya kayak artis atau model yang ada di majalah gitu, yan..

Oh kalau busana favorit akuh tuh T-shirt dan celana jeans…

Atsaadap, semacam cuek-cuek terencana gitu ya.. Tapi sayangnya busana seperti ini hanya berlaku ketika gue masih kuliah.. masa-masa badan masih kurus yang ditiup dikit langsung terbang.. Kalau sekarang? Ih baru ngancingin celana jeans aja udah butuh bantuan pernafasan.

Berangkat dari pengalaman pernah kerja di media, dengan busana ngantor yang tidak terlalu formal, membawa selera bajuku juga jadi ‘gitu-gitu aja’.. Nggak berubah dari dulu.. Trend fashion? Apa itu trend fashion…. OOTD atau fashion blogger? Enggak tahu juga.. Jadi tahunya apa? Nggak tahu apa-apa huaaa.. Pokoknya yang selama ini masih nyaman dipakai dan nggak ngoyo harus up to date. Udah lewat masanya harus ‘seragam’ dengan para wanita di luaran sana..

Yang pasti sebisa mungkiiiinn baju itu harus bisa menutupin kelebihan gue. Kelebihan lemak, maksudnya.. Dan dari tahun ke tahun yang paling sering gue pakai adalah..

  • Dress. Bukan dress yang canggih gimana-gimana gitu sih. Hanya dress longgar selutut. Makin tidak ada brand-nya, makin oke.  Fyi, dari yang pernah gue baca, tips untuk menyamarkan perut buncit salah satunya adalah mengenakan dress..  Gue setuju sih. Menurut aku, selain mampu menyamarkan lemak-lemak di perut dan turunannya, dress adalah busana ajaib karena bisa dipadupadankan dengan apa saja.. Sebagai atasan celana jeans, legging, stocking atau dipakai dengan outer apapun, biasanya sih cocok-cocok aja. Ini kalau aku yah..

  • Jaket Jeans.. Hampir setiap kali gue keluar rumah, gue pasti pakai cardigan/outer. Tapi mungkin hanya atasan jeans, baju yang paliiiiing lama umurnya di lemari gue. Menurut gue, selama pakai jeans tidak dari ujung kepala sampai ujung kaki, atasan jeans sampai saat ini merupakan salah satu fashion item yang tidak pernah salah.

38444_411275063324_2518346_n1936461_96208733324_5917587_nimg201607081612372015613165721 img-20161115-wa0112.jpg

Udah itu aja. Demikian postingan untuk tantangan hari ke-3.

Have a good monday friends..

Day 2 : Write a (few) six-word memoir(s)

Ini maksuddddnyaaa apaaan? (nangis)..

Untungnya dapat pencerahan dari mba Yoyen. Jadi yang dimaksud memoirs adalah peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup kita. Oh begitchuu..

Gue coba pikirkan ulang beberapa peristiwa yang gue coba rangkai ke dalam 6 kata.. Dan apa ini bisa disebut memoirs? Entahlah.

  • “Ortu tabrakan” was scariest moment ever.
  • Mobil nyaris masuk jurang. Gue supirnya.
  • Kuliah Komunikasi UI telah mengubah hidupku..
  • Aku tidak sempat menyaksikan ‘kepergian’ Bapakku..
  •  Beruntung pernah lihat Song Hye Kyo…

 

Oke. Itu dulu..

Have a good weekend teman-teman..

Day 1 Writing Challenge: 15 Fun Facts About Me

Mari kita mulai postingan blog rasa bulletin board-nya Friendster.

Baru postingan pertama sudah mikir. Fakta yang fun tentang gue. Emang ada?.. Yang apes mah banyak, tapi fun? Coba gue pikir-pikir..

1. Dulu gue bertanya ke Ibuk, kenapa gue harus diberi nama Restu Dewi? Kata Ibuk.. artinya di FloRES lahir anak cewek saTU. Haiaa bisa aje. Dan semenjak lahir sampai 30 tahunan kemudian, gue belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke tanah kelahiran gue.

2. Punya musuh bebuyutan sejak jaman babad tanah leluhur. Namanya Nyai Mukti Rahayu.. biasa dipanggil Nyamuk. Dan dari semua anggota keluarga, hanya gue yang selalu bermasalah dengan nyamuk dan bekas gigitannya.. Sementara yang lain, tetep tidur pulas.

3. Waktu kecil punya hobi aneh suka ngemut uang logam. End up gue pernah nelen duit 50 waktu di Ambon dan harus dioperasi di Ujung pandang. Lanjutkan membaca “Day 1 Writing Challenge: 15 Fun Facts About Me”

March: 15 day writing challenge

Gue paling tidak suka dengan deadline. Itu salah satu sebabnya gue sebenarnya tidak suka dan tertarik untuk ikut-ikutan writing challenge.. Mau sih ikutan, tapi apa gue ada waktu? Selama ini aja nulis harus nyolong-nyolong.. Tapi baca-baca postingan teman-teman blogger seperti mbak Yo, Joice dan Mariska kok sepertinya menarik ya.. Aku jadi tergoda..

Dan seperti kata mba Yoyen, writing challenge bulan ini seperti membawa kita kembali ke satu dekade lalu awal-awal blogging mulai booming. Belum main blog? Oke, seperti flash back ke fitur bulletin boards-nya Friendster..

Ya sudahlah.. Walaupun gue agak serem dengan beberapa macam topiknya yang terlalu personal.. tapi auk ah gelap remang-remang.. Semoga gue persisten.. karena jika iya, maka bulan Maret ini akan menjadi bulan dengan jumlah postingan blog terbanyakku.. Yuk teman-teman ikutan.. mari ikutan pusiiiing bersama-sama..

img_6024-e1488289999690

Merem. Here we go..

Oh Tuhan tolong, akhirnya gue klik publish tulisan ini..

Pingsan.

Mari kembali ke masa sekolah.

a2a0wd7

Waktu SMP-SMU, gue selalu kagum dengan temen-teman yang bisa pingsan waktu upacara. Mereka heroik sekali ya, semacam simbol perjuangan penyintas upacara bendera gituuh..

Mungkin ini akibat terlalu banyak membaca novel. Jadi kalau si tokoh utama cewek pingsan, tiba-tiba si cowok akan menyeruak di antara kerumunan dan menolong si cewek. Kemudian mereka melangkah pasti menuju cahaya matahari sembari diiringi tatapan takjub dari para figuran cerita.

Romantisss yaaaak..

Rasanya pingsan itu gimana sih? Gue berandai-andai, kalau gue pingsan, nanti gue akan ditolong kakak kelas yang gue suka, dan ketika gue dibopong ke ruang UKS  kami pun saling bertatapan…#plaaak.

MIIIMPIIIII, JENG SRIII…

Sampai berpuluh-puluh tahun kemudian, nggak pernah ada tuh kejadian seperti itu..

Hingga akhirnya gue menjadi Ibu. Lanjutkan membaca “Pingsan.”

Untuk semua anak istimewa di dunia..

Sebagai seorang Ibu, kayaknya postingan ini akan menjadi satu catatan penting untuk gue..

Tadi siang, ketika gue sedang dalam perjalanan ke dokter, gue mampir ke supermarket untuk membeli beberapa urusan. Begitu sampai, iseng gue membuka Facebook Perjuangan gue. Kenapa dinamakan perjuangan? Ya masak cuma PDI aja yang boleh Perjuangan.. Intinya mah, ini akun FB kedua gue setelah sebelumnya kena hack.

Apa yang gue lihat di FB, tentunya feed timeline teman-teman gue yang kocak-kocak. Sampai gue terpekur dengan status Facebook kakak ipar gue. Lanjutkan membaca “Untuk semua anak istimewa di dunia..”

Movie Review. My Annoying Brother (2016).

Bulan desember lalu gue berkesempatan datang ke premiere film My Annoying Brother (Hyung).

img20161219191608

Ciiaaailaaaah.. ngguayaaa, premiere nih yeeee..

Bukan.. Ini bukan personal invitation kok, boro-boro red carpet.  Lebih tepatnya kantor temen gue, Bunga punya beberapa tiket undangan yang nganggur. Jadi begitu ditawarkan, belum juga Bunga selesai bicara.. gue sudah mengiyakan ajakannya..

img-20160918-wa0004-02
Bunga-tangannya Imbi-Gue

Lanjutkan membaca “Movie Review. My Annoying Brother (2016).”